
Lalu Arvin mengajak Nara untuk masuk ke dalam kamarnya. Memang Arvin sengaja mengajak Nara ke kamarnya, karena ada sesuatu yang akan di omongkan oleh Arvin.
"Emmm duduk sini dulu" ujar Arvin yang menuruh Nara untuk duduk di kursi sofa dalam kamar Arvin. Lalu Arvin mengambilkan setangkai bunga mawar merah yang ada di vas bunganya. Lalu Arse duduk disamping Nara.
"Waahh bunganya cantik sekali dan segar" ujar Nara. "Apa kau suka bunga ini?" Tanya Arvin. "Tentu saja" jawab Nara. Sembari mengambil bunga yang ada di tangan Arvin.
Lalu Arvin pun memegang tangan Nara sembari melihat wajah Nara dengan senyuman. Hal itu membuat Nara menjadi malu. "Arse jangan melihat ku seperti itu" ujar Nara.
Namun Arvin tetap saja melihat wajah Nara dengan senyuman. Dan jantung Nara mulai berdebar. "Emm Nara aku mau ngomong" ujar Arvin. "I iya ngomong aja" ujar Nara
"Nara...aku menyukai mu. Mau kah kau menjadi pacar ku?" Tanya Arvin sembari menatap mata Nara. Nara pun kaget mendengar pernyataan dari Arvin. Karena Nara juga begitu mencintai Arvin akhirnya Nara menerima Arvin. "Aku juga mencintaimu Arvin" ujar Nara sembari tersenyum.
"Serius?" Tanya Arvin. Nara pun mengangguk. Lalu Arvin mencium tangan Nara dan mereka pun berpelukan. "Terimakasih Nara..." Ujar Arvin sembari memeluk Nara
Tak lama kemudian, Arvin pun mengantarkan Nara pulang, karena sudah malam juga. 20 menit kemudian, Arvin telah sampai dirumah Nara. Namun Arvin tiba tiba memasang wajah yang sedih.
"Kamu kenapa Arvin? Kok wajah kamu sedih?" Tanya Nara sembari melihat wajah Arvin. "Kita udah pisah lagi baru juga ketemu" ujar Arvin yang bucin dengan Nara. Nara yang mendengar itu pun tertawa kecil "hahahahah Lucu ya kamu ternyata" ujar Nara
"Jangan sedih kan besok masih bisa bertemu lagi" ujar Nara sembari memegang pipi Arvin. Lalu Nara pun memberi ciuman di pipi Arvin sebelum ia keluar dari mobil. "Cup bye bye..."
Sesampainya di rumah. Nara pun sekarang benar-benar bahagia karena dirinya baru saja jadian dengan Arvin. "Huuffffff apakah malam ini aku bisa tidur nyenyak? Sepertinya tidak bisa. Aku akan tersenyum senyum terus sepanjang malam ini" ujarnya
Keesokan harinya. Pagi pagi ini jam 6:20 menit Nara sudah siap untuk pergi ke sekolah. Dan pagi ini Nara akan berangkat bersama Arvin.
"Pagi ibu... Pagi ayah...." Nara menyapa kedua orang tuanya dengan wajah yang sangat bahagia. "Bahagia sekali kamu nak?" Tanya Ayahnya. "Hari ini Nara pergi duluan ya...udah di jemput sama teman di depan. Nara sarapan di sekolah ayah, ibu" ujar Nara.
"Siapa dia..?" Tanya Ayahnya. Lalu Nara tak menghiraukan ayahnya. Ia langsung pergi begitu saja. "Udahh lahh masak kamu nggak paham sih sama anak muda" sahut dokter Fey.
Sesampainya di mobil
"Arvin, kamu sudah siap?" Tanya Nara. "Em aku sudah siap" ujar Arvin mengangguk. Lalu mereka pun segera berangkat ke sekolah.
Sesampainya di sekolah, sebelum masuk ke kelas, Arvin dan Nara pergi ke kantin untuk sarapan. "Kamu duduk disini aja dulu ya, aku akan ambilin makanannya" ujar Arvin
Tak lama kemudian makanan sudah diambil Arvin. "Ini sarapannya, kamu mau minum apa?" Tanya Arse. "Nggak usah aku minum air putih aja aku bawa air putih kok" ujar Nara
Saat ini kantin mulai Rame. Lalu Arvin tiba tiba membuka mulutnya di depan Nara. "Nara... Aakkk" ujar Arvin memberi kode minta di suapin. "Hahaha" Nara tertawa kecil, namun ia tetap memberi suapan untuk Arvin.
