
Lalu tak lama kemudian, Rosa berdiri dari duduknya, dan melirik ke arahku dengan sinis. Lalu ia berjalan sedikit menghentakkan kakinya dan keluar dari kelas.
"Tu orang tu gila apa gimana sih, udah salah tapi masih aja kelakuannya kayak gitu" ucap Novi
"Emang Mak Lampir harus di hukum tuh cewek" ucap Rara
"Sudah sudah tak usah membicarakannya. Aku nggak papa kok" ucapku menyuruh teman teman ku agar tak menggibah tentang Rosa di kelas.
Aku tak menghiraukan Rosa, aku langsung pergi berjalan menuju ke ruang BK untuk menemui Bu Retno.
Sesampainya di Ruang BK
"ah, permisi Bu?"
"Masuk"
aku pun langsung masuk setelah mendapat izin dari Bu Retno untuk masuk ke ruangannya dan di situ ada bu Retno yang sedang duduk sembari membaca buku. Seperti biasa wajah Bu Retno memang selalu galak dan jarang senyum.
"Ada apa?" Tanya Bu Retno
"Ah, kalo boleh tau... Apa saya boleh lihat bukti bahwa Rosa yang membuang buku saya?" Ucapku dengan pelan.
Lalu Bu Retno melirik ke arahku, dan menutup bukunya, dan ia menyalakan komputer yang ada di depannya.
"Ini dari CCTV silahkan lihat" ucap Bu Retno
Lalu aku pun berpindah tempat dari yang mulanya aku di depan Bu Retno jadi di samping Bu Retno untuk Melihat rekaman CCTV.
Saat aku melihat rekaman CCTV, memang benar bahwa Rosa lah yang telah membuang bukuku.
"Ah, kalau boleh tau siapa yang memberitau kalau buku saya telah hilang bu, dan mengecek CCTV?" Tanyaku
"Arvin, Arvin yang memberitahu saya, ia membawa buku mu ke sini dan dia ingin melihat rekaman CCTV" sahut Bu Retno
Aku pun kaget mendengar itu, bagaimana bisa Arvin menemukan bukuku. "Ah terimakasih banyak Bu kalau begitu saya permisi" ucapku dan membungkukkan badan ku.
"Nara" panggil Bu Retno. Saat aku mau keluar, tiba tiba Bu Retno memanggil ku. Aku pun membalikkan badan "iya Bu?" Sahut ku
"Berhati hatilah kamu " ucap Bu Retno.
"Ah iya Bu Terimakasih"
Setelah itu aku langsung keluar dari ruang BK. Saat ini aku ingin mencari keberadaan Arvin. Aku ingin memeluknya, aku terharu dia yang selama ini membantuku.
"Arvin sekarang ada dimana ya?" Tanya ku sembari berlari. Aku mencarinya ke kelasnya namun tak ada. Lalu aku mencarinya ke kantin juga tak ada. Aku menelponnya namun juga tak di angkat.
30 menit kemudian, bel masuk kelas pun telah berbunyi. Dan aku gagal mencari Arvin. Aku mencari Arvin kemana mana namun tak ada. Dan mungkin sekarang ia telah di ruang kelas. Tapi tak mungkin juga untukku menemuinya di kelas, karena bel masuk kelas sudah berbunyi.
.
.
.
Pulang sekolah
Bel pulang sekolah telah dibunyikan, aku cepat cepat mengemasi buku buku ku dan aku langsung pergi ke kelas sebelah untuk menjemput Arvin.
"Novi, Rara aku duluan ya"
"Eh mau kemana Lo"
"Udah aku duluan aja"
Aku melihat teman temannya keluar satu persatu. Namun aku tak melihat Arvin yang keluar, hingga telah aku bertemu dengan Reno dan Aldo yang baru saja keluar.
"Loh Nara? Lo belum pulang?" Tanya Reno
"Belum gue nungguin Arvin, tapi daritadi dia nggak keluar" sahutku
"Loh Arvin emang udah pulang duluan sebelum bel pulang, tapi dia ikut pelajarannya sampai Akhir kok" ujar Aldo
"Ha? Dia udah pulang?" Tanya ku
"Iya"
"Yaudah makasih ya gue duluan"
Aku pun langsung berlari menuju ke parkiran, aku harap Arvin masih ada disana, namun harapanku tak terjadi, bahkan mobil Arvin pun sudah tidak ada di parkiran.
