
Di sebuah benua yang bernama Ainsworth, terdapat banyak sekali kerajaan kerajaan yang berdiri disana,
WindLand adalah salah satu kerajaan terbesar dan termegah yang ada di benua Ainsworth, WindLand juga adalah kerajaan yang paling banyak sejarah nya,pusaka nya dan lain sebagainya, konon WindLand sudah berdiri sejak tahun 190 Aidens.
Tahun 1589 Aidens, di kerajaan WindLand.
"Aaa pengen lengser deh rasanya saya sudah capek jadi raja, tugasnya numpuk banget"ucap Raja Theo Von WindLand XII sembari meregangkan tubuh sambil duduk.
"Jangan terus mengeluh Raja Theo,mengeluh tidak akan membuat tugas mu selesai"ucap Bahdur sang sekretaris kerajaan sembari merapikan tempat kerja Raja Theo.
"Aa aku ada ide cemerlang Bahdur"ucap Theo dengan semangat.
"Aku rasa ide mu itu bukan ide cemerlang" ucap Bahdur kepada Theo dengan wajah yang tidak percaya.
"Tidak tidak aku yakin ini adalah ide cemerlang agar tugas ku cepat selesai HAHAHA"ucap Theo sembari tertawa berbahak bahak.
"Emang nya apa ide cemerlang mu itu Raja Theo"ucap Bahdur
"Bagaimana jikalau kita....siapkan pesta besar besaran"ucap Theo dengan bangga.
"Hah itu yang kau sebut dengan ide cemerlang yang bisa menyelesaikan tugas mu itu?? Sudah kuduga idemu itu benar benar buruk Raja"ucap Bahdur sembari menghela nafas.
"Tunggu Bahdur aku belum selesai berbicara Bahdur"ucap Theo sembari tangan telunjuknya mengarah ke kanan dan ke kiri.
"Huft okey okey akan ku dengarkan, ayo lanjutkan Raja Theo"ucap Bahdur.
"Mengapa kita harus mengadakan pesta besar besaran Bahdur??" Ucap Theo.
"Yaaa untuk mengurangi harta kerajaan??"ucap Bahdur.
Seketika pintu tempat kerja Raja Theo di dorong dengan keras oleh seseorang.
"AAAAAA!!!" Suara teriakan Theo dan Bahdur saat pintu di dorong.
"Tidak boleh yang mulia Raja Theo" ucap kahl sang bendahara kerajaan.
"Bisa tidak kau ketuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk kahl" ucap Theo sesudah menjerit.
"Ehem maaf yang mulia" ucap Kahl.
"Ya okey jangan diulangi lagi ya kahl kau membuat kami berdua terkejut bodoh" ucap Theo mengintimidasi Kahl.
"Jadi mengapa kita tidak boleh mengadakan pesta kahl??" Ucap Bahdur dengan penasaran.
"Jadi begini Bahdur dan Yang mulia, keuangan kerajaan kita memang menumpuk tetapi jika kita pakai uang tersebut untuk mengadakan pesta besar besaran tanpa alasan tertentu itu bisa membuat kita rugi Yang mulia" ucap Kahl.
"Ya memang sih tapi kita membuat pesta bukan sekadar pesta biasa Kahl"ucap Theo dengan yakin.
"Emang pesta seperti apakah itu Yang Mulia??" Ucap Kahl dan Bahdur dengan penasaran.
"Kita....akan....membuat....pesta....ke...lengseran Raja HAHAHAHA"ucap Theo sembari tertawa keras sampai seisi Ruangan bergema.
"HAHHH!!!!"ucap Kahl dan Bahdur dengan terkejut.
"Jadi itu yang kau maksud dengan mengadakan pesta dan tugas mu selesai semua kah Theoo"ucap Bahdur dengan geram.
"Iya betul sekali sekretarisku yang pintar itu sama saja dengan sekali dayung 2-3 pulau terlampaui HAHAHA"ucap Theo dengan bangga.
"Tapi Yang mulia jikalau engkau lengser siapa yang akan menjadi Raja selanjutnya??"ucap Kahl dengan penasaran.
"Tentu saja anak pertamaku yang ganteng Hahaha"ucap Theo sembari membangga banggakan anaknya.
"Owhh iya juga ya Raja sudah menikah saya lupa hehehe"ucap Kahl dengan malu.
"Jadi kau mau melimpahkan tugas mu itu kepada anakmu Hah Raja Theo??" Ucap Bahdur dengan kesal.
"Betul sekali" ucap Theo.
"Sialan kau Theoo"ucap Bahdur dengan berteriak.
"Sudah sudah tahan amarahmu Bahdur" ucap Kahl sembari menenangkan Bahdur.
"Iya iya sudah aku sudah tenang"ucap Bahdur.
"Bagaimana jika kita tanya terlebih dahulu kepada Anak pertamamu Yang mulia??apakah dia siap menjadi Raja selanjutnya atau tidak" ucap Kahl.
"Woah itu ide yang bagus Kahl,Penjaga!!"ucap Bahdur dengan berteriak.
"Siap pak,Ada yang bisa saya bantu??"ucap penjaga sembari memberikan hormat kepada Raja.
"Tolong Panggilkan Pangeran Rafael kemari,Cepatt!!"ucap Bahdur dengan berteriak.
"Siap laksanakan pak"ucap penjaga dengan berteriak.