Lalu tak lama kemudian, bell sekolah pun telah di bunyikan, semua murid murid pun mulai ke kslas. "Kamu ke kelas aja dulu, aku mau nungguin Aldo sama Reno dulu" ujar Arvin
Lalu Nara pun pergi ke kelas sedangkan Arvin masih menunggu Aldo dan Reno. Namun, tak lama kemudian, mereka pun datang. "Eh lu kok lama banget bell nya udah di bunyiin Lo" ujar Arvin
"HOS HOS HOS" mereka datang dengan wajah yang sangat capek. "Gua ketiduran, semalem habis begadang" ujar Aldo. Lalu Mereka pun segera masuk ke kelas sebelum telat.
3 jam kemudian bell istirahat pun telah dibunyikan. Lalu Arvin pun menghampiri Nara ke kelasnya. Saat Arvin menghampiri kelas Nara, teman teman Arvin pun bertanya pada Arvin. "Eh lu ngapain Vin kesini?" Tanya temannya. "Mau nyamperin Nara" ujar Arvin. "Cieeee udah jadian ya Lo" temannya, lalu Arvi. Mengangkat alisnya sebelah.
Saat itu pun Rosa juga kaget mendengar pernyataan itu dari Arvin. "Ha? Masak sih mereka udah pacaran?" Ujar Rosa Dalam hati. Lalu Rosa melihat gerak gerik Arvin. Arvin memberi minuman coklat untuk Nara.
"Kamu ngapain ke sini?" Tanya Nara. Lalu Arvin menaruh es coklat di meja Nara. "Ha! Ini untukku?" Tanya Nara. Lalu Arvin pun mengangguk. Nara pun begitu sangat senang karena dapat minuman kesukaannya.
"Ini baru bell istirahat kamu kok udah dapet minumannya sih" ujar Nara. Lalu Nara meminum es coklat yang di belikan oleh Arvin. "Sruuupp emmm segar banget" ujar Nara. "Kamu mau ketaman?" Tanya Arvin. "Boleh" jawab Nara
Lalu mereka berdua pun ke taman. Saat mereka hendak keluar kelas, tiba tiba Rosa menahan Arvin.
"Arvin" ujar Rosa sembari memegang tangan Arvin. Lalu Nara pun melirik tangan Arvin yang di pegang oleh Rosa. Lalu Arse pun melepaskan tangannya yang di pegang Rosa.
"Ada apa?" Jawab Arvin. "Kamu mau kemana?" Tanya Rosa ke Arvin. "Aku mau ke teman sama Nara bye" seperti biasa Arvin selalu cuek dengan orang lain.
Lalu Arvin pun meninggalkan Rosa begitu saja dan keluar dari kelas bersama Nara. "Arvin, lepasin ya, malu taukk" ujar Nara, lalu Nara pun melepas gandengan tangan Arvin.
Lalu Arvin pun ngambek karena Nara melepas gandengan tangannya. Arvin berjalan dengan sedikit cepat dan ia menyalip Nara.
Nara yang tau itu pun ia langsung ketawa "pfffttttt hahahhahaha" lalu Nara pun berjalan di samping Arvin lagi. "Kamu ngambek astaga...." Ujar Nara
Lalu Nara pun semakin gemas untuk menggoda Arvin. Ia berjalan lebih depan di bandingkan Arvin "wleeee"
"Hey beraninya kau seperti itu" ujar Arvin lalu Arvin pun mengejar Aurora. Mereka pun kejar kejaran sampai tiba di Taman.
Setibanya ditaman
"HOS hos hos perutku sakit" ujar Nara yang capek. "Kamu sih siapa yang suruh lari lari" ujar Arse yang kelelahan juga. Lalu mereka pun duduk di taman.
"Aku cuma lari kamu yang mengejar" ujar Nara. Lalu Arvin pun Menyengir "kalo aku nggak mengejar pasti akan nggak dapat" ujar Arvin. Lalu Nara pun tersenyum bahagia mendengar ucapan dari Arvin.