Stop Brother !

Stop Brother !
Vino POV pt.3 end



Aku menunggu Rara di parkiran sambil berkutat dengan ponsel pintarku.aku sedang kontek kontekan dengan teman temanku.karna setelah ini kita akan menginap di Villa yang baru tadi siang kupesan mendadak.


Berhubung papa mama ke eropa dan kak Rian tugas di luar kota sekitar 2 hari,jadi aku menginap bersama temen teman dan Rara di Villa.


memang kak Rian mendadak tugasnya.baru ngabari tadi siang,dan saat itu juga otak cerdasku langsung berinisiatif untuk mengajak Rara ke Villa menginap bersama teman teman dan mengenalkannya sebagai pacarku.


kenapa? ya pamer lah gue.soalnya gue terkenal cuma main main kalo sama cewe.gue selalu diledek jomblo abadi.dan gue pingin ngenalin Rara sebagai pacar gue.ngebuktiin kalo gue bukan jomblo abadi,bahkan pacar gue hot banget.


dan oh ya,Rara sendiri belum tau kalo kak Rian ada tugas diluar kota selama 2 hari.


eh,keasikan sendiri sampe kaget ada yang ngetuk jendela mobil.


gue buka jendela mobil.ternyata itu Rara.


" kak,aku mau nemenin temen ke club kaya kemaren. "


" gak boleh " jawabku singkat jelas padat.


" aku gak minta persetujuan dari kakak , aku cuma kasih tau.dan kakak sekarang langsung pulang aja, soalnya aku langsung bareng temenku ini. "


" cowok apa cewek? "


" urusannya kakak apa?"


" COWOK APA CEWEK?! " tanyaku lagi dengan nada tinggi.


dan kulihat dia terhentak,matanya berkaca kaca.lalu dengan nada tingginya dia berkata cowok dan pergi begitu saja.


aku sangat marah karna itu cowok.gak tau kenapa juga gue jadi posesif gini.lalu dengan sigap ku kejar Rara,dan ku paksa masuk mobil.


gue marah dia mau ke club sama cowok,walaupun cuma nemenin kerja.


aku sudah menjalankan mobil.kulirik Rara,dia sedang mengetik sesuatu.aku curiga dia mengadu pada temannya.alhasil kusambar hp nya dan melihat apa yang dilakukannya.


dan benar,dia mengadu.aku benar benar sangat kesal.ku lempar hp nya ke jok belakang sembarang.lalu kuhentikan mobilnya.


aku mencengkram kuat lengannya.melampiaskan semua amarah disana sampai sampai aku tak sadar bahwa yang kulakukan kelewatan.dia bertanya salahnya.dan aku berfikir,iya juga.mengapa aku sebrutal ini.


ah...kenapa aku gak bisa ngendaliin emosiku kalo dideketnya..?


--------*


sampai di Villa aku menyuruhnya berlagak seperti kekasihku dan mengancamnya,dan itu ampuh buat dia menuruti semua perkataanku.


aku menyuruhnya duduk dipangkuanku.agak lama,dia membisikkan sesuatu,dan itu membangunkan adik ku,karna suaranya sangat seksi saat membisik,bahkan seperti mendesah.pikiranku sudah berkelana.


aku memberitahukan jika adikku bangun.lalu dia diam tak berkutik lagi.haa ha,lucu banget sumpah.mukanya kalo takut itu lo..


selesai memperkenalkan teman teman pada Rara,dan Rara pada teman teman.lalu kita menuju kamar masing masing.


karna disini ada 4 kamar,jadi satu untuk hans dan aldo,satu untuk acil dan rendi,satu untuk noval,karna memang dia suka banget sendiri.dan yang satunya lagi aku dan Rara,yang di mata mereka sepasang kekasih.


tapi untuk hans dan aldo dia masih diruang tamu,mabuk mabukan sambil ngomong nglindur kesana kemari.


dia awalnya menolak tidur seranjang denganku,sebelum dia tersadar dengan ancamanku.


lalu dia naik ke tempat tidur.tapi setelah itu dia meminta izin untuk mandi karna badannya lengket,dan aku memperbolehkannya.


baru menutup mata,aku teringat bahwa Rara tidak bawa ganti.otomatis dia...keluar pake...jubah mandi?aku auto smirk.kantukku hilang,aku berniat menunggunya keluar kamar mandi.mau melihat tubuh seksi nya.


dan sekitar 20 menitan akhirnya dia keluar juga.dia terkejut melihatku belum tidur,begitu pula aku yang tak kalah terkejut melihat badannya yang walaupun tertutup rapat,tapi mataku dapat menembus apa didalamnya.dan itu lebih dari ekspetasiku.


entah apa yang merasuki.aku yang tak berniat melakukan apa apa pada Rara malam ini,jadi ingin sekali menidurinya malam ini juga.aku menariknya dan meninidihnya dibawah tubuh ku yang sangat tidak sebanding dengan tubuh mungilnya.


dengan kasar aku melumat habis bibirnya dan bermain dengan tubuh bagian atasnya.dia sudah meronta dari tadi,tapi itu tak dapat menyadarkanku dari kegilaanku.sampai pada bagian bawah dia teriak melengking.itu menyadarkanku.aku bangkit dan menatap kosong kedepan.aku tak tau apa yang harus ku katakan.aku sendiri bingung dengan jiwa predator ini.


dia sudah kabur keluar kamar dengan nangis sesenggukan.aku duduk ditepi kasur mengacak rambut frustasi.


aaarrghhh...kenapa setiap gue deket dia gue gak bisa ngestabilin emosi gue.


dan setalah aku mengatur emosi dan nafas yang menggebu gebu.aku berniat menyusul Rara dan meminta maaf.namun aku mengurungkan niatku.kupikir dia ingin sendiri dulu.alhasil aku tidur saja.tapi tidak dikasur.aku tidur disofa,untuk bentuk rasa bersalahku yang sudah melecehkan separuh badannya.


readers...thor minta like dan komennya ya..! dan jangan lupa bintang ya..yang tinggi.hee he...


makasih..😘