
Tahun 1589 Aidens,Bulan Oktober Tanggal 30 Pada hari jumat, Marduk yang sedang meracik Ramuan dari 4 bahan yang sudah di sediakan oleh Kerajaan Lua dan Kota Elf.
"Baiklah Ramuan nya sudah jadi"ucap Marduk dengan senang.
"Langkah terakhirnya adalah..."
"Adalah apa Marduk?"tanya Daniel penasaran.
"Kita hanya perlu mencari Iblis tersebut dan menangkapnya, jujur itu mungkin susah, tapi ya mau bagaimana lagi"ucap Marduk.
"Emang sesulit itu?"tanya Daniel kembali kepada Marduk.
"Ya itu sih tergantung tingkat iblisnya, jika iblis tersebut tingkat bawah ya berarti jika lepas kendali itu bisa di kategorikan level D, tetapi jika yang lepas kendali nya tingkat Atas itu bisa di kategorikan level A dan jika tingkat Raja itu bisa dikategorikan level S, ya setingkat dengan ku"ucap Marduk.
"kalau begitu, kira kira iblis yang kepas kendali sekarang itu, bisa di kategorikan tingkat apa?"tanya Raja Els.
"Kita akan tau jika aku melihatnya"jawab Marduk.
"Baiklah sudah saat nya kita beristirahat dan menunggu waktu malam"ucap Marduk.
"Hohoho yasudah jika begitu, Pelayan"ucap Raja Els sembari tepuk tangan seperti memberi isyarat kepada para pelayan.
"Ada yang perlu saya bantu Yang Mulia?" ucap 8 pelayan yang tadi.
"Antarkan mereka ke kamar mereka masing masing"ucap Raja Els.
"Silahkan lewat sini Tuan-tuan"ucap 8 pelayan dengan serempak.
Owupi, Gale, Lucius, dan Daniel di antar oleh para pelayan menuju kamar mereka masing-masing yang sudah di sediakan oleh Raja Els.
Sedangkan Marduk hanya berjaga di atap istana, menunggu sang Iblis datang dan menangkap nya.
Hari Sudah mulai gelap, Marduk yang sedang berjaga di atap istana merasakan ada aura-aura yang tidak enak di rasa.
"Sepertinya Sang iblis sudah muncul ya"gumam Marduk dengan senyum sinis nya.
Seketika Marduk pun menghilan dari atap dan pergi menuju aura yang tidak enak dirasa itu, sesampainya Marduk disana, Marduk menyadari bahwa ternyata selama ini Sang iblis itu mengikuti mereka dari awal masuk ke dalam Istana, saat ini Marduk berada di gerbang masuk istana.
"Ternyata iblis yang satu ini tingkat Raja ya"ucap Marduk.
Tiba- tiba saja muncul sebuah bayangan dari belakang batang pohon yang tertanam di setiap pojok istana.
"Kau ternyata menyadarinya ya Marduk"ucap sang iblis.
"Aku cukup terkejut, ternyata iblis yang lepas kendali itu ternyata masih memiliki kesadarannya ya..."ucap Marduk.
"Memang ini hal langka untuk dilihat, tetapi beginilah keadaannya"ucap sang iblis.
"jadi apakah kau mau ditolong atau tidak?"ucap Marduk menunjuk salah satu bayangan yang baru saja keluar dari belakang batang pohon.
"Tentu saja saya mau, Rasa nya sangat menyakitkan jika terus saya tahan"ucap Sang Iblis.
"Perkenalkan saya adalah Diablo salah satu dari 3 Raja Iblis"ucap Diablo sembari menahan rasa sakit.
"Kau cukup tenang di sana,aku akan kesana untuk memberi mu ramuan ini"ucap Marduk sembari berjalan menuju Diablo.
"A... Aku sudah tidak tahan lagi"ucap Diablo sembari mengerang kesakitan.
