
Tahun 1859 Aidens, bulan November tanggal 22. Daniel dengan Kucius, Gale, dan Owupi harus menerima ujian dari para pahlawan terdahulu yaitu untuk mengalahkan Cerberus bagaimanapun caranya.
Setelah Daniel diselamatkan oleh Lucius dan Gale, Daniel pun langsung mengambil ancamg ancang untuk menyerang Cerberus.
Daniel pun langsung berlari menuju Cerberus yang sedang sibuk menyerang Gale dan Lucius, lalu Daniel pun mencoba menebas kepala Cerberus itu dan Cerberus itu pun terkena serangan nya akan tetapi hanya kena 1 kepala saja, akan tetapi syukurlah jika kena.
"Lihat kan Margus, dia dapat menebas kepala Cerberus yang keras itu loh" ucap Gaze kepada Margus.
"Itu pasti berkat Pedang itu" ucap Margus dengan yakin.
Owupi yang melihat ada celah dari cerberus iyu pun langsung mengambil kuda kuda untuk memanah mata Cerberus itu. Owupi pun langsung membentuk sebuah panah yang terbuat dari api dan langsung melontarkan nya ke mata Cerberus itu.
Panah api tersebut meleset dan terkena bada Cerberus itu, seketika badan Cerberus itu pun terbakar akibat panah yang di tembaakkan oleh Owupi tadi.
Cerberus yang merasa terpojok langsung berlari secepat kilat menuju Owupi. Owupi yang baru menyadari dia mengejar nya telat untuk menghindari Cerberus itu. Cerberus itu pun langsung menyundul perut Owupi dengan kepalanya dengan keras.
Owupi pun terlontar cukup jauh dan terkena sebuah pohon saan terkena sebuah pohon, Owupi pun langsung kesakitan dan mulai batuk darah.
Daniel, Lucius dan Gale yang melihat nya langsung menyerbu Cerberus itu secara serentak dan mulai berkolaborasi, Lucius dan Gale yang membawa perisai di tangan nya mulai menggunakan perisai itu dengan baik, Lucius dan Gale menyerang tubuh Cerberus itu dan langsung menahan cakaran Cerberus dengan perisainya, Sedangkan Daniel sedang merapalkan sebuah sihir tingkat menengah.
"Lucius!!, Gale!!, cepat menyingkir" ucap Daniel berteriak kepada mereka berdua, mereka berdua pun dengan segera melompat ke belakang saat mereka berdua melihat bahwa Daniel sudah berhasil merapalkan mantra nya.
"Water Spear!!" teriak Daniel memunculkan sebuah tombak air di telapak tangan nya dan langsung di lemparkan ke arah Cerberus itu dengan cepat.
Tanpa bisa menghindar Cerberus itu pun menyemburkan Api dari mulut nya, dan Air itu pun berubah seketika menjadi sebuah uap dan menghilang.
melihat sihir itu tidak mempan, Cerberus itu pun langsung dengan cepat menyerang Lucius dan Gale hingga terluka cukup parah.
Daniel yang melihat rekan rekan nya terluka pun terpuruk dan langsung melontarkan sebuah sihir sembari berteriak.
" LIGHT OF JUDGEMENT!!!" Teriak Daniel kehilangan kesadaranya.
Seketika muncul 4 lingkaran sihir di atas Cerberus itu, dan langsung mengeluarkan sebuah Cahaya yang seukuran dengan Cerberus itu, Cerberus itu pun langsung menjadi Debu seteah mengenai Cahaya itu.
Margus pun langsung terkejut melihat hal itu, begitu juga dengan Gaze dan Haru, karena sihir Light of Judgement adalah sihir tingkat Raja yang dapat membunuh se ekor naga dengan sekali serang.
setelah Cerberus itu hilang menjadi debu, Daniel pun langsung tumbang akibat kehabisan Mana dan langsung di tolong oleh Gaze.
"Kau sudah menguji kelayakan mu menjadi pahlawan, Daniel" ucap Gaze sembari memegang Daniel agar tidak terjatuh.
Margus dan Haru pun langsung membawa mereka ber empat kembali ke tempat mereka tadi tidur.
Para padukan yang melihat nya secara spontan mengeluarkan pedang dari sarung nya dan diarahkan ke Gaze dan kawan kawan.
"Oy oy ada apa ini, mengapa kami di acungkan senjata?" tanya Gaze
"Apa yang kalian lakukan keoada Yang mulia!!" teriakm salah satu pasukan kepada Gaze.
"Owh mereka, mereka mengantuk dan tertidur di tanah" jawab Gaze sembari tersenyum.
"mana mungkin mereka percaya pada alasan seperti itu Bodoh" ucap Margus berbisik kepada Gaze.
" Owh jadi begitu, baiklah, bawa Yang mulia ke karavan sebelah sana untuk di obati" ucap salah satu prajurit, dan seluruh prajurit pun langsung menyarungkan pedang mereka kembali.
"Mereka Bodoh atau pura pura Bodoh, kengapa mereka percaya dengan alasan aneh macam itu" ucap Margus sembari menggeleng gelengkan kepala.
