Take Care Of Me

Take Care Of Me
33. Rosa keluar dari sekolah



Kini Nara baru saja telah bangun dari tidurnya setelah ia tidur seharian


"Ah, badanku sakit sekali"


Ia merasa badannya sakit, namun ia tetap harus pergi ke sekolah.


Ia pun mulai beranjak ke kamar mandi


Tak lama kemudian, Nara telah selesai melakukan ritual mandinya. Dan sekarang tubuhnya menjadi sangat Fresh


Setelah itu, ia langsung pergi ke sekolah


Sesampainya disekolah


Nara berjalan menuju ke kelasnya. Namun saat berjalan menuju ke kelasnya ia berdiri bahwa dirinya harus lebih tegas kepada Rosa.


"Kek nya gue harus memperingati Rosa deh. Tapi gimana ya, supaya nggak menimbulkan keributan disekolah?"


Nara berfikir keras untuk menghindari Rosa agar Rosa tak terus menganggu Arvin dan dirinya


***


"Triing"


Bel istirahat telah berbunyi, saat Rosa hendak keluar dari kelas, Tiba tiba Nara memanggilnya


"Rosa"


Rosa pun menoleh


"Ada apa?"


Lalu Nara pun menghampiri Rosa, saat Nara hendak menghampiri Rosa, tentu saja Rara kepo, namun Nara hanya berbicara pada Rara bahwa dirinya ingin berbicara pada Rosa.


Nara pun berjalan mendekati Rosa


"Rosa, gue mau ngomong sama Lo sekarang bisa?"


"Yaelah mau ngomong apaan cepetan gue udah laper"


"Yaudah ayo kita ke Taman sebentar"


Lalu Nara dan Rosa kini pergi ke taman. Saat mereka berjalan ke teman, Arvin melihat Nara yang sedang bersama Rosa.


Lalu Arvin pun mengikuti Nara diam diam


"Cepetan mau ngomong apaan"


"Rosa, gue langsung ke intinya aja. Lo bisa nggak jangan ganggu gue, Lo bisa nggak Gausah Deketin Arvin lagi. Lo bisa nggak Gausah ngerjain gue terus"


"Sorry ya Nara, gue terlalu benci sama Lo. Lo itu sok cantik sok pinter. Dan Arvin itu bakal gue terus rebut"


"Jadi Lo cuma mau membahas soal ini? Yaelah Nara Lo takut kalah saing ya?"


"Rosa! Gue serius sekarang. Lo bisa nggak? Jangan ganggu gue"


"Bisa, asalkan Lo lepasin Arvin, dan Gausah sok cantik dan pinter. Udah ya byee"


Rosa langsung pergi begitu saja meninggalkan Nara. Nara pun kesal dengan sikap Rosa


"Harus di apain sih tu orang"


Lalu Nara pun setelah itu ia langsung pergi ke kelas lagi. Hari ini dia sungguh tidak ingin makan. Dia hanya memikirkan bagaimana bisa ia menjauhkan Rosa dari kehidupannya.


"Hahhh panas sekali"


Disaat yang bersamaan, kini Rosa tengah merencanakan sesuatu yang jahat pada Nara.


"Veli, bantu gue ya"


"Oke"


Veli kini pergi ke kelas, untuk mencari Nara. Sesampainya di kelas, ia melihat Nara yang sedang memejamkan matanya.


"Nara!"


Nara yang mendengar hal itu pun terbangun


"Ada apa?"


"Lo disuruh tuh sama Rara ke toilet. Katanya dia butuh bantuan Lo. Gue kan orang nya baik ya"


"Ya terimakasih Veli"


Tanpa berfikir Nara pun pergi ke toilet untuk menghampiri Rara. Mungkin Rara butuh pembalut atau tissue.


Sesampainya di toilet, Nara langsung masuk dan mencari cari Rara


"Ra... Lo dimana?"


Nara mencari cari sembari membuka buka satu persatu toiletnya. Lalu tak lama kemudian, ada seseorang yang mendorongnya lalu ia masuk ke dalam toilet lalu orang itu mengunci Nara di toilet.


"Woiii siapa loo buka"


"Brak Brak Brak"


Ya, orang yang menjebak Nara adalah Rosa. Setelah itu Rosa langsung keluar dari toilet.


"Lo yakin ini nggak bakal ketahuan?"


"Yaelah santai aja kalo Veli... Kan di toilet nggak ada CCTV"


Lalu Rosa pun kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran.


Namun, saat itu juga ada Arvin yang sedang mengikuti Rosa di belakang. Karena di toilet tidak ada CCTV, maka Arvin merekam semuanya dengan hp agar bisa menjadi Bukti.


"Rosa.... Kejam sekali kau"


Geram Arvin saat tau Nara Berada di toilet


Karena jam istirahat telah Habis, Arvin harus Segera kembali ke kelas.


