Take Care Of Me

Take Care Of Me
24. Minta maaf



"Iya Bu Terimakasih kalo begitu saya keluar dulu" ujar Arvin. Lalu Arvin pun keluar dari kantor dengan sangat lega karena akhirnya ia bisa membantu Nara.


"Woy mau pulang jam berapa?" Tanya Arvin menepuk pundak Aldo. "Eh Lo udah selesai di kantornya?" Tanya Aldo


"Iya udah" ujar Arvin. "Yaudah kita pulang sekarang aja. Udah malem besok latihan lagi" ujar Aldo. Lalu Aldo dan Arvin pun berpamit dengan teman temannya untuk pulang duluan.


Keesokan harinya


Seperti biasa Sekarang Arvin dan Nara lebih sering berangkat bersama untuk ke sekolah. "Brrrmmm"


Sesampainya di rumah Nara, Arvin melihat Nara yang sudah menunggu nya di depan rumah. Lalu Arvin menyuruh Nara untuk langsung masuk ke mobil. "Klap" lalu mereka pun langsung menuju ke sekolah.


"Nara, nanti kamu duluan aja ya, soalnya pagi ini aku langsung ke lapangan untuk latihan" ujar Arvin


"Em? Oh iya kamu lagi ikut lomba ya.... Yaudah kamu udah sarapan?" Tanya Nara


"Belum aku sarapannya nanti aja. Kalo sekarang nanti bisa muntah kan" ujar Arvin


Nara tersenyum sembari menatap Arvin. "Kenapa kamu liatin aku kayak gitu Nara?" Tanya Arvin yang merasa di lihatin Nara dengan senyum senyum


"Hahaha nggak kok. Aku seneng kamu kelihatan seger banget pagi ini. Dan kamu sekarang udah mulai aktif lagi ya?"


"Ha? Seger? Maksud kamu gimana? Emang biasanya aku kayak apa? Jelek ya?" Tanya Arvin yang tidak mengerti ucapan Nara


"Pfffttttt nggak gitu juga. Kamu kan orang nya jarang senyum. Jadi mukanya kayak garang aja. Tapi sekarang kamu jadi lebih ganteng kalo kayak gitu" ujar Nara


"Ha? Bilang saja kalau selama ini aku tidak ganteng" ujar Arvin sedikit nyengir


Tak lama kemudian, Arvin dan Nara telah sampai di sekolah. "Yaudah aku turun dulu ya. Nanti kamu jangan lupa makan setelah latihan" ujar Nara. "Yah" balas Arvin


Nara pun keluar dari mobil Arvin. Kini Arvin tinggal sendiri di dalam mobil. Lalu Arvin mengaca di dalam mobil sembari berbicara "emang cuma gue ya, yang selama ini merasa ganteng. Emang muka gue nggak halus apa gimana sih?" Tanya nya


Sedangkan Nara yang kini baru saja keluar dari tempat Parkir dan sedang berjalan menuju ke kelasnya. Namun, Nara merasa ada banyak kelas kelas lain yang sedang membicarakan nya saat ia lewat.


"Ih itu si Nara sekarang udah jadi nakal ya"


"He'em tuh betul"


"Terus Akhir Akhir ini dia sering sama Arvin lagi"


"Betul nggak malu ya. Punya masalah di sekolah nggak di urusin tapi malah pacaran.


Bisik bisik anak anak kelas lain terdengar di telinga Nara, meskipun mereka tidak mengeluarkan suara yang keras.


Nara yang mendengar itu pun melirik kanan kirinya. Namun, Nara tak membalas omongan mereka Nara tetap diam dan terus berjalan menuju ke kelasnya.


Lalu saat itu juga ada Arvin di belakangnya yang melihat Nara sedang di bicarakan banyak orang di sekolahnya.


Arvin kesal melihat perlakuan orang orang yang di sekolahnya. namun, Arvin juga merasa senang karena kasus itu sebentar lagi akan terbongkar.


"Sabar Nara....sebentar lagi kamu akan baik baik saja. Kamu akan bahagia" Batin Arvin. Lalu Arvin segera pergi ke lapangan.


Sedangkan Nara yang kini berada dalam kelas dan terdiam. "Sudah ku duga suasana sekolah akan seperti ini. Semua orang akan membicarakan ku" batin Nara sembari malamun.


Lalu tak lama kemudian, Rara dan Novi pun datang. "Dor kok ngalamun sih lu" ujar Novi yang membuyarkan lamunan Nara.