Sesudah itu mau tidak mau, karena tidak ada kuda yang tersisa Margus pun ikut masuk ke dalam Karavan yang dipakai untuk menyembuhkan Daniel dan kawan kawan.
sesudah itu pun mereka langsung berangkat lagi menuju Kerajaan Takru.
mereka pun telah menemukan jalan setapak menuju gerbang masuk ke kerajaan Takru dalam waktu 2 hari.
Seluruh pasukan pun mengikuti jalan setapak itu. Setelah beberapa saat, Benteng yang mengelilingi kerajaan Takru sudah terlihat, terlihat di gerbang masuk Kerajaan banyak sekali orang yang mengantri untuk masuk. Daniel dan yang lainnya pun harus menunggu antrian nya untuk masuk.
Setelah beberapa saat mereka pun mulai mengurus sesuatu agar bisa masuk ke kerajaan Takru.
"Mengapa kami harus di cek seketat ini?" tanya Gaze kepada para penjaga gerbang.
"karena akhir akhir ini banyak pengunjung yang melakukan keributan karena membawa bom dan benda benda berbahaya dari luar, mohon kartu identitas nya?" ucap penjaga gerbang.
Gaze pun memberi kartu identitas nya kepada para penjaga gerbang.
" Gaze Von Archne ya, Tempat lahir nya di Kerajaan WindLand" gumam penjaga gerbang yang mengurus kartu identitas.
"Pak karavan mereka semua nya aman" teriak para penjaga gerbang yang mengurus karavan.
" Baiklah, satu pertanyaan terakhir sebelum masuk, apa tujuan kalian kemari sembari membawa pasukan sebanyak ini??" tanya penjaga gerbang yang mengurus kartu identitas.
"Kami hanya ingin bertemu dengan Raja kerajaan ini" jawab Gaze.
"untuk apa kalian mencari Baginda Raja?" tanya penjaga gerbang itu lagi.
"Ada sesuatu hal yang penting yang ingin kami diskusikan dengan Beliau, ini masalah yang cukup penting" jawab Gaze.
"Baiklah jika memang seperti itu, tapi mohon jangan membuat keributan di dalam kerajaan ini" ucap penjaga gerbang tadi.
"okey" ucap Gaze sembari tersenyum sedikit.
Seluruh pasukan Daniel pun mulai memasuki kerajaan Takru, sesudah itu mereka pun langsung menuju ke sebuah penginapan untuk menginap sembari menunggu Alva, Diablo dan Marduk.
Setelah sampai ke penginapan, mereka pun dengan segera memesan banyak kamar untuk para pasukan, dan kawan kawan Daniel, penjelasan resepsionis, satu kamar terdapat 2 kasur dan ruangan yang cukup besar, mungkin cukup untuk 5 orang. Mereka pun memesan 20 kamar kepada Resepsionis tersebut untuk bermalam selama sehari.
Resepsionis itu pun menghitung biaya kamar tersebut, karena 1 kamar seharga 5 koin perak dan 6 koin tembaga sehingga memakan jumlah 100 koin perak dan 120 koin tembaga.
untuk pasukan yang dibawa oleh Daniel sudah memakan 13 kamar, termasuk Daniel, Lucius, Owupi, Gale, Haru, Gaze, dan Margus.
Selang beberapa saat, akhirnya rombongan Alva beserta 15 pasukan penyihir elite nya datang dan langsung bertemu Daniel yang sudah umayan sembuh.
"Astaga kau kenapa Daniel?" tanya Alva dengan penasaran.
"Banyak hal yang terjadi, Hehehe" jawab Daniel.
"nih kunci kamar pasukan kalian, sekamar 5 orang ya" ucap Daniel sembari memberikan 3 kunci kamar kepada Alva dan 3 kunci kamar juga kepada Diablo.
"loh kok cuman 3?" tanya Alva.
" karena Alva kau sekamar dengan ku, dan Diablo dengan Gaze" jawab Diablo.
"Siapa itu Gaze?" tanya Diablo kepada Daniel.
" ah nanti akan ku perkenalkan, sekarang masuklah ke kamar kalian dan bersiap siaplah untuk makan malam" jawab Daniel sembari memberi tau dimana kamar daniel dan Gaze.
Sesudah mereka menyimpan barang barang penting mereka di kamar, seluruh pasukan turun ke bawah untuk makan malam bersama.
Setelah seluruh pasukan duduk di kursi tempat makan penginapan itu, datanglah rombongan terakhir yaitu Marduk dengan 5 bawahannya.
Marduk pun di beritau bahwa dia sekamar dengan Gaze dan diablo, lalu mereka di beri 1 kunci terakhir untuk mereka.
Mereka pun ke kamar mereka terlebih dahulu untuk membereskan barang barang mereka dan turun ke baeah kembali untuk ikut makan.
"Baiklah perkenalkan 3 rekan kita yang baru" ucap Daniel menunjuk Gaze, Haru dan Margus.
