The Adventures Of The Hero

The Adventures Of The Hero
Eps 6 Rekan Baru.



Daniel beserta Lucius, Gale, dan Owupi dengan cepat menyerang barisan Reaper yang tak terhitung banyak nya.


"Tring Tring" suara senjata yang terkena aabit sang Reaper.


Suara itu sangat terdengar dengan sangat jelas, Daniel pun dengan cepat mengarahkan pedang nya menuju Reaper yang saat ini berada di hadapannya, namun sayang nya Reaper itu sangat gesit dan mampu menghindari seluruh serangan Daniel.


Reaper tersebut melontarkan serangan sabit nya kepada Daniel dengan cepat, Daniel yang menyadari nya langaung menghindari serangan tersebut, namun nahas nya Daniel tergores serangan itu di bagian tangan sebelah kirinya.


Setelah sabit Reaper tersebut tertancap di tanah akibat serangan barusan, dengan cepat Daniel langsung menebas kepalanya dengan cepat.


"Ternyata monster tingkat C ini Sangat kuat ya, apalagi jika melawan Grim Reaper yang tingkat A"gumam Daniel setelah berhasil menebas Reaper tadi.


Terlihat di sekeliling nya banyak sekali mayat bangsa Elf tergeletak di tanah akibat peperangan ini dan juga banyak sekali Mayat Reaper yang tergeletak di mana mana, rumah serta hutan tersebut terbakar karena sihir yang di lontarkan oleh seorang penyihir Elf.


Terlihat dari kejauhan Grim Reaper tersebut sedang merapalkan mantra Tingkat tinggi nya untuk membunuh bangaa Elf tersebut, dengan sigap Lucius melemparkan pedang yang tergeletak dan mengarahkan nya ke Grim Reaper yang sedang merapalkan mantra nya, dengan sigap Grim Reaper tersebut menghindari serangan Lucius tadi dang langsdung terbang dengan kecepatan tinggi menuju arah Lucius.


Lucius yang tidak dapat menandingi kecepatan tersebut, hanya bisa menghindar dengan lamban, lalu Grim Reaper tersebut melontarkan serangan ke arah Lucius dan seketika serangan tersebut mengenai perut Lucius.


Darah yang menetes keluar dari perut Lucius terus mengalir tanpa henti mengenai sabit sang Grim Reaper, lalu sang Grim Reaper tersebut mengibaskan sabit nya sehingga darang yang ada di sabit itu menghilang karena terhempas.


Daniel yang saat itu melihat Lucius tertusuk hanya dapat berdiam diri, setelah Lucius jatuh tersungkur ke tanah, Daniel pun mulai diliputi oleh amarah nya, Daniel yang diliputi oleh amarah tersebut mulai berteriak sekencang kencang nya dan mulai berlari menuju Grim Reaper tersebut.


Grim Reaper yang melihat Daniel berlari ke arahnya dengan cepat Grim Reaper tersebut mulai menebas udara degan sabitnya, dan muncul sebuah tebasan berwarna merah mengarah ke arah Daniel yang tidak lain itu adalah sebuah sihir angin yang di lontarkan oleh sang Grim Reaper.


dengan cepat Daniel menghindarinya dan mulai melontarkan sihir cahaya nya ke arah Grim Reaper.


"Star Blessing"ucap Daniel merapalkan sihir cahaya nya ke arah Grim Reaper.


Dengan cepat muncul sebuah bintang yang sangat terang dan berjumlah 100 mengarah ke arah Grim Reaper, saat serangan itu mengenai Grim Reaper, muncul sebuah ledakan yang dahsyat dari serangan tadi.


Saat ledakan itu berhenti muncul sebuah debu yang sangat banyak setelah ledakan tadi, sang Grim Reaper tadi mulai mengeluarkan sihir angin nya agar kumpulan debu itu menghilang dari pandangannya.


Saat kumpulan debu tersebut hilang, Grim Reaper mulai melihat sekeliling nya untuk mencari keberadaan Daniel, Daniel dengan cepat muncul di belakang Grim Reaper tersebut dan mulai menebasmya, sayang nya tebasan tersebut hanya mengenai pundak nya yang mengakibatkan tangan sebelah kirinya putus.


