
Tahun 1859 Aidens, bulan November, Tanggal 16 pada hari senin, keluarga kerajaan WindLand berhasil pulang dari Kekaisaran Ainsworth dengan aman, lalu langsung mengadakan Rapat darurat dengan Sekretaris Kerajaan, Bendahara, serta Panglima perang, membahas mengenai Aliansi dan Perdagangan, dan itu sudah di setujui oleh mereka.
"Baiklah dengan ini Rapat berhasil, semoga hubungan kita dengan mereka berjalan dengan lancar" ucap Rafael bernafas lega sekaligus cemas.
Kebesokan harinya pada tanggal 17 November, di hari yang sangat cerah disambut dengan sinar matahari yang menyilaukan mata, para Rakyat WindLand mulai menjalani kehidupan mereka sehari hari, dengan damai, dan tentram, walaupun masih ada sedikit perasaan takut akan kejadian di masa lalu yang menimpa WindLand hingga menewaskan banyak orang, sampai sang Panglima perang Gaius ikut tewas akibatnya.
Sang Panglima perang yang baru bernama Corazon Grand Von Duke yang adalah adik sang Gaius harus menggantikan sang kakak untuk menjadi seorang Panglima perang, Corazon terlohat masih muda dengan umur sekitar 24 Tahun, memiliki Warna rambut berwarna emas berkilauan, dengan warna mata berwarna biru Muda yang sangat indah.
Corazon seperti biasa melaksanakan tugas nya sebagai Panglima perang untuk menjaga keamanan kerajaan WindLand ini, Corazon mengutus 15 orang dari tentaranya serta dirinya untuk berpatroli menjelajahi hutan yang berada di Barat WindLand sejauh, yang dikenal sebagai hutan yang damai dan indah,akan tetapi ada yang melapor bahwa ada saksi yang melihat monster Tingkat A disana, sehingga Corazon mengutus 15 orang itu untuk pergi kesana bersama dirinya, 15 orang itu dan Corazon menaiki kuda masing masing satu, tugas mereka hanyalah mengecek dan mengidentifikasi monster apakah itu, dan apa tingkat nya.
Sesampainya disana Corazon langsung memberi arahan kepada 15 prajurit itu, 15 prajurit itu pun langsung memecut kuda nya lagi dan langsung berpencar agar cepat di ketahui keberadaan Monster itu, sebelumnya Corazon memberitau mereka, jika posisi matahari sudah berada di puncak, mereka harus kembali dan memberikan laporan mereka.
Matahari sudah mulai berada di puncak langit, menandakan bahwa 15 orang itu harus segera kembali untuk memberikan laporan mereka.
10 menit sudah berlalu dan hanya ada 13 orang saja yang kembali ke tempat awal, 2 orang yang tersisa belum kunjung datang, 1 jam berlalu dan sama 2 orang tersebut belum kunjung datang juga, Corazon yang merasa ada keganjalan mulai menyuruh 3 orang untuk kembali ke Kerajaan dan membawa pasukan besar untuk menuju kesini.
Ketiga orang tersebut pun mulai memecut kuda nya agar dapat berlari seceoat cepatnya, 11 orang yang tersisa beserta Corazon di dalam nya mulai mencari keberadaan 2 orang yang hilang tersebut secara bersama sama.
Setelah 10 menit mereka mencari keberadaan mereka, mereka pun mulai mendapatkan sebuah petunjuk di tanah.
"Bukankah ini syal?"tanya Corazon.
"Betul pak, itu adalah syal, tunggu sepertinya saya pernah melihat syal ini"ucap Salah satu prajurit dengan berusaha mengingat syal milik siapakan itu.
"Ah pak itu adalam syal milik salah satu prajurit kita yang hilang"ucap dia lagi.
"Kalau begitu.. mari kita bergegas kesana!"ucap Corazon dengan tegas.
Mereka pun mulai berjalan lurus, tidak lama kemudian mereka melihat 2 tubuh yang tergeletak di tanah di banjiri dengan darah miliknya.
dengan cepat mereka pun mulai mengecek tubuh yang tergeletak tersebut.
"Dia masih hidup tetapi satu lagi sudah tiada"ucap salah satu prajurit.
Corazon pun mulai merapalkan sihir penyembuhan tingkat tinggi untuk menyembuhkan yang masih hidup, tidak lama kemudian dia pun mulai siuman sembari batuk batuk.
