Take Care Of Me

Take Care Of Me
25. Marah



Lalu Rosa pun keluar dari ruang BK. "Huh sial pakek ketahuan Segala sih. Pakek di suruh minta maaf ke Nara lagi. Nggak level sumpah huhhh" gumam Rosa.


Sedangkan Nara saat ini sedang berdiam sendiri di kelas, tiba tiba Ada notif dari hpnya. Saat Nara membuka notifnya, ternyata ada pesan dari Arvin.


"Nara, kamu nggak makan siang? Makanlah... Nanti kamu sakit. Pokoknya aku tunggu sekarang di kantin" pesan dari Arvin


Nara yang membaca pesan itu pun tersenyum sendiri. "Dasar si manja tapi galak juga" ujarnya.


"Arvin, aku nggak lapar kok. Aku mau di kelas aja ya" Lalu ia kembali lagi tiduran di meja kelasnya.


Tak lama kemudian, ada Novi dan Rara yang membawa banyak jajan dan minuman. Lalu menaruh jajan itu di meja Aurora.


"Brak. Nih makan dulu... Ntar sakit loo" ujar Novi


Nara yang menidurkan kepalanya di meja pun langsung mengangkat nya "Ehhh makasih teman baik" ujar Nara


"eh lu tau nggak sih siang ini Rosa di panggil guru katanya" ujar Rara


"Oh ya? Emang lu tau dari mana?" Sahut Nara


"Kan tadi gue di kantin, terus ia di panggil guru kata si Ayu tetangga kelas kita"


"Ya pasti ada masalah lagi kan anak itu"


Lalu Nara pun tak menghiraukan itu. Ia tak peduli lagi tentang Rosa. "Sruppp ahhhh" Nara meminum minuman yang di belikan Novi. tak lama kemudian, tiba tiba Ponsel Nara berbunyi.


"Ting tung Ting tung Ting" lalu Nara mengangkat telfonnya.


"Halo Arvin, ada apa?"


"Kamu ke kantin sebentar Nara, kamu harus makan pokoknya. Kalo nggak aku juga nggak makan seharian ini" ujar Arvin


"Huuffffff" Nara menghela nafas sembari memutar bola matanya. "Iya deh, aku kesana" ujar Nara. "Cepet ya aku tunggu"


Lalu Nara mematikan sambungan Teleponnya dengan Arvin. "Siapa? Arvin?" Tanya Novi


"Iya dia menyuruh ku ke kantin"


"Yudah Lo kesana aja" ujar Novi.


"Kalian nggak ke kantin lagi?" Tanya Nara


"Nggak, kita udah beli jajan banyak"


"Yaudah gue ke kantin dulu ya"


"Oke"


Lalu Nara berjalan menuju ke Kantin untuk menemui Arvin. Sesampainya di kantin, Arvin Melambaikan tangannya agar Nara tau dimana meja makannya. Dan langsung menyuruh Nara untuk duduk disampingnya.


Nara yang tau itu pun langsung menghampiri Arvin dan duduk disamping Arvin "Kamu ngapain sih Arvin nyuruh aku ke kantin?" Tanya Nara


"Kok kamu malah nanya kayak gitu sih, ke kantin ya makan lah.... Kamu kan belum makan. Kamu nggak suka aku panggil ke sini? Yaudah kalo gitu, kamu balik aja lagi ke kelas. Aku juga mau balik" ucap Arvin sedikit nge gas


Arvin berdiri dari tempat duduknya dan pergi meninggalkan Nara begitu saja. Tentu saja Arvin sedang ngambek


"Arvin, Arvin kamu mau kemana?" Panggil Nara Tapi Arvin tak menghiraukan Nara, ia terus berjalan meninggalkan kantin.


Lalu Nara kini duduk sendirian di kantin. "Huuffffff dia pasti ngambek ya?" Tanya nya dengan ekspresi yang sedih.


"Triing....."


Tak la kemudian, Bell masuk kelas telah di bunyikan. Semua orang yang di kantin pun segera menuju ke kelas mereka.


Pov Nara


Karena Bell masuk kelas Berbunyi, aku pun meninggalkan kantin dan pergi ke kelas. Sesampainya di kelas, aku langsung duduk di kursiku. Aku menundukkak kepalaku dan memejamkan mataku sebentar.


Tak lama kemudian, ada Novi dan Rara yang memanggilku.