"HAHAHA kau Manusia yang Cukup menarik"Tawa Grim Reaper tadi.


"Sudah lama aku tidak terpojok seperti ini ya, oy Manusia bagaimana jika kita membuat kesepakatan?"tanya Grim Reaper tersenut kepada Daniel.


"Kesepakatan apakah itu?"tanya Daniel.


"Jika aku menang kau harus menyerahkan pedang mu itu, dan jika aku kalah aku akan melayani mu hingga aku mati"ucap Grim Reaper tersebut dengan tegas.


"Bagaimana kesepakatan yang menarik kan?." tanya Grim Reaper tersebut.


Terlihat dari raut wajah Daniel bahwa Daniel sedang berpikir.


*Apakah aku harus menuruti perkataan nya, bagaimanapun kesepakatan nya terlihat meyakin kan, dan jika dia kalah dia akan mengabadikan hidup nya untuk ku, akan tetapi bagaimanapun juga dia adalah Monster tingkat A, Hmmm*ucap Daniel salam hati.


"Baiklah aku akan menurutinya"ucap Daniel meyakinkan.


"Baiklah jika begitu"ucap Grim Reaper tersebut dengan senang.


Lalu dengan cepat mereka berlari dan terdengar bunyi yang sangat hebat karena aenjata mereka yang saling bersentuhan.


Dan dengan cepat Grim Reaper mundur selangkah dan mulai melontarkan sihir kegelapan yang berbentuk tombak kepada Daniel.


Daniel mulai menghindari tombak tombak tersebut namun ada beberapa tombak yang menggores dirinya, Daniel hanya bisa menahan rasa sakitnya yang luar biasa itu.


Dengan cepat seorang penyihir merapalkan mantra untik menyembuhkan Daniel dari belakang.


"Jangan mengganggu pertarungan ku!"ucap Grim Reaper mengintimidasi Penyihir tersebut.


Dengan cepat Grim Reaper tersebut menghilang dari pandangan Daniel dan tiba tiba saja Grim Reaper tersebut muncul di belakang Penyihir tadi dan mulai menebas perut nya hingga terbagi menjadi dua.


Daniel yang melihatnya langsung merapalkan sihir tingkat tinggi nya dan mengarahkan nya kepada Grim Reaper yang sedang berdiri di hadapan penyihir tadi.


"Kau, berani berani nya kau membunuh penyihir ituu, Holy Beam"ucap Daniel.


Seketika muncul sebuah lingkaran sihir yanh besar di depan telapak tangan Daniel dan mulai muncul sebuah sinar berwarna emas keluar dari lingkaran sihir tersebut dan mengarah ke arah Grim Reaper tersebut.


Grim Reaper yang terkejut dengan serangan mendadak Daniel, mulai merapalkan sihir tingkat tinggi untuk membalas nya.


"Death Breath" ucap Grim Reaper.


Tiba tiba saja muncul sebuah lingkaran sihir yang besar dan berwarna hitam di depan telapak tangan nya dan mulai mengeluarkan sinar berwarna hitam pekat dan menabrak sinar cahaya milik Daniel.


Saat kesua sinar tersebut bersentuhan mulai muncul senuah angin yang sangat besar terjadi di sana.


Owupi yang menyadari pertarungan tersebut mulai berlari ke arah Daniel untuk membantunya.


"Daniel akan ku bagikan sisa sihir ku kepadamu"ucap Owupi dengan meyakinkan


Mendengar perkataan Owupi tadi, Daniel pun langsung mengangguk menandakan bahwa iya setuju.


Seketika Owupi meletakkan tangan nya di pundak Daniel dan mulai mengalirkan energi aihir milik nya.


Daniel yang meraaakan bahwa energi sihirnya meluap luap, langsung dia kerahkan untuk memperkuat sinar tersebut.


Tak lama kemudian sinar cahaya milik Daniel mulai memukul mundur sinar kegelapan milih Grim Reaper, dan sinar cahaya milik Daniel tersebut mulai mengenai Grim Reaper tadi.


