Take Care Of Me

Take Care Of Me
23. Buku Nara



"Kenapa harus strawberry?" Tanya Arse. "Emm karena strawberry itu lucu dan imut seperti Arvin yang memerah wajahnya saat malu hahahahahaha" ujar Nara dan bengek sendiri


"Apakah kau pernah sekolah jurusan pelawak?" Tanya Arvin yang kebingungan kenapa Nara bengek sendiri.


Namun, Arvin tersenyum bahagia melihat Nara bahagia seperti itu. Meskipun Nara habis dihukum karena bukan kesalahannya, namun Nara tetap bahagia dan tidak sedih.


Tak lama kemudian makanan pun datang ke meja Nara dan Arvin. "Terimakasih mbak" ujar Nara.


"Wawww hummm baunya enak sekali" ujar Nara sembari mencium makanannya. "Kau tak boleh seperti itu" ujar Arvin. Nara pun mengerutkan keningnya. "Kenapa tak boleh?" Tanya Nara.


"Jika kau seperti itu kau sama seperti kucing" ujar Arvin. " Kucing.... pfffttttt" ujar Nara yang Tertawa kecil. Arvin pun bingung melihat Nara yang Tertawa terus dari tadi.


"Apakah ada hal yang membuatmu bahagia hari ini?" Tanya Arvin. "Tidak, tapi entah kenapa aku bisa Tertawa seperti ini. Dan aku sangat bersyukur" ujar Nara, lalu Arvin pun tersenyum.


Saat mereka makan, tiba tiba Arvin menanyakan sesuatu kepada Nara. "Nara, aku pengen nanya boleh nggak?" Tanya Arvin


"Boleh tanya aja" ujar Nara sembari menyuap makanan ke mulutnya. "Emang tadi kamu dihukum kenapa?" Tanya Arvin.


"Saat itu ada sekarang guru yang menyuruhku mengumpulkan tugas, tapi aku tidak mengumpulkan karena Buku ku hilang. Tapi semalam aku sudah menyiapkannya. Maaf ya.... Aku membuat mu jadi Malu" ujar Nara


Arvin yang melihat raut wajah Nara tak tega. Nara mulai kembali merasa malu dan sedih. "Aku nggak malu sama sekali Lo... Jangan ngomong seperti itu lagi ya" ujar Arvin


Tak lama kemudian, Arvin pun telah sampai di rumah, Arvin juga tak lupa untuk mengantarkan Nara pulang.


Arvin pun segera masuk ke dalam rumahnya, dan berganti baju. Setelah itu ia kembali membuka tasnya. Dan melihat buku yang ada Tulisan nama Nara.


Lalu Arvin pun duduk dikursi yang ada di kamarnya dan membuka buku yang sudah rusak itu. "ini sih pasti sudaj jelas punya Nara. Tapi...siapa yang tega melakukan hal ini kepada Nara?" Ujar Arvin bertanya-tanya.


Lalu Arvin pun mempunyai ide untu mengecek CCTV sekolah. "Tapi..ada CCTV nya nggak ya..." Ujar Arvin.


Tak lama kemudian, tiba tiba ponsel Arvin berbunyi. "Tung Ting Ting ting" lalu Arvin pun melihat membuka pesan yang ia terima.


Dan ternyata pesan itu dari Aldo. "Arvin, ada lomba main sepak bola Lo mau ikut nggak?" Pesan dari Aldo.


Arvin sebenernya tak mau iku karena kemalasan yang ia punya. Tapi disisi lain Arvin berfikir ini adalah kesempatan untuk dirinya mengetahui CCTV sekolah.


Lalu Arvin pun memutuskan untuk menerima tawaran dari Aldo. "Iya aku mau kapan di mulai" balas Arvin. "Hari ini malam ini jam 18:30 akan latihan kau mau pergi bersma?" Balas Aldo. "Tentu" Balas Arvin.


Malam harinya pukul 18:00 Arvin, sudah bersiap untuk pergi ke sekolahnya. Sebelum pergi ke sekolah Arvim tak lupa juga untuk mengabari Nara.


"Nara... Aku malam ini akan pergi ke sekolah" ujar Arvin lewat telepon. "Malam ini memang ada acara apa?" Tanya Nara yang tidak tau bahwa akan ada lomba.


"Oh Ini katanya lagi ada lomba sepak bola aku mau ikut" ujar Arvin. "Oh gitu ya. Ya sudah kamu hati hati ya." Ujar Nara. "Kamu nggak ikut aku?" Tanya Arvin.