"Maaf Nara, untuk saat ini aku tinggalin kamu. Tapi aku janji aku akan menolong mu"


***


Satu jam kemudian


Pelajaran telah berganti, Dan Arvin nekat untuk menemui Bu Retno karena ia sudah tak tega dengan Nara


Sesampainya di kantor


"Ah, selamat siang Bu"


"Ya ada apa Arvin?"


Lalu Arvin langsung menceritakan semua kejadian yang ia lihat dan juga videonya


"Drap drap drap"


Bu Retno langsung masuk ke toilet wanita


"Nara"


"Nara"


"Ah ya Bu"


Bu Retno pun langsung mebukakan pintu toilet yang didalamnya ada Nara. Lalu Bu Retno menyuruh Nara untuk mengikutinya.


Lalu Bu Retno juga memanggil Rosa untuk ikut ke ruang guru


Nara saat ini masih kebingungan, sebenernya siapa lagi yang memberi tau semua ini


***


Di ruang Guru


"Bu Retno? Kenapa ibu memanggil saya lagi Bu?"


Kini Rosa panik karena ia kembali di panggil Bu Retno. Ia takut kalau tindakannya barusan ketauan sama Bu Retno


"Rosa, apa yang baru saja kamu lakukan dengan Nara?"


Nara yang mendengar itu Sangat kaget


"Apa yang ini juga perbuatan Rosa? Jika ia, Rosa benar benar kurang ajar"


"Rosa, akui kesalahan kamu sekarang, semua sudah ada buktinya"


"Bukti? Bukti apa Bu?"


Lalu Bu Retno pun memperlihatkan video yang Arvin kirim.


Rosa yang Melihat itu pun sangat panik. Dan di saat yang bersamaan, kini Nara juga sangat emosi dengan Rosa


"Rosa, tindakanmu kali ini sudah keterlaluan, kamu dikeluarkan dari sekolah. Ini suratnya"


Nara pun kaget mendengar hal itu, ia tak menyangka bahwa hukuman untuk Rosa Sangat Serius


"Bu? Ini serius? Kan cuma ngunci Nara doang Bu masak saya harus dikeluarkan? Kan sekarang Nara juga bisa keluar Bu? Hiks hiks"


Rosa menangis sembari menjelaskan semua tindakannya


"Akhirnya kamu mengakui juga. Benar kan? Kamu yang melakukan itu"


"Ah, ibu apa tidak bisa dihukum selain di keluarkan dari sekolah?"


"Tidak Nara. Itu hukuman yang harus di berikan pada Rosa"


Rosa menangis histeris di ruangan Bu Retno


"Silahkan keluar Nara, Rosa"


"Ah, iya Bu"


Nara yang melihat Rosa menangis histeris jadi tidak tega.


"Apakah ini Arvin lagi yang menyelamatkanku? Aku harus menemuinya"


Lalu Nara berjalan mendahului Rosa. Saat Rosa tau Nara di depannya, Rosa langsung menjambak rambut Nara dari belakang.


"Eh Nara, dasar Lo bajingan!!!"


Teriak Rosa sembari menjambak Rambut Nara


"Rosa lepaskan"


Lalu Nara pun menjambak balik Rosa. Teriakan mereka terdengar oleh semua orang hingga semua orang kini keluar dari kelas dan memperhatikan mereka.


Tak lama kemudian, Bu Retno datang untuk memisah Nara dan Rosa


"Rosa! Nara! Cukup!"


"Semuanya masuk ke kelas masing-masing"


***


Dikediaman Nara


Saat Ini Nara hanya bersantai sembari melihat ke jendela. Tak lama kemudian ponselnya berbunyi.


Ia pun Segera membuka hpnya. Saat ia membuka notifikasinya, ia tersenyum karena Arvin mengajaknya untuk jalan jalan.


Nara pun langsung bersiap siap untuk ketemu dengan Arvin. Hari ini ia hanya menggunakan Hoodie pink dan celana pendek.


Tak lama kemudian, Nara mendengar suara mobil di depan rumahnya, lalu Nara melihat ke jendela dan ternyata ada mobil Arvin dibawah.


Lalu Nara mengahampirinya


"Arvin"


"Kamu lucu banget malam ini pake Hoodie pink segala"


"Hahaha"


Lalu mereka pun langsung pergi berkencan.


Disaat yang bersamaan kini Rosa tengah Dimarahi orang tuanya


"Rosa! Mama kecewa Sama kamu. Jahat kamu. Hukuman dari mama kamu akan sekolahkan di desa saja. Kamu hidup sama nenek"


"Loh mah? Kok sekolahnya di desa, kan masih ada sekolah lain di kota?"


"Itu hukuman!"


Disaat yang bersamaan kini Nara Tengah menyaksikan kembang api bersama dengan Arvin.


"Arvin, makasih ya... Kamu selalu membantuku"


"Sama sama Nara, terimakasih kamu telah merawat ku"


Lalu mereka pun berciuman


...Tamat ...


...terimakasih sudah membaca teman teman...


...jangan lupa like, komen, Vote...


...semoga kalian suka...