Seketika terjadi ledakan yang aangat dahsyat sehinggal mementalkan Daniel dan Owupi cukup jauh.


Setelah itu Grim Reaper nampak masih bertenaga dan nampak seperti tidak terluka sama sekali.


Daniel dan Owupi hanya bisa pasrah melihat kekuatan monster tingkat A ini tidak terluka sama sekali, setelah tterkena sihir yang sangan besar barusan.


"HAHAHA Aku kalah ya"ucap Grim Reaper tertawa.


"SEMUA PASUKAN BERKUMPUL DI BELAKANGKU!"teriak Grim Reaper kepada para Reaper yang tersisa.


Seketika seluruh Reaper menuruti perintah Grim Reaper dan mulai mundur dan berkumpul di belakang nya, terlihat ada 25rb pasukan Reaper nya yang masih hidup.


"Sesuai Janjiku, aku akan menjadi bawahanmu jika aku kalah"ucap Grim Reaper sembari berlutut di hadapan Daniel dan Owupi.


25rb pasukan Reaper langsung mengikuti Grim Reaper dan mulai berlutut di hadapan Daniel dan Owupi.


"tunggu mengapa aku yang menang?"tanya Daniel keanehan karena sedari tadi tidak ada satupun serangan nya yang mengakibatkan luka fatal kepada Grim Reaper.


"Kau tidak sadar ya? Sedari tadi serangan mu dapat mengenaiku, padahal selama ini tidak pernah ada serangan yang dapat mengenaiku"ucap Grim Reaper menjelaskan hal yang terjadi.


"mungkin kau tidak sadar, tetapi aku adalah Grim Reaper tingkat A+, HAHAHA"ucap Grim Reaper membanggakan dirinya.


"Tunggu, tingkat A+?, bukannya Grim Reaper itu Tingkat A ya?"tanya Daniel keanehan.


"mungkin dia adalah monster yang sudah berevolusi" ucap Owupi.


Seketika tubuh Grim Reaper bercahaya dengan sangat terang.


"A... Apa yang terjadi?" tanya Lucius dan Gale saat menghampiri Daniel.


Saat Tubuh Grim Reaper sudah selesai bercahaya, seketika jubah yang dia pakai berubah menjadi warna merah dan bilah sabit nya berwarna biru karena terbuat dari mithril.


"Hahaha aku berevolusi"ucap Grim Reaper gembira.


"Di.... Dia adalah Marduk" ucap Owupi ketakutan.


"Ya aku sudah berevolusi menjadi Ras Reaper yang paling Kuat dan unggul yaitu Marduk"ucap Grim Reaper tadi.


"Bukannya Marduk itu monster tingkat S ya?" tanya Daniel.


"Betul Tuanku, sekarang saya adalah monster tingkat S"ucap Grim Reaper membanggakan dirinya.


"Sesuai kesepakatan tadi, Saya Marduk beserta bawahan saya akan menjadi Abdi setia Pangeran Daniel"ucap Grim Reaper yang sudah berevolusi.


"Jika Tuan dalam bahaya Panggil saja nama saya, dan saya akan dengan cepat membantu Tuan"ucap Marduk sembari berlutut.


"Baiklah jika begitu, terima kasih ya Marduk"ucap Daniel tersenyum sembari berjabat tangan dengan Marduk.


"Baiklah karena tugas ku sudah selesai, saya izin pamit undur diri"ucap Marduk.


"Silahkan saja" ucap Daniel.


"Gate"ucap Marduk, dan seketika muncul sebuah portal besar yang muncul di depan nya.


"Kalau begitu saya pamit"ucap Marduk sembari berjalan menuju arah Portal tadi beserta degan 25rb pasukan Reaper nya.


Saat Paaukan Reaper tadi selesai menuju portal tadi, seketika Portal tadi lenyap dari hadapan mereka.


"Bencana ini Akhirnya selesai ya"ucap Owupi sembari duduk akibat kaki nya lemas.


"Untung saja Marduk tadi tidak melanjutkan serangan nya, jika dia melanjutkan serangan nya bisa bisa kita mati disini"ucap Gale.


