
Sesampainya di sekolah Rosa Melihat Arvin dan Nara sedang berjalan bersama untuk memasuki ruang kelasnya. Rosa tersenyum nyengir saat melihat Arvin dan Nara.
"Kenapa kayak gitu?" Tanya Arvin
Nara mengangkat kedua pundaknya, lalu ia berjalan memasuki kelasnya dan langsung duduk di kursinya.
"Eh itu si Rosa mau ngerencanain apa lagi? Senyum senyum nyengir kek gitu?" Ucap Rara
"Nggak tau ya, aku masa bodo sih. Paling dia juga mau nyari kesalahan gue lagi" sahut Nara
"Iya sih bagus Lo Nara, Gausah di gubris lah Mak lampir kek gitu" sahut Novi
Tak lama kemudian, seorang guru memasuki kelas B. Semua murid-murid di kelas B pun mulai membuka bukunya dan mengikuti pelajaran. Setelah jam pelajaran selesai, seorang guru memberi informasi pada murid-muridnya.
"Anak anak, Minggu ini kalian akan ada acara camping 2 kelas. Kelas A Dan kelas B akan dibarengkan. Silahkan dibawa peralatan berikut. Camping ini tidak jauh dan tidak lama. Jadi bawa saja sewajarnya"
"Yeeeyyyy camping dimana Bu?"
"Camping di bukit A, karena disana kalian akan mendapatkan udara yang sejuk dan tanaman yang segar, dan kalian bisa belajar tentang itu disana"
"Sama kelas A? Yes berarti sama Arvin, gue bakal bikin Arvin terus nempel sama gue, dan Nara akan tersakiti. Lihat aja Lo" pikir Rosa
"Dan ibu akan membagi kelompoknya dan akan ibu bagikan hari ini"
Tak lama kemudian, seorang guru pun keluar. Dan Bell istirahat pun telah dibunyikan. semua siswa mulai keluar satu persatu menuju ke kantin.
"Kalian nggak ke kantin?" Tanya Nara
"Ke kantin dong gue udah janjian sama si Reno"
"Gue juga janjian sama di Aldo mau ke
perpustakaan wkwkwkw"
"Hahaha iya dehhh"
Nara Pov
Aku pun juga langsung meninggalkan kelas dan berjalan menuju ke kantin. Entah kenapa perasaanku rasanya jadi sedikit curiga dengan Rosa.
Pikiran ku mulai di hantui dengan Rosa. Sudah beberapa kali Rosa melakukan hal jahat padaku, namun aku masih diam. Entah sampai kapan aku diam, aku pun juga tak tau.
"Dor" tiba tiba aku dikagetkan dengan kedatangan Arvin yang memegang kedua pundak ku dari belakang.
"Arvin? Ngagetin aja kamu" ucapku
"Kita makan satu meja ya?" Tanya Arvin
"Oke"
Aku dan Arvin pun sekarang berjalan menuju ke kantin. Entah Kenapa saat Arvin di sampingku aku tak merasa cemas lagi.
Tak lama kemudian aku dan Arvin telah sampai di kantin. Arvin mengambil makanan untuk kami berdua, dan aku hanya menunggu nya di meja makan.
Tak lama kemudian, Arvin telah sampai membawanya 2 makanan dan 2 minuman. "Wahhh menu siang ini enak enak. Aku suka semuanya" ucapku
Aku dan Arvin pun menyelesaikan makan siangku. Tak lama kemudian, aku kembali ke kelas dengan Arvin. Saat aku lagi kejar kejaran dengan Arvi, tiba tiba saja ada Bu Retno didepan kami.
Aku dan Arvin pun berhenti berlari dan menyapa Bu Retno "ah, se selamat siang Bu" ucapku serentak dengan Arvin.
Seperti biasa wajah Bu Retno memang tak pernah senyum dan selalu galak "kalian berdua ikut saya ke kantor sekarang"
"Me memangnya ada ap?" Ucap Arvin belum selesai berbicara Bu Retno memotong pembicaraan Arvin "nggak usah banyak Nanya ayo ke kantor"
"Ssstt Arvin ikutin aja" bisikku ke Arvin
Lalu kami pun mengikuti Bu Retno dari belakang. Tak lama kemudian, kami pun telah sampai di kantor
"Ah, ada apa ya Bu?"