"Perkenalkan saya Gaze Von Archne saya adalah manusia, umur saya hampir mencapai 133 tahun dan saya pengguna pedang besar, salam kenal" ucap Gaze mengenalkan dirinya kepada semuanya.
"Baiklah, saya Haru, Haru von Hiria, seperti yang kalian lihat, aku Elf, laki laki, umur ku hampir mencapai 251 tahun aku pengguna busur, salam kenal" ucap Haru kepada semuanya.
"Kalau saya Margus Von Errack saya adalah penyihir, seorang Sage dengan Atribut sihir kayu, tanah, angin dan penyembuhan, umur saya hampir mencapai 156 tahun, sekian" ucap Margus.
" Salam kenal juga, Margus, Gaze, dan Haru," teriak semuanya mepada mereka.
"Pak bukan kah dia adalah pahlawan zaman dulu?"tanya padukan iblis kepada Diablo.
"Ya sepertinya benar, dia adalah sang pahlawan terdahulu, aku masih ingat dengan jelas Aura nya" ucap Diablo.
"baiklah mari kita berpesta setelah sekian lama" ucap Daniel memeriahkan suasana.
seluruh pasukan pun mulai berpesta, banyak sekali makanan mewah dan minuman yang sangat enak di sajikan di atas meja mereka, para pasukan memakan semuanya dengan lahap dan gembira.
Setelah beberapa lama seluruh pasukan sudah Tertidur di tempat makan itu.
Gaze yang masih sadar pergi ke luar penginapan untuk melihat langit yang penuh dengan bintang. Diablo yang melihat dia keluar mulai mengikutinya.
"Sebenarnya apa tujuan mu Gaze" tanya Diablo.
"kau sudah tau siapa aku ya, memang Ras Iblis sangat sensitif ya"ucap Gaze.
"sudah, tidak usah basa basi lagi, jawab saja pertanyaan ku" ucap Diablo sembari marah.
"okey okey, alasanku cukup sederhana, aku hanya ingin membimbing para penerusku agar cukup kuat untuk membunuh Hydra, tidak seperti kami yang hanya bisa menyegelnya" ucap gaze.
"baguslah jika memang seperti itu" ucap Diablo
"kalau kau?" tanya Gaze kepada Diablo.
"dia telah menyelamatkan nyawaku, jadi aku harus balas budi kan"jawab diablo.
"Yah kau Iblis yang cukup baik ya, tidak seperti pahlawan iblis waktu itu" ucap Gaze
"Hahaha pastinya, aku harus baik jika ingin mengambil hati para Rakyat kan"ucap Diablo.
"yah baiklah, mari kita kembali lagi ke dalam" ucap Gaze.
"Baiklah kalau begitu" ucao Diablo.
Mereka berdua pun mulai masuk kembali ke dalam penginapan dan kembali ke kamar, meninggalkan orang orang yang tertidur di ruang makan tadi.
Keesokan paginya....
"Hoaamm" ucap Daniel sembari meregangkan tubuh.
"Ehhhh kok aku tidur disini??"tanya Daniel dengan keheraanan
"owh aku ingat kemarin malam kan kami abis berpesta, baiklah aku harus ke kamar mandi untuk mandi dan bersiap siap menuju istana Takru" ucap Daniel
Daniel pun pergi ke kamar maandi untuk membersihkan muka dan pergi mandi dan berendam menggunakan air hangat.
Sesudah selesai Daniel pun menggunakan baju Kerajaan WindLand yang disiapkan khusus untuk Daniel, yaitu baju kerajaan yang sangat mewah dengan warna dasar putih dan emas, dan celana berwarna putih.
"Kalian banguun, cepat pergi siaap siap, kita akan pergi menuju istana, ayo cepat!!" teriak Daniel sehingga membuat para pasukan terkejut dan terdengar ke lantai atas juga sehingga membuat Gaze dan Diablo terbangun dan langsung buru buru secara bergantian ke kamar mandi untuk maandi.
Beberapa jam telah berlalu...
Semua pasukan pun sudah siap dengan pedang di pinggang mereka,dan memakai baju pelindung lengkap, begitu juga dengan para penyihir dan pemanah yang sudah memegang senjata mereka.
Seluruh pasukan beserta rekan rekan Daniel dan para pahlawan zaman dahulu mulai menaiki kuda mereka, kecuali Margus yang harus duduk dengan terpuruh di karavan sendirian.
"Kenapa nasib ku beginiiii" ucap Margus sembari sedikit menangis.
-----------------------------BERSAMBUNG----------------------------
Jangan lupa untuk:
Like untuk mendukung karya ini 👍👍😁
Rating karya ini juga jika menurut kalian bagus ⭐⭐⭐⭐⭐.
Komen, boleh komentar pendapat, keunggulan, atau keburukan pun tidak apa apa untuk pelajaran kedepannya juga.
Favoritkan karya ini agar tidak ketinggalan saat update ya.😁😁
Ini 100% karya orisinil dari penulis, tidak plagiat atau meniru dari karya lain.