Stop Brother !

Stop Brother !
kak Vino



deg !


tangan Rian sudah memegang bibir Rara dan mendekatkan wajahnya perlahan.


" stop kak ! " ucap Rara menghentikan perbuatan Rian.


" ada apa kak? " tanya Rara dengan mata sendunya.


Rian tersenyum." ada odol dibibirmu.tadinya mau kubersihkan pake mulutku.tapi yasudahlah. " lalu mengusap odol di ujung bibir Rara.


Rara tertunduk malu.kesan pertama sudah tercap jorok,begitu prasangkanya.


eh,tunggu dulu.katanya tadi mau bersihin pake mulutnya?maksudnya?....berarti??? batin Rara.lalu mengangkat wajahnya menatap wajah kakaknya yang sedang tersenyum menatapnya.


Rara risih dengan sikap kakaknya ini yang genit.mending kakak nya yang kedua,karna selalu dingin kepadanya dari pada dengan kakak pertama yang selalu menggodanya.Rara tidak suka digoda.


"kamu risih sama kelakuanku ya?"


Rara kaget dan ucapan yang dilontarkan kak Rian.tepat sekali seperti perasaannya.


"yaudah,aku balik kekamar dulu.jangan lupa dikunci ya cantikk" lanjut Rian sambil mengusap puncak kepala Rara dan meninggalkan kamar Rara.


tunggu,bukannya tadi pintunya udah gue kunci?kok...dia bisa masuk??? batin Rara heran.


bodo ahhh...tak mau ambil pusing Rara langsung saja mengganti bajunya dan melemparkan tubuhnya ke atas kasur king size.dan tidak terasa tiduran baru 5 menit sudah terlelap kembali.efek lelah.


tok tok tok


mata Rara perlahan membuka karna mendengar ketukan pintu.lalu beranjak dari kasur menuju pintu dan membukanya.


dengan tangan yang masih mengucek mata kirinya dan rambut serta baju berantakan khas bangun tidur membuka pintu kamarnya.


"siapa??hooaaaammm..." Rara menguap dan meregangkan tubuh hingga baju longgarnya tersingkap keatas memperlihatkan perut ratanya.


sedang dihadapannya seorang lelaki dengan wajah datarnya.


" cepet turun ke food court.semua udah pada nunggu." ucapnya dingin.


" ah ya kak.makasih" balas Rara.


tanpa menjawab lelaki itu sudah berbalik badan dan sudah hendak pergi.namun Rara mencegatnya dengan memegang pergelangan tangannya.


"kak..bentar.aku belum tau nama kakak." ucap Rara dengan sangat berani tanpa takut sekalipun walaupun kakaknya menatapnya dengan sangat sinis.


lelaki itu tersenyum remeh " Vino "


"ah..kak Vino..aku.."


Rara belum selesai bicara sudah dipotong Vino.


"Rara.ya gue dah tau.sekarang cepet mandi.semua udah pada nunggu." ucap Vino sangat jutek lalu melepaskan tangan Rara yang memegang pergelangan tangannya lalu pergi menuju foodcourt dimana keluarganya berkumpul.


Rara yang diperlakukan seperti itu sebal ,akan tetapi tidak dia pikirkan.biarlah dia mau seperti apa,toh gue ga peduli.cuman kakak tiri aja kan?mungkin dia belum bisa nerima gue. begitu pikirnya.


-----------*


sampai di foodcourt Rara mencari keberadaan keluarganya,sampai didapatinya di pojok dekat panggung pertunjukan.disana sudah ada 5 kursi dan kosong satu.itu tempat duduknya, lalu Rara segara menuju tempat duduknya dan duduk tepat disebelah kak Rian dan mamanya.


"hmmm...anak mama sudah wangiiii" sapa mama ketika melihat Rara yang sudah wangi dan rapi dengan dress pink soft dan sepatu heels emasnya.



Rara menanggapi dengan senyum terbaiknya.


Rian yang disebelahnya juga ikut tersenyum melihat Rara yang begitu cantik bak bidadari.Berbeda dengan Vino yang selalu memasang wajah datar dan dinginnya.


"yaudah ayuk makan " ajak papa Rara karna Rara sudah datang.


Rara jadi tidak enak karena sudah bangun kesiangan sehingga membuat keluarganya menunggu untuk makan.


selesai makan,papa angkat bicara.berkata bahwa besok sudah balik ke rumah dan mama serta Rara juga sudah harus pindah ke rumahnya.mama dan Rara yang mendengarnya hanya mengangguk angguk saja mengikuti kata papa.walaupun agak berat sih meninggalkan sekolah lama tapi ya,sudahlah.


dan tidak ada yang menyadari bahwa sedari tadi Vino yang mendengarnya sudah menyunggingkan senyum devilnya diam diam.