Marduk yang menyadarinya langsung berlari ke arah Diablo dengan cepat, Namun usahanya Sia- sia, Tiba tiba saja muncul Aura yang sangat besar dari Diablo dan sebuah gelombang anin yang besar, Marduk yang tidak siap menerima gelombang itu terhempas dengan cepat.
"Cih... Tampaknya aku harus serius menghadapimu ya Diablo"ucap Marduk.
"Sepertinya aku akan terluka parah di pertempuran kali ini, cih.. Mana lawanku adalah salah satu dari 3 Raja Iblis" Gumam Marduk.
"Marduk!"Teriak Daniel dengan keras sembari berlari menuju Marduk.
"Pangeran, mengapa anda ada disini?"tanya Marduk.
"Aku mana mungkin tidur nyenyak selagi bawahanku sedang bersusah payah menyerang iblis"ucap Daniel.
"Pangeran... Saya sungguh berterima kasih kepada pangeran"ucap Marduk terharu.
"tidak usah berterima kasih, sekarang coba beri tau siapa dia dan apa tingkat nya?"tanya Daniel dengan serius.
"Dia adalah Diablo, salah satu dari 3 Raja iblis yang ada di dunia ini, tingkat nya sudah pasti S"ucap Marduk dengan serius.
"Lawan yang cukup sulit ya... Baiklah, mari kita kalahkan dia"ucap Daniel.
"Baik Pangeran"ucap Marduk.
Marduk dan Daniel pun mulai mengeluarkan senjata mereka masing masing, Daniel pun mulai mengalirkan Mana Cahaya nya ke pedang tersebut.
Marduk pun mulai mengulurkan tangan nya ke udara dan munculah sebuah portal hitam yang cukup kecil, tangan Marduk pun memasuki portal tersebut, saat dikeluarkan munculah sabit yang terbuat dari mithril dari portal tersebut.
"Ayo kita serang dia, Marduk!" teriak Daniel dengan semangat nya yang berkoar koar.
Diablo pun mulai mengeluarkan pedang kehancuran nya yang berwarna hitam dengan api yang melapisi pedang tersebut.
Diablo mulai berlari menuju Marduk dan mengarahkan pedang nya ke Marduk, dengan cepat Marduk menangkis pedang Diablo dengan Sabit kebanggaannya.
Daniel pun tiba tiba muncul dari belakang Diablo yang mulai menusuk Punggung Diablo, Diablo yang mengetahuinya mulai berbalik ke arah Daniel dan menendang perut nya dengan sekuat tenaga.
Daniel yang berusaha mencoba menghindar tetapi tidak bisa karena tendangannya yang sangat cepat hanya bisa pasrah, Daniel pun terlontar cukup jauh hingga menabrak dinding yang mengelilingi istana tersebut.
"Uhuk.... Uhuk... Dia... Sangat kuat ya"ucap Daniel sembari batuk darah.
"Pangeran!"teriak Marduk dengan cemas.
"Dasar Iblis Sialan.. Berani beraninya kau menyerang pangeran"Teriak Marduk dengan kesal.
Marduk pun mulai mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menyerang Diablo, Marduk pun mulai melapisi Sabitnya dengan Aura kematian nya sehingga sabit yag tadi nya sangat indah, sekarang berubah menjadi hitam pekat yang mengerikan.
"Summon... Grim Reaper"ucap Marduk merapalkan sihir pemanggilan.
Seketika muncul 2 buah lingkaran sihir berwarna merah, dan muncullah 2 Grim Reaper dari portar tersebut.
"Serang dia Grim Reaper"perintah Marduk kepada 2 Grim Reaper yang tadi di panggil nya.
"Siap Yang Mulia"teriak kedua Grim Reaper tadi dengan serempak.
Ke 2 Grim Reaper tadi pun mulai mengarahkan sabit nya kepada Diablo, Diablo pun dengan cepat menangkis kedua sabit yang menghampirinya dengan cepat.
Marduk yang melihat ada celah untuk menyerangnya, mulai berlari dengan cepat dan mulai mengarahkan sabitnya ke perut Diablo.
Dan akhirnya sabit Marduk dapat mengenai perut Diablo, walaupun tidak terlalu dalam.
