
2 hari setelah resepsi,akhirnya Rara dan mama nya pindah ke rumah gue.gue harus nyusun rencana buat ngedapetin dia.bodo amat dia adik tiri gue,gue gak bakal nganggep !
setelah makan malam,papa mengumpulkan kita di ruang keluarga,membahas honey moon papa dengan mama Ririn di Eropa selama sekiar 3 minggu.
yes ! makin mudah rencana gue.
selesai berkumpul,aku dan kak Rian menuju kamar masing masing,dan ditangga sebelum masuk kamar.ku sempatkan melihat Rara yang sedang merayu mama papa.
ahh...imutnya dia,bibirnya yang cemberut pingin gue cium rasanya..e..hush ! sadarlah,ini diluar kamar,jangan sampe lo kecyduk smirk ga jelas.lalu aku mempercepat langkahku menuju kamar.
------*
sarapan pagi berjalan lancar.setelah makan,aku berangkat ngampus,tapi sebelum itu aku ditugasi papa untuk mengantar dan menjemput Rara nanti tiap harinya.kulihat dia biasa saja gak peduli mau sapa yang anter jemput,kayaknya emang dia tipe cewe cuek,tapi cerewet.
diperjalanan sunyi tak ada yang berbicara.dia asik memainkan ponselnya sampai akhirnya sampai sekolah baru Rara.dia berpamitan,aku diam tak membalas.memang sengaja,karna gue benci lo yang statusnya adik tiri gue.tapi gue juga ga bisa bo ong kalo gue cinta banget sama lo.hhhhh..bingung gue ! gue sumpek dengan kenyataan ini.
-----*
selesai mata pelajaran,aku menuju parkiran.setelah ini aku akan menjemput Rara.namun,baru masuk mobil,hp ku bergetar, tertulis notifikasi pesan dari Rara.katanya dia gausah dijemput soalnya ada kerja kelompok.
Yaudah,kalo gitu mungkin saatnya senang senang.aku tersenyum dan menjalankan mobilku santai.aku menuju rumah temen gue,Hans.
karna Hans ini anaknya care banget kalo masalah memuaskan diri,gue mau ajak dia ke club buat seneng seneng kaya biasanya kalo gue lagi sumpek.
Tapi nyatanya dia sedang sibuk dan ada deadline hari ini.jadi mau gak mau gue sendiri aja ke club nya.
-------*
keesokannya.
" kakk.." Rara memanggilku memecahkan keheningan didalam mobil saat perjalanan menuju sekolahnya.
" aku kemarin liat kakak di club."
ckkiiitttt
duuakk
" kak ! jangan rem mendadak dong ! sakit nih kepala kebentur ! " omel nya,pasalnya aku rem mendadak sampe sampe kepalanya kejedot dashboard mobil.
aku menoleh kearahnya.
gue kecyduk ke club?bukannya itu pas Rara kerja kelompok?
" bukannya kemarin kamu kerja kelompok? " tanya ku mengintrogasi.
" eum..sebenernya aku bukan kerja kelompok,tapi nemenin temenku nge dj di club yang kakak datengi itu. "
" jadi kamu bo ong ? "
dia tersenyum keki.
aku sempat befikir sejenak.mungkin ini bisa jadi langkah awal rencana ku.
lalu dia kembali melontarkan pertanyaannya mengenai kedatanganku ke club itu.dan untungnya aku sangat cerdas.aku memutar balikkan posisi.dia seperti menggali lubang sendiri.aku mengancamnya.
mengancamnya jika sampai ke telinga mama papa,virgin dia bakal gue ambil.dan itu ampuh buat dia takut dan tunduk sama gue.
mobil gue akhirnya sampai di depan gerbang sekolah,Rara turun dengan tergesa,mungkin dia sangat marah dn jengkel dengan ancamanku tadi.haa ha..biarlah..aku suka melihat wajah merahnya yang menahan amarah.sangat menggemaskan.dan aku sudah tertawa terpingkal pingkal di dalam mobil.
dan untuk sesaat ini saja aku ingin melupakan kenyataan dari status kita.maaf mungkin aku egois.