Stop Brother !

Stop Brother !
Pagi tanpa Orang tua



Keesokan harinya,syukur gue gak kesiangan.


sekarang masih pukul 05.00,masih ada waktu sekitar 2 jam untuk bersiap siap.


aku turun ke bawah menuju dapur.masih tidak ada aktivitas disini.aku ingin membuatkan sarapan untuk kedua kakakku,namun aku tidak bisa memasak.apalah daya,saya hanyalah gadis yang selalu dimasakkan kalau makan.


apa kubuatkan roti lapis dan susu saja ya?


yasudah,kalau gitu nanti saja aku membuatkannya,setelah mandi dan bersiap siap.


lalu aku kembali lagi ke kamar dan menuju kamar mandi menjalani ritual pagiku.


hhh..segarnya,mandi pagi memang sangat menyegarkan,ditambah udara yang sejuk memasuki kamar lewat jendela ini.


selesai berpakaian rapi,aku menyambar tas ku dan langsung turun kebawah untuk menyiapkan sarapan.tapi sebelum itu,aku membangunkan kak Rian dan kak Vino terlebih dahulu.


tok tok tok


pintu yang kuketuk terbuka,kamar dengan cat berwarna putih itu terlihat jelas,dan didepanku kak Rian sedang mengenakan dasi navy nya.


" ada apa dek? "


" gak papa kak,aku kira kakak belum bangun,cuma mau ajak turun sarapan. "


" oh..."


mau pergi,kak Rian memegang pergelangan tanganku.


" eh dek ! tolong pakein dasi dong ! "


" ha? pake sendiri kan bisa?! "


" iya..emang biasanya bisa..tapi gak tau ini kok susah banget ya. "


" ah..kalo gitu bentar ya kak.. "


lalu aku segera pergi mengetuk kamar kak Vino.


" masuk " teriak sang empunya kamar dari dalam.


aku membuka kamar bercat abu abu itu.


cklek


haadduh!! apa apaan tuh?kak Vino cuma make handuk selembar buat nutupi kemaluannya aja.kalo gitu ngapain dia nyuruh aku masuk coba?!


" maap ganggu kak.kalo udah selesai turun ya..ditunggu.oh ya,sama tolongin kak Rian make in dasi."


kulihat kak Vino mengernyitkan alisnya di kata kataku yang terakhir.


" bukannya dia bisa sendiri? "


" iya emang,tapi katanya kali ini dia kesusahan. "


" yang dimintain tolong kamu kan? "


" iyyaa..tapi aku gak bisa caranya.."


" mau tau caranya??"


" gak. " jawabku singkat.lalu melihat jam tangan yang terpasang ditangan kiriku.


astaga! sudah jam segini saja.


" yaudah deh kak,pokoknya cepetan ganti baju,trus tolongin kak Rian, turun makan abis itu kita brangkat." pintaku lalu bergegas turun menyiapkan sarapan.


sekitar 10 menit aku menunggu kakak kakakku turun,akhirnya mereka datang juga bebarengan.


"dek,kamu kok gak jadi pasangin kakak dasi sih? "


aku menoleh ke kak Vino.bukankah aku sudah meminta tolong padanya?


"aku gak bisa makein dasi kak.tapi itu buktinya kakak sudah bisa gitu! "


" iyaa..ini akhirnya bisa sih.."


aku mencebikkan bibir.


dihadapan mereka sudah ada roti lapis selai coklat dan susu vanilla.


" kamu gak bisa masak dek? " tanya kak Rian yang sekarang sudah menyantap roti yang tadi kusiapkan.


aku menggeleng.agak malu sih..tapi bomat lah ! toh aku juga masih muda.ntar aja kalo mau nikah baru belajar masak..hihihi


lalu kita menyantap sarapan bersama dan setelah itu kak Rian berangkat kerja sedangkan kak Vino mengantarkan ku dulu baru menuju kampusnya.


di perjalanan,aku memberanikan diri bertanya perihal aku melihat kak Vino kemarin di club.


" kak.."