"ukhh.. Beraninya kalian kepada ku"Teriak Diablo.
Marduk yang merasa akan ada serangan besar langsung menyuruh bawahannya mundur dengan cepat.
"Siapa kalian? Berani beraninya kalian menyerang Raja Iblis"teriak salah satu Iblis yang terlihat seperti pemimpin gerombolan iblis tadi.
"Saya Marduk, saya mohon bantuannya untuk menenangkan Raja iblis kalian"teriak Marduk.
"Kenapa kami harus mematuhi perintah anda?"tanya Pemimpin gerombolan iblis tadi.
"Raja kalian terkena penyakit yang mengakibatkan dia lepas kendali"teriak Marduk.
"Apa!! Raja Iblis kami lepas kendali?"teriak Pemimpin gerombolan iblis.
"kalau tidak percaya, lihat saja sendiri"ucap Marduk.
Para gerombolan iblis itupun menyadari bahwa Raja Iblis mereka lepas kendali.
"Apa kalian sudah percaya? Jika sudah rapalkan mantra rantai penyegel kepadanya"perintah marduk.
"baiklah, Para Pasukan ku Rapalkan mantra rantai penyegel, Chain Absolute"teriak pemimpin gerombolan iblis tadi.
"Chain Absolute"rapalan mantra para iblis.
Seketika keluar rantai berwarna hitam dari tanah dan mulai mengikat kedua tangan dan kedua kaki Diablo.
"Bagus, pertahankan"ucap Marduk.
Marduk pun mulai berlari dan mengeluarkan botol ramuan yang sudah di buatnya, Marduk pun mulai membuka ramuan tersebut dan memaksa Diablo meminun Ramuan tersebut.
Diablo yang meminum ramuan tersebut mulai mengerang kesakitan karena efek ramuannya, lalu dengan cepat Marduk beserta 2 bawahannya dan Daniel lari sekuat tenaga meninggalkan Diablo yang sedang mengeranag kessakitan.
"Barier"rapalan mantra pelindung milik Marduk.
dan munculah dinding yang dapat tembus pandang mengelilingi Diablo.
"Kenapa harus pakai pelindung?"tanya Daniel keanehan.
"Jika tidak pakai bisa bisa kita terhempas oleh aura nya yang menggebu gebu"ucap Marduk.
"jikalau begitu.... Barier"rapalan mantra pelindung milik Daniel, dan muncul sebuah dinding yang tembus pandang mengelilingi Diablo.
Setelah beberapa saat Barier milik Marduk dan Daniel hancur akibat Diablo, tetapi untung nya saat ini Diablo sudah tidak lepas kendali lagi.
Tidak terasa matahari sudah mulai terbit Raja Els yang mengetahui tentang hal itu langsung membungkuk meminta maaf karena tidak dapat menolong pada saat itu.
Owupi,Gale,dan Lucius pun ikut membuungkuk meminta maaf kepada Daniel dan Marduk.
setelah beberapa saat Diablo dan gerombolan iblis lainnya diperbolehkan masuk menuju istana untuk istirahat.
"Saya ucapkan terima kasih yang sebesar besarrnya kepada anda Marduk dan Daniel, tanpa kalian mungkin saya suddah menghancurkan istana ini HAHAHA"ucap Diablo sembari tertawa.
"Ya, sama sama Diablo"ucap Marduk.
"Diablo kau jangan beritahu yang lain bahwa kau adalah salah satu dari 3 raja iblis, cukup aku dan Daniel yang tau akan hal ini" ucap Marduk melalui telepati agar tidak terdengar oleh yang lain.
"Hahaha baiklah Marduk"jawab Diablo dalam telepati.
"Sebagai Rasa terima kasih ku, aku akan ikut kalian dalam ekspedisi membunuh Hydra"ucap Diablo.
"Apakah boleh?"tanya Diablo.
"Tentu saja boleh"jawab Daniel dengan senang.
