Stop Brother !

Stop Brother !
What Happened to U ? Pt.1



Sampai di koridor,Rara memblalakkan matanya tak percaya melihat bahwa yang sedang mabuk ternyata adalah Marcel.


Rara seketika menghampiri Marcel yang tengah berteriak memaki satengah sadar.Sepertinya Marcel sedang kesal dengan seseorang.


Tanpa pikir panjang Rara berusaha membangkitkan Marcel dari duduknya.Rencana akan dia bawa ke UKS.namun,tak sesuai bayangan.Marcel mendorong Rara sampai Rara jatuh tersengkur kebelakang mengenai kaki Gita.


Gita yang melihat Rara diperlakukan seperti itu,hanya bisa menonton sembari menggigit bibir bawahnya menahan rasa kesal,begitu pula Nanda yang tak kalah kesal.namun apa daya,jangankan mereka berdua,bahkan semua orang disini hanya menonton karena takut dengan Marcel yang sedang mabuk,apalagi marah sambil berteriak memaki,dan yang lebih penting...notabenenya adalah,Marcel adalah anak dari ketua yayasan sekolah ini.Jadi pantas saja semua orang hanya bisa menonton tak berbuat apa apa.mereka semua takut salah bertindak menghadapi Marcel.


Namun berbanding dengan Rara.dia tak memandang itu siapa.yang jelas orang didepannya ini sedang setengah sadar atau mungkin sudah tak sadar terhadap apa yang sedang dia lakukan.jadi tanpa pikir panjang Rara membantunya,dan yang lebih teririsnya lagi,Marcel adalah orang yang dia sukai.


Rara tidak marah sama sekali dengan dorongan Marcel yang membuatnya jatuh.malah itu semakin membuat gencar tubuhnya untuk menolong Marcel dan membawanya ke UKS.


Dengan sigap Rara menopang tubuh Marcel,menggedongnya dibelakang punggungnya.walaupun berkali kali Marcel menendang pahanya,betisnya,namun Rara tak peduli.yang hanya ia pikirkan adalah segera ke UKS menenangkannya.


Dan jangan ditanya,banyak pasang mata yang sudah menatap mengintimidasi Rara.bukan karena Rara yang mempunyai sifat dingin nan arogan,melainkan karena Rara yang dengan lancangnya menggondong Marcel dipunggungnya.


Sampai di UKS,Rara segera membaringkan Marcel dan menutup gorden pembatas.Rara menepuk pelan pipi Marcel.


" Kak..Kak Marcel..Kaaak.. "


Marcel tetap tak membuka matanya.Rara berfikir keras,sampai akhirnya berinisiatif untuk membeli sebotol air putih.


Saat Rara akan pergi dan memblakangi Marcel,tangan Rara dicegat.


" jangan tinggalin gue...gue mohon..


Rara sempat tersenyum bahagia dengan permintaan Marcel,sebelum Marcel mengimbuhkan kata terakhir dikalimatnya.


....jessi.. " imbuh Marcel.


senyum Rara memudar,dia marah dengan 1 kata yang terlontarkan dari mulut Marcel itu.gue Rara,bukan Jessi..siapa Jessi itu?kini pikirannya berkecamuk ingin mengetahui hubungan Jessi dengan Marcel.


Dengan segera Rara melepaskan genggaman Marcel dan meninggalkannya pergi.


Dan bukannya menuju kelas,Rara lebih memilih ke kantin dari pada kekelas.sudah terlanjur tak masuk,mending dilanjutkan saja.begitu pikirnya.


dikantin Rara membeli sebotol air mineral.


" bu,ini.." sambil menyerahkan uangnya.


" oh ya,bu jual sup pereda mabuk gak? " tanya Rara pada ibu paruh baya yang selaku ibu kantin disitu.


" wah..ibu gak jual ning.."


" yah.."


" waduh..iya ning..lagi butuh banget ning..? "


Rara mengangguk.


" he eh..banget..dimana ya bu,yang jual disekitar sini? "


" eh..gini aja ning..ibu bikinin..masalah biaya..terserah ning.. "


Wajah Rara yang tertekuk,sekitika sumringah.


" wah..gak papa bu? gak ngrepotin? makasih ya.. "


ibu itu mengangguk dan tersenyum melihat tingkah Rara lalu masuk kedapur .


Sekitar 15 menit akhirnya supnya jadi juga.


" hemm..makasih ya bu..ini " Rara memberikan uangnya lalu pergi menuju UKS lagi.


Bagaimanapun Rara tetap memperdulikan Marcel.Rara sudah tak peduli dengan Jessi Jessi itu.yang terpenting dipikirannya adalah bagaimana menaklukkan hati es Marcel ini.