"Ah sudah tidak apa apa Pangeran, saya di sembuhkan oleh Gale tadi"ucap Lucius dengan senyum nya.


"Saya mengucapkan Terima kasih yang sebesar besarnya kepada kalian karena sudah membantu mempertahankan kota ini"ucap Owupi sembari berlutut ke hadapan Daniel.


"Ah tidak usah berlutut begitu Owupi"ucap Daniel merasa tidak enak.


"Hahaha baiklah, jikalau begitu mari kita ke dalam istana ada yang perlu kalian omongkan ya kan?"ucap Owupi.


"Tentu saja Owupi"ucap Daniel.


Mereka pun mulai berjalan menuju istana milik kota tersebut dan menyerahkan pembangunan ulang kepada para Rakyat Elf.


*****


Sesampainya di istana.


owupi pun mulai duduk di singgasana milik nya.


"Baiklah, apa yang ingin kalian bicarakan?"tanya Owupi.


"Saya ingin bertanya perihal legenda Naga Hydra"jawab Daniel kepada Owupi.


"owh legenda yang itu ya, baiklah apa yang ingin kalian tanyakan?"tanya Owupi kembali.


"Apakah Owupi tau dimana letak busur Elbow yang di katakan di dalam legenda tersebut?"ucap Daniel kembali bertanya.


"Busur Elbow ya, saebelum itu mengapa kalian ingin mengetahui letak busur itu?"tanya Owupi.


"Karena kerajaan WindLand di serang oleh Behemoth yang adalah salah satu bawahan setia Hydra"jawab Daniel.


"Jadi legenda itu benar ya, maaf tetapi Elbow disimpan di kerajaan Elf bukan disini"jawab Owupi dengan kecewa.


"Huft, jadi begitu ya, baiklah jikalau begitu"ucap Daniel.


"Maafkan aku, tetapi jikalau tidak salah Elbow hanya bisa dipakai oleh Bangsa Elf kan?"tanya Owupi.


"Ya benar sekali"jawab Daniel.


"Jikalau begitu, biarkan aku ikut dalam petualangan kalian dalam mengalahkan Hydra"ucap Owupi dengan tersenyum.


"Tidak boleh yang mulia!"ucap sekretaris dan bendahara kota.


"tetapi jika tanpa mereka kota ini akan hancur, dan aku hanya ingin membalas kebaikan mereka yang sudah mempertaruhkan nyawanya demi kota ini" ucap Owupi.


"Tetapi yang Mulia...."


"Tidak! Aku akan tetap ikut mereka"ucap Owupi memotong pembicaraan Sekretaris dan bendahara.


"Yang mulia Daniel, saya harap anda mau membawa Owupi ini, walaupun umurnya sudah tua tapi dia masih muda dalam hal fisik"ucap Sekretaris.


"Ya jika kalian menyetujuinya, maka kami akan bersedia membawa Owupi"ucap Daniel dengan tersenyum.


"Terima kasih banyak Yang mulia Daniel" ucap Owupi dengan bahagia.


Seketika saja ada seorang prajurit elf yang mendobrak pintu dan langsung berlutut dihadapan Owupi dan lainnya.


"Lapor Yang Mulia!"ucap prajurit itu.


"Kau Lancang Prajurit, mengapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dahulu"teriak Sekretaris kepada prajurit.


"Sudahlah, mungkin dia lupa karena ini hal genting"ucap Owupi memaklumi hal yang dilakukan oleh prajurit tadi.


"Maaf jika lancang yang mulia, tetapi Raja Els sedang menunggu anda di depan istana ini"ucap Prajurit tadi.


"A... Apa Raja Els?"tanya Owupi dengan terkejut.


"Betul yang mulia"jawab Prajurit Elf.


"Baiklah mari kita menjumpai nya, dan Prajurit katakan pada Raja Els kami akan segera kesana" ucap Owupi.


"Baik Yang mulia"ucap Prajurit tadi Sembari berdiri dan langsung berlari menuju Raja Els.