"Ah, Novi ngagetin aja" ujar Nara. Lalu tak lama kemudian Ada Rosa, Rona, dan Veli datang ke kelas dengan senyum senyum bahagia.


Tak lama kemudian Bell masuk kelas pun berbunyi. Semua murid-murid mengikuti jam pelajaran mereka masing masing.


Namun, Hari ini juga ada banyak anak cowok yang latihan bermain sepak bola untuk pertandingan Minggu depan. Hal itu membuat suasana sekolah menjadi sedikit Rame.


"Oke Arvin nice Arvin good job Arvin goal........"


"Huuuuuuu"


"Gilak lu nggak nyangka gua, lu yang pemalas bisa aja jadi kek begini"


"Ding dong" 3 jam kemudian, suara Bell istirahat telah di bunyikan. "Oke anak anak kita lanjutkan latihan nya nanti malam lagi ya. Semangat" ucap pelatih


Lalu Arvin pun pergi ke kamar mandi, dan mengganti bajunya. "Vin, Lo ke kantin kan?" Tanya Aldo. "Iyalah gue belum makan laper juga" ujar Arvin


Setelah mengganti bajunya, Arvin dan Aldo langsung pergi ke ka kantin. Sesampainya di kantin Ada Reno yang melambaikan tangannya menyapa Arvin dan Aldo untuk duduk dengannya.


"Eh itu ada Reno. Duduk disana yuk" ujar Aldo. "Boleh ke sana aja" . Lalu Arvin pun duduk bersama Reno dan Aldo sembari menengok kanan kirinya, mencari Nara. "Kok Nara nggak ada di kantin ya? Emang dia nggak ke kantin apa?" Batin Arvin


Tak lama kemudian, ada seseorang yang memanggil Rosa. "Eh Rosa Lo dipanggil sama Guru BK. Cepet ke sana" ujar Ayu (teman kelas lain). "Hah! Gue emang ada apa lagi sih sial gue Mulu" ujar Rosa


Lalu Rosa pun pergi ke ruang BK untuk menemui Bu Retno. "Permisi ada apa ya Bu. Ibu memanggil saya?" Tanya Rosa. Lalu Guru itu menatap Rosa dengan sangat kejam.


"Kamu tau apa kesalahan kamu?" Tanya Bu Retno . "E, sa salah saya? Ti ti tidak Bu" jawab Rosa.


Lalu Bu Retno membanting buku nya. "Brak" semua orang yang ada di ruang guru itu pun kaget dan langsung terdiam. Begitupun juga dengan Rosa yang semakin takut dengan Bu Retno.


"Akui kesalahan kamu sekarang!" Bentak Bu Retno. Rosa pun kaget dan ketakutan.


"Sa saya tidak salah Bu. Memangnya saya membuat kesalahan apa?" Tanya Rosa


Lalu Bu Retno pun menunjukkan CCTV yang mereka Rosa membuang buku Nara. "Lihat apa yang kamu lakukan. Lihatttt!!!"


Rosa yang melihat Rekaman itu pun kaget dan semakin takut. "E ee ee itu Bu aku membuang buku Nara karena dia mencontek saya" ujar Rosa yang masih tak mau mengakui kesalahannya.


Bu Retno pun semakin marah dengan Rosa. "Rrrrosa kamu ini... Keluar dari sini dan silahkan lari di lapangan sebanyak 10 kal. DAN MINTA MAAF KE NARA SEKARANG!" ujar tegas Bu Retno


"Yahh Bu kok di hukum lagi sih saya. Masak minta maaf juga ke Nara. Nggak mau nggak mau bu" Ujar Rosa yang merengek.


"Kamu minta maaf atau orang tau kamu saya panggil ke sini"


"Yah kok tambah parah sih Bu"


"Minta maaf sekarang Rosa. Jika tidak ibu akan panggil orang tua kamu sekarang"


"I iya iya Bu Saya akan minta maaf ke Nara sekarang"


Lalu Rosa pun keluar dari ruang BK. "Huh sial pakek ketahuan Segala sih. Pakek di suruh minta maaf ke Nara lagi. Nggak level sumpah huhhh" gumam Rosa.


...Terimakasih sudah membaca teman teman...


...Jangan lupa like, komen, Vote, dan Favorit nya...


...Semoga kalian suka...


...Terimakasih...