"Teri.. ma ka.. sih Pang.. lima"ucap prajurit yang terluka itu dengan nada yang pelan dan terbata bata.
"Baik sama sama prajurit, apakah kamu dapat memberitau siapa yang membuat mu terluka parah begini?"tanya Corazon dengan serius.
"I.. Ini adalah.. Perbuatan.. Monster.. Tingkat C... Inferno.. Wolf.. Dengan jumlah.. 100 lebih"ucap prajurit itu terbata bata akibat belum sepenuhnya pulih.
"Baiklah terima kasih prajurit"ucap Corazon.
"Kuburkan yang sudah tiada dengan layak nanti"ucap Corazon.
"Semua!! Mari kita kembali menuju Kerajaan dan membawa pasukan untuk menghadapi nya"teriak Corazon dengan tegas.
"Baik panglima!!"teriak seluruh pasukan.
"Ayo kita harus cepat"ucap Corazon karena dia menyuruh 3 orang untuk membawa pasukan.
Mereka pun mulai bergegas menuju kerajaan WindLand untuk melapor pada Raja Rafael, serta membentuk pasukan pembasmi monster.
Sesampainya disana, Corazon langsung menyuruh ke sepuluh orang itu untuk menguburkan yang sudah tiada dengan layak dan membawa yang masih hidup menuju rumah sakit untuk diobati oleh dokter yang lebih ahli.
Sesudah memberi perintah Corazon langsung pergi menuju markas pasukan terlebih dahulu untuk menceritakan hal yang terjadi dan menyuruh membuat pasukan, untungnya ketiga orang itu baru sampai di markas jadi aman.
sesudah menyampaikan perintah itu Corazon langsung meninggalkan markas dan langaung pergi menuju istana kerajaan untuk melapor pada sang Raja Rafael.
Raja Rafael yang mengetahui nya langsung setuju untuk membentuk pasukan pembasmi, Theo yang mengetahui akan hal itu langsung menghampiri mereka dan bersedia membantu mereka dengan mengerahkan 200 pasukan Elite miliknya.
Saat pasukan sudah terbentuk Raja Rafael mminta izin kepada Theo untuk ikut dalam Pembasmian ini agar mendapatkan pengalaman.
Theo pun menyetujuinya dan menyuruh Corazon untuk menjaga nya, Corazon pun menyetujujinya.
Terlihat sudah ada 2000 pasukan infantri, 1500 pasukan kavaleri, 1800 pasukan pemanah, 200 pasukan Elite sang Raja, 500 pasukan Penyihir dan 500 pasukan penyihir penyembuh, jika ditotal kan ada 6500 pasukan untuk menghadapi 100 Inferno Wolf.
"Semua pasukan Berangkat!!"ucap Corazon sembari berteriak.
"Corazon, menurut kamu, apakah 100 inferno wolf itu di pimpin oleh seorang Raja?" tanya Rafael kepada Corazon sembari menunggangi kuda.
"Jika dilihat dari jumlah mereka, sepertinya memang ada Raja yang mempimpin pasukan Inferno wolf itu" jawab Corazon.
"Jika memang ada, Raja inferno wolf itu bisa di kategorikan tingkat apa?" tanya Rafael.
"Raja inferno wolf bisa di kategorikan tingkat A" jawab Corazon.
Sesampainya mereka di hutan tersebut, Corazon langsung memberi perintah kepada seluruh pasukan untuk bersiap siap.
Seluruh pasukan pun mulai bersiap siap membawa zirah mereka, membawa senjata mereka masing masing, dan juga perisai yang terbuat dari besi dan berbentuk lingkaran khusus untuk pasukan infantri.
"Hari sudah gelap, khusus hari ini kita akan beristirahat terlebih dahulu agar besok kita dapat berperang dengan cukup energi"ucap Corazon.
Seluruh pasukan pun dengan cepat mendirikan tenda mereka untuk tidur terlebih dahulu, Rafael yang melihat aksi kepemimpinan Corazon merasa kagum karena Corazon dapat memerintahkan seluruh pasukan dengan cepat dan tegas.
"Aku mendapat banyak ilmu disini, syukurlah aku dapat ikut dalam misi pembasmian ini" ucap Rafael sembari tersenyum.
Rafael pun mulai memasuki tenda yang disediakan oleh Corazon dan mulai berbaring dan tidur.