Seketika penjaga meninggalkan ruang Raja dan berlari menuju aula tengah kerajaan, sesampainya 2 penjaga itu di aula tengah kebetulan sekali disana ada sang Ratu Inglis Von WindLand, Pangeran pertama Rafael Von WindLand, pangeran kedua Daniel Von WindLand, dan Putri ketiga Blanche Von WindLand yang sedang berbincang disana sembari berdiri.
"Hormat kepada Keluarga Kerajaan WindLand" ucap para penjaga dengan berteriak sembari tunduk kepada keluarga Kerajaan WindLand.
"Owh ada apa para penjaga?"ucap Inglis dengan tersenyum kepada para penjaga.
"Kami di perintahkan Raja Theo untuk membawa Pangeran Rafael ke Ruang Raja Secepatnya"ucap para penjaga sembari tunduk.
"Aku??dipanggil oleh ayah??"ucap Rafael dengan bingung.
"Betul pangeran"ucap para penjaga
"Ada apa ya kira kira ayah memanggilku??"ucap Rafael dalam hati.
"Baiklah aku akan kesana, aku duluan ya ibu,dan adik adik ku"ucap Rafael.
"Jikalau begitu kami permisi Ratu"ucap penjaga sambil berdiri dan mulai mengikuti Rafael.
Sesampainya para Penjaga dan Pangeran Rafael menuju Ruang Raja.
"Ayah ada apa kau memanggilku padahal aku sedang berbincang dengan ibu dan adik adiku yang imut" ucap Rafel dengan cemberut.
"Hahaha maaf kan aku Rafael tetapi jika tidak sekarang ayah tidak tau lagi kapan akan memanggilmu"ucap Theo dengan serius.
"Emang nya ada apa yah?? Sampai sampai ada paman Bahdur dan Paman Kahl disini?? Ayah tidak melakukan tindakan yang konyol lagi kan??"ucap Rafael dengan tatapan sinis.
"Hohoho tentu tidak Pangeran tetapi ayahmu ini ada ide cemerlang yang saaangat cemerlang sampai sampai saya dan Kahl terkejut dan segera memanggilmu kesini"ucap Bahdur sembari menatap sinis kepada Raja Theo.
"Memang ada apa??"ucap Rafael dengan penasaran.
Seketika suasa di ruangan hening seperti tidak ada tanda tanda kehidupan.
"Raja Theo ingin LENGSER dari jabatan nya dan ingin kau yang seorang Pangeran pertama menggantikan nya"ucap Kahl dengan wajah serius.
"APAA!! Oi Oi Ayahandaaa kenapa kau ingin lengser dari jabatan mu hah???"ucap Rafael dengan berteriak.
"Tenang tenang Rafael,alasan ayah ingin lengser dari jabatan ini adalah karena ayah sudah tua,ayah sekarang sudah berumur 59 tahun dan ayah sudah tidak sanggup lagi untuk mengemban tugas sebagai raja"ucap Theo dengan memelas.
"Jangan dipercaya pangeran, Yang mulia hanya sudah capek dan tugas nya menumpuk karena itu dia ingin lengser dan ingin melimpahkan tugas nya kepada anda pangeran" ucap Bahdur menyela pembicaraan.
"Owh jadi karena itu ya"ucap Rafael dengan wajah kesal.
"Huft tapi karena menurut peraturan kerajaan WindLand raja harus Lengser pada masa jabatannya saat sudah berumur 60 tahun, jadi aku bisa saja menggantikan ayah untuk menjadi raja"ucap Rafael sembari tersenyum.
"Ah betul juga dan kebetulan minggu depan saya ulang tahun HAHAHA" ucap Raja dengan gembira.
"Jikalau begitu Rafael apakah kau siap untuk menjadi Raja selanjutnya dari kerajaan WindLand ini??"ucap Kahl dengan serius.
"Ya saya siap"ucap Rafael dengan tegas.
"Baiklah jikalau begitu minggu depan kita akan membuat Upacara peringatan kelengseran sang Raja sekaligus Upacara Pelantikan Raja baru kerajaan WindLand,Kahl siapkan dana untuk membuat upacara serta pesta besar besaran kita,Bahdur siapkan barang barang serta biaya yang kita perlukan untuk membuat pesta dan upacara besar besaran dan para penjaga umumkan hal ini kepada para rakyat secepatnya"ucap Theo dengan tegas
"Jangan membuat Harga Diri kerajaan kita jatuh, buatlah pesta besar besaran dan upacara besar besaran kita sukses besar, oiya Bahdur undang seluruh para Bangsawan serta keluarga kerajaan lain untuk hadir"ucap Theo dengan tegas.
"SIAP YANG MULIA!!"ucap Bahdur,Kahl serta para penjaga dengan tegas.
"Dan Rafael persiapkan dirimu untuk menjadi raja selanjutnya"ucan Theo.
"Baik Ayahanda"ucap Rafael dengan hormat.
"Sekarang Bubar dan kerjakan tugas kalian masing masing cepat!!"ucap Raja Theo dengan tegas.
Beberapa lama kemudian Bahdur,Kahl,Rafael dan penjaga meninggalkan ruang raja.
"Semoga saja Upacara Pelantikan Raja baru serta Pesta besar besaran yang akan diadakan minggu depan berjalan dengan lancar"ucap Theo dengan khawatir.
-----------------------------BERSAMBUNG----------------------------