"Tidak, aku dirumah saja aku harus mengerjakan tugasku Arvin. Maaf ya tidak bisa menemani kamu" ujar Nara. "Tidak apa apa aku hanya tanya, lagipula aku akan berangkat sama Aldo" ujar Arvin.


"Arvin, mau ikut lomba? Bukannya dia Pemalas?" Ujar Nara di kamar yang kebingungan. "Tapi ya sudahlah bagus kalo begitu"


"Eh tumben Lo mau ikut lomba biasanya lu nggak pernah ikut beginian" ujar Aldo. Lalu Arvin pun tersenyum "sebenernya ada yang harus gua urus sih malam ini" ujar Arvin


"Ha? Tentang apa?" Tanya Aldo. "Ya Lo tau sendiri kan akhir akhir ini si Nara dihukum. Tapi gua yakin sih Nara bukan orang yang seperti itu" ujar Arvin


"Iya sih...bukan orang yang seperti itu, tapi seseorang bisa berubah kapan pun. keknya lu harus jauhin si Nara deh" ujar Aldo yang tidak tau bahwa Nara dan Arvin telah pacaran.


"Lu mau gua turunin disini?" Tanya Arvin. Aldo yang mendengar itu pun kaget. "Kenapa emang?" Tanya Aldo.


"Heh si Nara itu sekarang pacar gua, lu tau darimana coba kalo dia itu orang yang nggak baik. Bisa aja kan ada orang yang sengaja licik dengan Nara" ujar Arvin


Aldo yang mendengar itu pun kaget. Ia melotot kan matanya, mendengar Arvin sudah jadian dengan Nara. "Serius Lo udah jadian?" Yakin lu?" Tanya Aldo


"Ya yakin lah Nara itu orang baik. Nggak kayak lu plin plan" ujar Arvin. "Wahhh gilak. Gue harus capet cepet jadian juga kah sama Rara?" Tanya Aldo.


"Gausah Rara itu teman Nara, jadi mungkin Nata juga bukan anak yang baik!" Ujar Tegas Arvin yang kesal dengan Aldo.


Tak lama kemudian, mereka pun telah sampai di sekolah. Mereka pun segera menuju ke lapangan karena pelatih sudah menunggu dilapangkan.


"Arvin, kamu tumben ikut" ujar pak guru. "Ya kan pengen ikut pak masak nggak boleh" ujar Arvin. "Dasar pemalas!" Ucap pak Guru. "Mimimimi" balas Arvin


Lalu mereka pun mulai berlatih untuk lomba. Saat ini, banyak guru yang masih belum pulang karena akan mengurus perlombaan.


3 jam kemudian, semua telah selesai berlatih dan akan dilanjutkan besok pagi lagi. Lalu sebelum pulang, Arvin pergi ke ruang guru.


"Lu mau pulang nunggu in gue kan?" Tanya Arvin ke Aldo. "Iya santai aja gua masih mau disini kok" ujar Aldo. "Yaudah gue mau urus sesuatu dulu"


Lalu Arvin pun pergi ke ruang guru. Sesampainya di sana Arvin segera menemui salah satu guru BK. "Ah Bu, maaf menganggu" ujar Arvin


"Loh Arvin kamu ikut lomba?" Tanya Bu guru. "Iya Bu. Tapi saya disini boleh bertanya sesuatu tidak?" Tanya Arvin. "Iya silahkan bertanya"jawab Guru


Lalu Arvin pun meminta seorang guru untuk melihat CCTV yang dekat dengan parkiran. Lalu guru itu pun mengizinkan Arvin dan akan melihat bersama dengan Bu Guru.


Tak lama kemudian, setelah melihat CCTV, Arvin dan seorang guru pun sangat kaget dengan ala yang mereka lihat. Karena mereka melihat bahwa di CCTV jelas ada Rosa yang sedang membuang buku.


"Bu itu pasti buku Nara yang di buang Bu" ujar Arvin. "Iya Arvin karena kamu yang mengambilnya, jadi serahkan saja itu pada saya" ujar Bu Guru.


"Iya Bu Terimakasih kalo begitu saya keluar dulu" ujar Arvin. Lalu Arvin pun keluar dari kantor dengan sangat lega karena akhirnya ia bisa membantu Nara.


...Terima kasih sudah membaca tema teman......


...semoga kalian terhibur...


...jangan lupa like dan votenya ya...


...terimakasih...