"Ada seseorang yang melaporkan kalian pacaran di sekolah. Tolong hati hati ini disekolah" ucap Bu Retno Sembari memperlihatkan foto yang Bu Retno dapat
"Kalain saya hukum tidak boleh membawa mobil selama tiga hari berturut-turut. Kalian paham!"
"Yasudah kalian boleh pergi"
Setelah itu aku pergi keluar bersama Arvin "Nara, kamu nggak usah diambil pusing ya soal ini, tenang aja... Cuma nggak bawa mobil itu tidak masalah kan?" Ujar Arvin
"Hahahaha iyalah .. aku tidak sedih sama sekali. Tapi... Aku sedikit malu pacaran ketahuan sama Bu Retno" sahutku sembari berjalan-jalan dengan Arvin
"Halah.... Semua siswa yang disini juga banyak kali yang pacaran"
"Hahahah"
Nara dan Arvin kini duduk di taman diatas rumput hijau dengan udara yang sangat segar. Mereka duduk dengan posisi meluruskan kakinya. Lalu mereka menikmati jam istirahat mereka.
Sedangkan saat ini ada seseorang yang lagi memperhatikan Nara dan Arvin. Yaitu Rosa. Rosa adalah seseorang yang telah melaporkan Nara dan Arvin dengan Niat keduanya akan dihukum. Namun, dugaannya salah.
"Loh kok Arvin sama Nara malah ketawa ketiwi gitu sih. Bukannya mereka sedih dan langsung berantem ya... Bukannya di hukum ya."
"Huuuhhh sial. Gimana sih Bu Retno" ujarnya sembari menghentakkan kakinya.
"Terus gue sekarang harus gimana dong? Haruskah gue samperin mereka. Gimana ya?" Ujarnya sembari menggigit bibir bawahnya
Rosa begitu sangat kepo dengan Nara dan Arvin. Arvin dan Nara yang seharusnya dihukum tapi malah duduk duduk di sekitar taman.
Lalu Rosa pun melangkahkan kakinya, ia memutuskan untuk menghampiri Nara dan Arvin yang tengah bersantai di taman.
"Hai..." Sapa Rosa
"Ha hai" sapa Nara, Arvin dan Nara pun melihat ke arah Rosa
"E emm... Kalian lagi ngapain disini?" Tanya Rosa
"Yaa lagi santai lah... Orang jam istirahat"
"Ah,,, aku lihat kalian tadi keluar dari kantor Bu Retno, kalian nggak di hukum?" Pertanyaan Rosa membuat Arvin semakin gemas untuk menjawab Rosa
"Enggak lah... Emang kalo habis ketemu Bu Retno harus dihukum ya..?" Sahut Arvin
"Cih ni orang ngeselin banget sih, Bu Retno juga. Kok gitu sih seharusnya kan di hukum" batin Rosa
"Ya yaudah kalo gitu" ucap Rosa lalu meninggalkan Arvin dan Nara ditaman dengan Hati yang sangat panas, ingin menjambak Nara.
***
Pulang sekolah
"Nara, kita naik bus ya hari ini. Kamu nggak papa kan?" Tanya Arvin sembari berjalan keluar dari sekolah
"Nggak papa dong, justru aku malah seneng loh. Kayak drama Korea hahahhaa"
"Kau ingin aku seromantis pria di drama Korea?"
"Memangnya kau mau melakukan apa hahaha"
"Emm biasanya,,,, saat pacaran emmm ciuman"
"Hiss apa sih" ujar Nara lalu menyenggol tangan Arvin, lalu Nara Berlari menuju ke halte bus. "Heyy Nara..." Arvin pun mengejar Nara.
Tak lama kemudian, bus pun datang. Lalu mereka langsung menaiki bus itu. Tentu saja Arvin duduk disamping Nara.
Sedangkan kini ada Rosa yang memperhatikan Arvin dan Nara sedang menaiki bus. Rosa yang melihat itu pun meneteskan Air matanya.
"Sumpah pokoknya gue nggak terima ini semua, pokoknya gue akan hancurkan hubungan mereka dan Arvin akan jadi milik gue. Awas aja Lo Nara" ujarnya didalam mobil sembari melihat Nara dan Arvin
...Terimakasih sudah membaca teman...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...
...Semoga kalian suka...
...Terimakasih...