Keesokan paginya yang cerah, Corazon mulai membangunkan seluruh pasukan dan menyuruh pasukan untuk memakai perlengkapan mereka.
Seketika didepan Rafael muncul sesosok laki laki memakai jubah berwarna hitam dan di sisi sisi nya berwarna merah, memakai masker berwarna hitam agar wajah nya tertutup sedang berlutut di depan Rafael.
"Lapor Raja, dari arah jam 12 sekitar 500 meter dari sini, terlihat 100 inferno wolf beserta Raja dari inferno wolf menuju kesini"ucap pasukan Elite yang disiapkan oleh Raja Theo.
"Terima kasih atas laporan nya Shadow"ucap Rafael sembari tersenyum.
Laki laki itu pun hilang seketika dari hadapan Rafael dengan cepat.
Rafael pun mulai memberi tau Corazon tentang pasukan monster yang sedang menuju kemari.
Corazon pun mulai berteriak kembali dan menyuruh seluruh pasukan berada dalam posisi nya masing masing.
"Para penyihir dan pemanah berada di paling belakang agar aman, pasukan infantri mulai membangun formasi di garda depan untuk menghalang inferno wolf agar tidak menuu markas kita, lalu kavaleri akan dibagi menjadi 2 pasukan, 1 pasukan ke arah kanan dan 1 nya lagi menuju ke arah kiri, saat inferno wolf sedang menyerang infantri kalian pasukan kavaleri mulai menerobos dari arah kanan dan kiri dengan kecepatan penuh dan terus ulangi hal itu, lalu penyihir penyembuh kau harus patroli ke garda depan, jika ada pasukan kita yang tumbang segera bawa ke markas dan sembuhkan dia, lalu pasukan Elite sang raja, lalu 300 pasukan infantri, 100 penyihir, 500 pemanah dan Raja Rafael akan ikut dengan ku, kita akan memburu sang Raja inferno wolf"ucap Corazon menjelaskan strategi serta posisi masing masing pasukan.
"tidak usah lama lama lagi cepat berada dalam posisi kalian!!"teriak Corazon.
Lalu Corazon, Rafael serta seluruh pasukan yang dibawa untuk mengalahkan Raja Inferno wolf pun mulai menaiki kuda yang tersedia dan mulai bergerak dengan cepat ke arah kanan agar tidak terlihat oleh pasukan Inferno wolf yang lain.
Akhirnya 100 pasukan inferno wolf mulai menyerang pasukan infantri dengan cepat, beberapa pasukan inferno wolf menembakan api dari mulutnya, untung nya pasukan infantri dapat menahan apinya dengan perisai walaupun perisai nya harus meleleh karena panas.
Pasukan pemanah dan penyihir pun mulai menyerang inferno wolf dari belakang, penyihir merapalkan sihir es dan air yang merupakan kelemahan inferno wolf, dan para pemanah harus melapisi panah mereka dengan sihir agar kuat dan tajam agar dapat menembus kulit keras Inferno wolf.
Lalu pasukan kavaleri pun mulai menabrak inferno wolf dengan tombak nya hingga tertancap di tombak nya dan mengulangi nya terus menerus.
Peperangan sengit antara pasukan melawan inferno wolf pun terus berlanjut, terlihat di markas sudah ada 750 pasukan yang terluka, dan sudah ada 150 pasukan yang sudah meninggal dunia akibat serangan inferno wolf, lalu seluruh pasukan yang terluka sedang di obati oleh penyihir penyembuh, akan tetapi itu korban segitu adalah hal yang wajar untuk melawan 100 inferno wolf, dan terlihat sudah ada 50 inferno wolf yang sudah tumbang di tanah.
pasukan Corazon pun sudah menemukan sang Raja dan mulai menyergap nya, terlihat tinggi nya sekitar 10 meter memiliki bulu berwarna merah tua.
"Besar sekali dia"ucap Corazon terkejut.
---------------------------BERSAMBUNG------------------------------
Jangan lupa untuk:
Like untuk mendukung karya ini.
Rating karya ini juga jika menurut kalian bagus.
Komen, boleh komentar pendapat, keunggulan, atau keburukan pun tidak apa apa untuk pelajaran kedepannya juga.
Favoritkan karya ini agar tidak ketinggalan saat update ya.
Ini 100% karya orisinil dari penulis, tidak plagiat atau meniru dari karya lain.