"Nara!" Panggil Novi


"Woy" panggil Rara


"Hm?" Jawabku


Aku pun membuka mataku. Saat aku membuka mataku, tiba tiba ada seseorang di depanku dengan menyodongkan tangannya. Aku pikir itu Arvin saat aku melihat wajahnya ternyata itu Rosa.


Aku pun kebingungan melihat wajah Rosa yang sedikit kesal dengan menyodongkan tangannya kepadaku seperti orang yang mau minta maaf.


"Nara, maafin gue" ucapnya


Aku benar benar tak tau harus mengatakan apa. Aku tidak tau kenapa dia tiba tiba ada di depanku dan mengucapkan kata maaf.


"Eh, cepetan dilihatin orang orang tauk, lu bikin malu gue aja deh ah" ucapnya yang sedikit marah


"Ma Mak maksudmu apa Rosa?" Tanyaku


Lalu tak lama kemudian ada Bu Retno yang datang ke kelas kita. Kedatangan Bu Retno membuat semua orang di kelas menjadi heboh. Tak hanya di kelas, bahkan tetangga kelas kita yang tau Bu Retno Sedang berjalan ke arah kelas B pun mengikuti Bu Retno.


Semua tetangga kelas kami kini melihat dari jendela luar memperhatikan kami. Dan Teman teman di kelas pun matanya tertuju padaku dan Rosa. Dan orang orang pun mulai berbisik bisik.


"Ada apa ya?"


"Nara lagi yang kena masalah?"


"Keknya keduanya kena masalah"


"Eh kok Rosa minta maaf gitu, emang ada apa?"


Bu Retno adalah guru BK di sekolah kami. Beliau adalah orang yang paling di takuti oleh semua siswa siswi di sekolah. Kini Bu Retno ada di kelas kami, beliau sedang berdiri di sebelah meja guru sembari melipat tangannya di dada, dan sedang memperhatikan ku dengan Rosa.


"Rosa! Minta maaf sama Nara yang benar. Kamu pikir saya tidak akan memantau kamu" bentak Bu Retno


"Nara... Aku minta maaf sama kamu, aku udah membuang buku kamu." Ucap Rosa terlihat tulus. Semua orang pun mendengar ucapan Rosa karena keadaan dikelas kini sunyi semua orang diam memperhatikan kami.


Aku yang mendengar itu tidak kaget, aku sudah merasa pelakunya adalah Rosa.Lalu Aku menyodongkan tangan ku juga dan menerima permintaan maaf dari Rosa.


"Iya, aku maafkan" ucapku. Lalu kami melepaskan tangan kami yang bersalaman.


"Baik Rosa silahkan duduk di kursi kamu" ucap Bu Retno.


"Anak anak saya harap kejadian ini tidak terulang kembali. Maaf sudah menggangu waktu belajar kalian dan silahkan belajar kembali" ucap Bu Retno lalu beliau meninggalkan kelas kami.


Lalu saat Bu Retno keluar dari kelas B, semua orang orang yang memperhatikan kami di Jendela pun mulai bubar.


Aku pun terdiam dan masih berfikir, bagaimana bisa Rosa mengakui ini semua, pasti ada seseorang yang merencanakan semua ini.


"Woy Nara, kok lu bisa bisanya sih maafin Si Mak Lampir" ujar Novi


"Udah lahh gapapa" ucapku yang tak mood untuk menanggapi mereka.


.


.


.


"Triiinggg" istirahat ke dua pun telah dibunyikan. Aku ingin pergi untuk menemui Bu Retno. Aku ingin tau siapa yang membantuku sampai seperti ini.


"Eh Nara ke kantin kan sekarang kita?" Tanya Novi


"Kayaknya, aku ingin ke kantor dulu sih, aku pengen tau bukti kalo Rosa itu yang membuang buku ku" jawab ku


"Eh, gue juga kepo sih, tapi gue pengen langsung dapet informasi Lo aja. Soalnya gue udah laper banget. Jadi, gue mau ke kantin aja" ujar Novi


"Kalian kalau laper ke kantin aja" ujarku sembari tersenyum.


Lalu tak lama kemudian, Rosa berdiri dari duduknya, dan melirik ke arahku dengan sinis. Lalu ia berjalan sedikit menghentakkan kakinya dan keluar dari kelas.


...Terimakasih sudah membaca teman...


...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...


...Semoga kalian suka...


...Terimakasih...