"Baiklah sekarang tinggal 3 Ras lagi dan 4 senjata legenda lagi yang perlu kita cari"ucap daniel.
"Apa sajakah itu?"tanya Diablo.
"Ras Ogre, Ras Malaikat, Dan Ras Shadow untuk 3 ras nya, lalu untuk senjata tentu saja Kapak destroyer untuk Ogre, Belati Hundred untuk Ras Shadow, Sabit kematian untuk Ras Iblis, dan Tombak Bhadra dan perisai Eclipse untuk Ras Malaikat"ucap Daniel.
"Apa! Ras malaikat pun juga akan ikut?"tanya pemimpin gerombolan iblis.
"betul sekali"ucap Daniel sembari tersenyum.
"Anda tidak boleh ikut Yang Mulia"ucap pemimpin gerombolan iblis sembari berteriak.
"Yang Mulia?"tanya Raja Elssann yang lainnya.
"hancur sudah Rencana ku"ucap Marduk di dalam hati.
"Iya betul dia adalah salah satu dari 3 Raja iblis, dia adalah Diablo sang pemusnah"teriak pemimpin gerombolan iblis.
"Ehh!!!"teriakan Raja Els dan yang lainnya karena terkejut.
"Maaf saya belum memperkenalkan diri, saya adalah Diablo Von Abyss III, dari kekaisaran Abyss"ucap Diablo sembari membungkuk.
"Abyss bukan nya kekaisaran terkuat setelah Magnolia ya?"tanya Daniel.
"Betul sekali Daniel"ucap Diablo.
"Kau lancang Kaisar Diablo, dia adalah Pangeran Daniel dari Kerajaan WindLand"ucap Lucius.
"wah wah maaf jika saya lancang pangeran"ucap Diablo.
"Tidak apa apa, panggil saja aku Daniel"ucap Daniel.
"Hahaha baiklah"ucap Diablo.
[Penjelasan singkat : mengapa sang kaisar Diablo dianggap lancang kepada Pangeran Windland? Padahal kaisar adalah pangkat yang lebih tinggi dari Raja, alasannya karena WindLand adalah salah satu dari kerajaan berpengaruh pada zaman dulu, yang membuat WindLand sangat dihormati dan di takuti oleh beberapa kerajaan dan kekaisaran, salah satunya adalah Abyss, karena pada zaman dulu Abyss masihlah sebuah kerajaan dan di taklukan oleh Raja WindLand III pada masa pemerintahan Raja Abyss ke I, yang sehingga dibuatlah surat genjatan senjata dan surat pengabdian selamanya kepada Kerajaan WindLand.]
Lanjut:
"Sekarang kita akan kemana yang mulia?"tanya Lucius.
"kita akan ke gunung Ogria kita akan mencari rekan Ogre disana"ucap Daniel.
"Maaf saya yang mulia, saya tidak bisa membantu yang mulia ikut dalam ekspedisi, tetapi jika yang mulia membutuhkan bantuan jangan segan segan untuk memberitahu kami"ucap Raja Els sembari membungkuk kepada Daniel.
"Tetapi sebagai gantinya saya akan menyediakan karavann untuk kalian bepergian dan 16 pasukan yang tadi"ucap Raja Els.
"Maaf Daniel kami akan ke kekaisaran kami terlebih dahulu untuk membawa senjata dan perlengkapan kami, kami akan menunggu di Ogria nanti"ucap Diablo.
"Baiklah jika begitu, dan terima kasih atas karavan dan pasukannya Raja Els"ucap Daniel.
Diablo dan pasukannya membungkuk dan mulai meninggalkan istana dan pergi dengan terbang menuju kekaisaran mereka.
"Baiklah kita juga akan berangkat"teriak Daniel sembari pergi ke halaman istana untuk menaiki Karavan yang sudah di sediakan oleh Raja Els.
----------------------------BERSAMBUNG-----------------------------
Jangan lupa Like, Komen, Rating, dan Favoritkan/subscribe karya ini jika suka ya, See You Next Time, dan Let"s Reading semua, Salam 06.