"Huuffffff aku harus mencarinya kemana lagi? Dia benar benar ngambek ya?" Batin ku
Saat aku didepan Gerbang, tiba tiba ada Mobil hitam di samping ku. "Hah? Ini bukannya mobil Arvin?" Tanya ku. Aku pun mendekati mobil itu.
Saat aku mendekati mobil itu, tiba tiba saja mobilnya berjalan. Aku pun kaget "ha! Mengangetkan saja" ucapku
Lalu tak lama kemudian ada mobil hitam juga yang lewat di depanku, lalu membuka kacanya dan menyapa ku. "Nara? Masuk"
Aku pun kaget ternyata orang yang didepanku adalah Arvin. Ha? Arvin?" Ucapku. "Masuk Nara" ucap Arvin. Aku pun langsung masuk ke dalam mobil Arvin dan Arvin kembali menutup kaca mobilnya.
Kini aku sudah berada di dalam mobil Arvin, aku masih tak menyangka, aku kira Arvin sudah pulang. Dan Anehnya Arvin tak memakai seragam sekolah.
"Maaf aku telat jemput kamu" ucap Arvin
"Ah, nggak kok aku juga baru keluar dari gerbang" sahutku
Kini aku dan Arvin canggung, entah kenapa seperti ini, aku pun tak tau. Tapi yang jelas aku dapat melihat dari wajah Arvin, bahwa Arvin saat ini sedang marah denganku.
"Ah, Arvin aku mau ke suatu tempat, kamu mau anterin aku?" Tanyaku
"Boleh mau kemana?"
"Mau ke danau"
"Dimana tempatnya"
"Jalan aja nanti aku kasih tau arahnya"
Tak lama kemudian, kita sampai di danau yang sangat sejuk. "Kamu ikut turun ya?" Ucapku. "Iya" sahut Arvin
Lalu aku dan Arvin keluar dari mobil dan langsung disambut oleh angin yang sangat segar. "Huuummm" aku menghirup udara yang segar.
Arvin pun berjalan di depanku, tak lama kemudian aku pun memeluknya dari belakang. Arvin pun berhenti berjalan, namun ia tetap diam tak mau berbicara.
"Arvin..... Aku minta maaf.... Aku tau aku yang salah... Maaf udah bikin mood kamu jadi jelek begini" ucapku sembari memeluknya.
"Nggak kok... Aku nggak papa" sahut Arvin
"Terimakasih banyak karena telah membantuku. Aku sangat bersyukur mengenal mu dan memiliki mu. Terimakasih aku Sekarang benar benar lega"
"Terimakasih karena apa? Aku nggak membantumu kok justru membuatku jadi tambah kesal dan susah"
"Nggak kok terimakasih karena kamu telah menemukan siapa pelaku sebenernya yang membuang buku ku"
Arvin pun melepaskan pelukan ku dan membalikan badannya "kamu tau daru siapa?" Tanya nya
"Emm ada deh" sahut ku.
Lalu aku berjalan mendekati danau, dan duduk didepan danau. Begitupun juga dengan Arvin yang mengikuti ku dan duduk disamping ku.
"Siapa yang kasih tau kamu soal itu?" Tanya Arvin
"Kalo kamu nggak ngambek aku kasih tau kalo masih aku nggak kasih tau"
"Emang aku ngambek?"
"Iya"
"Kata siapa aku ngambek, aku nggak ngambek kok"
"Hahahah iya deh aku di kasih tau. Emmm sama Bu Retno"
"Bu Retno....wahhh berani sekali kamu mengajaknya mengobrol"
"Kau takut? Sama Bu Retno"
"Hahaha tentu saja tidak" ucapnya sembari tertawa nyengir
Lalu Aku berbaring di atas rumput dengan menikmati pemandangan yang indah dan udara yang segar.
"Kenapa kau malah berbaring di atas rumput seperti ini. Jika kau tak bangun, bajumu bisa terkena kotoran kucing, burung dan hewan lainnya " ujar Arvin
...Terimakasih sudah membaca teman...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan Favorit nya...
...Semoga kalian suka...
...Terimakasih...