
Aku berjalan memasuki villa bersama kak Vino,dengan aku yang mengalungkan tanganku pada lengannya...layaknya sepasang kekasih.heuuuhh..kenapa aku harus ngelakuin ini?
Dengan wajah cemberutku tak lupa.kak Vino sempat melirikku sebelum membuka pintu besar itu,dan menyuruhku untuk tersenyum sumringah.aku sempat menolak sebelum dia mengancamku lagi dan lagi lagi dengan kata kata perawan itu.hhhhhhh...frustasi aku mendengarnya !
Mau tak peduli bagaimana kalo dia mengancamnya berkali kali dan dengan wajah seriusnya itu ?! kalo bercanda ada batasannya kali..
lalu kak Vino membuka pintu dan membawaku masuk kedalam nya.
aku terkejut,didalam sini sudah ada 3 orang pria yang sepertinya sepantaran dengan kak Vino dan yang lebih menakutkannya lagi botol bir sudah berserakan disekitarnya.kupastikan,mereka pasti sudah mabuk.
tapi kenapa tadi aku gak liat kalo ada mobil selain mobil kak Vino?
" Hei guys ! Rendi sama Acil kemana? bertiga aja.. " sapa kak Vino sembari duduk disamping salah satu dari mereka dan....what the hell ??!! kak Vino menyuruhku untuk duduk dipangkuannya.
aku sempat menggeleng,namun sebelum bisikan dia masuk terngiang di kepalaku sampai pada akhirnya aku segera mengangguk dan duduk dipangkuannya.
" ah..mereka...merreeekkaa keluar mau beli soda aja..biassaa..nak alim tak mau minum bir gini... " jawab seorang yang duduk disamping kak Vino dan dia sudah setengah sadar.
" ish..! dari pada lo ! gak bisa minum aja sok kuat ! " celetuk salah satu dari mereka.
" oh ya Vin,gebetan lo?mulus bener...boleh lah..nyicip.."
aku mengernyitkan alis,apaan si?? sampai akhirnya otakku nyambung pada perkataannya,dan spontan aku memeluk diriku sendiri.dia tadi yang menggodaku terkekeh melihatku memeluk diri sendiri.
" heh..enak aja..gue aja belum ! " balas kak Vino dan aku melotot mendengar perkataannya.berarti nanti pasti akan ada saatnya kan?hhhuuuu..kenapa nasib ku gini banget si..ketemu kakak tiri brengsek kek gini???
" kaaak..aku mau pulang aja sekarang.. " ucap ku lirih tepat ditelinganya dan hanya bisa didengar olehnya.
" lo jangan ngedesah gitu dong..adik gue bangun. " jawabnya yang tak kalah lirih.
aku memblalakkan mata.haishh..sapa juga ngedesah ...orang gue melanin suara biar gak kedenger yang laen..dan berarti..ini yang ngganjel adiknya dong..?
" lo ikutin alur nya aja. " pintanya di akhir kalimat dengan penegasan.
aku menunduk pasrah.
kemudian dua teman kak Vino yang tadi dibicarakan datang dengan membawa 2 kresek besar berisi 5 botol soda yang berbeda beda warna.
" We we we....ada cecan nii..ikut nginep juga dek?? " sapa lelaki berbaju hitam polos dan celana jeans selutunya.
aku tersenyum kecut.
tiba tiba kak Vino menggigit daun telingaku.seakan berkata,lo senyum yang bener.
lalu aku spontan mengubah senyum kecutku menjadi senyum terbaikku yang sangat kupaksakan.
" oh ya yang,aku kenalin temenku ya..yang ini Aldo ( cowok disamping kak Vino ) , ini Hans ( Yang tadi bilang mau nyicip ) , ini Noval ( Yang dari tadi diem gak komen ) , ini Rendi ( si kaos item ) dan satu lagi Acil ( yang masuk bareng Rendi ). dan pacar gue..Rara "
setelah memperkenalkan diri,karna sudah larut dan semua kelelahan.alhasil kita semua menuju kamar masing masing untuk mengistirahatkan diri.
---------*
" eumm..kak,aku..beneran tidur disini? " tanyaku ragu.