Stop Brother !

Stop Brother !
Adik Kak Noval



aku bergegas keluar kamar,menuju taman.aku akan menenangkan diri disana.


Dan diriku yang bodoh,lupa kalau harus melewati ruang tamu untuk ke taman.dan sedangkan diruang tamu ada teman kak Vino yang sedang mabuk.


aku melewati belakang mereka dengan engendap endap.Jangan sampai...mereka noleh..gusti...


ah,dasar kaki sialan ! ngapain lo mendecit sih.alhasil dua orang itu menoleh padaku.dan seseorang yang bernama Hans menghampiriku dengan tenang,dia tidak semabuk temannya,Aldo.


aku menelan ludah ku kasar dan berjalan mundur perlahan kebelakang lalu sejurus kemudian berlari menuju taman.


--------*


aku dan Aldo sedang bermabuk mabukan di ruang tamu.kami belum mau ke kamar,masih ingin menghabiskan waktu di ruang tamu.sampai tiba tiba Rara,pacarnya Vino.keluar dan jalan mengendap endap melewati kami,tepatnya belakang kami.


aku penasaran dengan sikapnya yang was was ,apalagi dengan jubah mandi yang dia kenakan.hendak menghampiri menanyakan apa yang terjadi,dia sudah pergi duluan.yasudahlah.mungkin dia kira gue bakal ngapa ngapain dia.


----------*


Haafftt....akhirnya sampe taman juga.aku duduk di kursi panjang bercat emas dan merbahkan punggungku disana.melepas beban yang kurasakan tadi.aku masih tidak percaya kalo kak Vino bakal berbuat sejauh itu.


ditengah lamunanku,tiba tiba seseorang menuju taman,dengan langkah yang tergesa.dan sepertinya sedang berbicara dengan orang di seberang ponselnya.


dia terlihat meminta tolong,tapi lebih tepatnya sangat memaksa.aku melihatnya heran.sampai akhirnya mata kita bertemu.dia menurunkan ponselnya sebentar ke udara.


" lo gak bawa ganti? " tanyanya membuka percakapan pertama kita.dia Noval, temen kak Vino yang paling diem dan misterius.dia blasteran korea.dan,oh ya..dia genteng kaya orang yang aku pernah liat di depan kantor pas hari pertama masuk.


aku mengangguk.mengisyaratkan bahwa aku tidak membawa ganti.lalu dia melanjutkan percakapannya lagi dengan seseorang disebrang sana dan menutupnya.


lalu dia duduk disebelahku.


" jadi..lo sebenernya siapa nya Vino? " mendadak dia mengintrogasiku.


aku masih dengan wajah bingung.ha..?kok tiba tiba nanyain itu si? apa dia tau sebenernya kalo aku bukan pacarnya kak Vino melainkan adik tiri nya ?


" udah..gak usah lo tutupin lagi..udah jelas kalo lo bukan pacarnya.lo cuman di paksa kan? " aku terdiam sebentar sebelum mengiyakan pertanyaannya tadi.


" adik tirinya " jawabku sambil menunduk malu.


dia nampaknya sedikit kaget,namun setelah itu biasa aja.


" lo cantik sih ya..makanya dia nafsu gitu dan gak ngakuin lo adeknya.." pintanya santai tanpa sungkan sekalipun.


ini orang kalo ngomong di filter dulu kek..main nge judge aja.


tapi..kalo dipikir pikir..apa bener ya perkataan kak Noval kalo kak Vino gak mau ngakuin aku adeknya gara gara itu ?


aku masih beradu pikiran dalam otak,tiba tiba seseorang menghampiri kak Noval.


dia melempar tas ke kak Noval.aku kaget sampai pundakku terangkat.


dan itu mencuri perhatian seseorang tadi yang melempar tas ke kak Noval.dia melihatku sinis.


berbalik denganku,aku sudah menganga lebar dan memblalakkan mataku.


dia...bukannya si ganteng depan kantor itu?


dia...dia..ko kook..bisa disini??


dia yang melihatku menganga mengernyitkan alisnya.


" lo kenal ? " tanya kak Noval padaku.namun aku tak merespon.aku hanya sangat penasaran apa hubungan antara siganteng ini dengan Kak Noval.


dan akhirnya kak Noval menjawab pertanyaan dalam otakku.


" ini adik gue,Marcel.beda setaun sama gue.dia kesini buat anterin baju gue "


aku menoleh pada sumber informasi itu.


" jadi...ini adik kakak?? " tanyaku memastikan.dan aku tak menyangka, ternyata dunia sebulat ini.