Owupi, serta Daniel, Lucius dan Gale mulai berjalan menuju kedepan istana untuk menjumpai Raja Els.


"Selamat datang di kota ini Raja Els, dan mohon maaf jika situasi di kota ini sedang tidak bagus"ucap Owupi.


"Baiklah tidak apa apa, karena saya sudah tau apa yang terjadi di sini, maksud dari kedatangan ku kesini adalah untuk berbincang cincang dengan Pangeran WindLand"ucap Raja Els.


"Ingin berbicara dengan ku??"tanya Daniel.


"Ya betul pangeran" Jawab Raja Els.


"Baiklah jikalau begitu, bagaimana jika kita masauj ke ruangan terlebih dahulu agar lebih enak berbicara nya?"tanya Owupi.


"baiklah jikalau begitu, ku terima tawaran mu"ucap Raja Els mengiyakan tawaran Owupi.


"Dan kalian jagalah istana ini dari luar!"ucap Raja Els kepada pasukan yang dibawanya.


"Baik Paduka Raja"ucap Para Prajurit dengan Tegas.


Mereka pun mulai memasuki istana dan menuju ruang makan untuk berbincang bincang sembari memakan cemilan.


"HAHAHA ternyata Daniel ini masih muda yaa"ucap Raja Els sembari tertawa.


"Tentu saja"ucap Daniel membalas pertanyaan nya.


"yah tidak ku sangka Raja Elss itu orang yang Ramah ya, kukira kau itu orang yang judes dan berwibawa"ucap Daniel.


"Yah begitulah, karena aku tidak ingin terlihat lemah di hadapan pasukan ku"ucap Raja Els.


"Baiklah maksud dari tujuanku kemari adalah untuk meminta pertolongan"ucap Raja Els.


"Pertolongan macam apakah itu Raja?"tanya Daniel dengan penasaran.


"Beberapa hari ini di istana kerajaan ku mulai terjadi sesuatu yang cukup mengkhawatirkan"ucap Raja Els.


"Apakah itu??"tanya Daniel dengan penasaran.


"setiap malam pasti ada aja yang menghilang, dan saat ketemu pasti sudah dalam keadaan yang memprihatinkan, yaitu bagian jantung nya yang hilang"ucap Raja Els.


"dan yang menghilang itu pasti penghuni istana atau para tamu dari kerajaan lain" ucap Raja Els sembari menghela nafas.


"Apakah itu monster?"tanya Daniel.


"belum tentu itu monster Pangeran"jawab Lucius.


"Ya betul, bisa jadi itu adalah iblis yang lepas kendali"ucap Gale dengan serius.


"jika emang itu Iblis, seharusanya cepat ketauan dong"tanya Daniel.


"Belum tentu, karena mereka bisa berkamuflase atau menyamar menjadi manusia dengan sempurna"ucap Gale.


"ah jadi begitu ya"ucap Daniel.


"Ah bagaimana jika kita meminta tolong pada Marduk?"teriak Daniel karena mendapatkan ide cemerlang.


"Marduk itu bukannya monster tingkat S ya?" tanya Raja Els.


"betul dan kebetulan saja Marduk itu bersumpah setia untuk menjaga Daniel dari hal apa pun itu, akibat pertarungan kemarin"ucap Lucius menjelaskan.


"Marduk! Aku butuh bantuan mu"teriak Daniel.


Seketika muncul sebuah portal kecil di depan mereka, dan Marduk pun keluar dari portal tersebut.


"Perlu bantuan apa?, Pangeran"tanya marduk.


Daniel pun mulai menjelaskan apa yang terjadi kepada marduk.


"owh jadi begitu ya, ini mungkin saja perbuatan Iblis yang lepas kendali, biasa nya iblis ini akan lebih brutal dari iblis manapun dan menyerang manusia yang berada di dekatnya"ucap Marduk.


"Tapi ada satu cara agar Iblis tersebut tidak lagi lepas kendali, Yaitu......"


----------------------------BERSAMBUNG-----------------------------


Jangan lupa Like, Komen, Rating Dan Favoritkan karya ini jika kalian suka yaa.


Okeh selamat membaca kembali.