Stop Brother !

Stop Brother !
Pindah



Truk box pindahan berhenti tepat didepan rumah bernuansa klasik modern bercat putih.



Terlihat dari dalam rumah keluarlah wanita berkepala empat dengan bergegas menghampiri truk itu.


" ah ya pak..akhirnya sampai juga...saya tunggu sampai petang.. " ucapnya.


" hehe..iya bu..maaf,tadi terjebak macet di pintu masuk kota. "


wanita itu tersenyum " iya pak..gakpapa.yang penting sudah sampai dan selamat. " lalu mempersilahkan masuk menggotong barang barangnya kedalam rumah.


sedangkan di dalam kamar si gadis anak dari wanita berkepala empat.


tok tok tok..


" nak..ayo itu barang barang mu sudah datang...mau gotong sendiri kekamar apa digotongin? " tanya Mama Ririn,mamanya Rara.


Rara yang sedang bersantai bermain ponsel pintarnya sambil tiduran,reflek bangkit dan membuka pintu ketika mendengar kata barangnya telah datang.


cklek


" mana mana barangku??? " tanyanya tidak sabar.


" itu dibawah...bawa gotong sendiri apa digotongin?? "


" mmmmm...gotongin aja lah..berat..cape ntar naik turun tangga. "


" yaudah..mama bilangin dulu ya..jangan ditutup looh pintunya ! "


" iya iya ma...gak dikasih tau juga udah tau.. "


lalu Rara kembali memainkan ponsel pintarnya dan tidak lama kemudian,barang barang nya sudah menunggu didepan pintu kamar.


" misi mbak.. "


" oh ya mas..masuk aja.. "


setelah sekitar 5 menit,semua barang barangnya sudah ada dikamarnya.kini saatnya Rara menata kamarnya agar tertata dan menjadi indah dipandang.


sekitar 45 menit menata barangnya,kamarnya sudah sangat bersih.Dengan cat berwarna pink putih menambah suasana kamar Rara makin girly.



" ah..akhirnya selesai..hmm..mandi deh biar seger. " lalu menuju kamar mandi dan melakukan ritual mandinya dengan berendam air panas.


---------*


hmm..si cewe sexy itu udah pindah...gue kudu susun rencana nih biar bisa dapetin dia..


--------*


semua sudah berkumpul dimeja makan dan memakan makanan di atas meja yang telah dihidangkan mama Ririn.setelah makan,papa Reynald meminta kita semua berkumpul di ruang keluarga,ingin membicarakan sesuatu.


di ruang keluarga


semua sudah duduk disofa.dengan posisi mama Ririn bersebelahan dengan papa Reynald,lalu didepan mereka Rian,Rara,Vino bersebelahan dengan jarak masing masing sekitar 7-10 centi saja.


" Hari ini truk pindahan sudah datang ya? " tanya papa mengawali pembicaran.


" iya mas. " jawab mama


" gimana?sudah dirapikan barang barangnya Ra? "


" sudah pa.." jawab Rara


" yasudah..pinter anak gadis papa.. " puji papa sambil mengelus puncak rambut Rara.


Rara tersenyum.sudah lama dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang bapak.terakhir dia kelas 2 sd,dan setelah itu papanya meninggal dan mama fokus mengurus Rara hingga tidak ada waktu untuk mencari seorang pendamping hidupnya ketika sudah berumur kelak.


" gini..papa mau kasih tau..kalo papa sama mama akan honeymoon sekitar 3minggu atau lebih di eropa. " ucap papa.


" dan tugas dari papa cuma anak anak papa yang cowo harus jaga adiknya ya..adiknya juga gak boleh nakal..harus nurut sama kakaknya..oh ya,dan urusan pindah sekolah Rara sudah diurus mas Rian? "


" iya sudah pa. "


" ya..pinter.yaudah gitu aja.kalian sudah boleh bubar "


setelah itu Rian masuk ke kamarnya dengan wajah yang tak bisa diartikan,senyum senyum sendiri gak jelas.


Vino,tetap teguh dengan wajah datar dan jutek nya masuk kedalam kamarnya.


sedangkan Rara mengglanjoti tangan mamanya dan merengek rengek agar tidak jadi ke eropa.


" ya ma ya..??honeymoon disini aja..asal gak ninggalin aku..aku janji deh,gak bakal ganggu quality time mama sama papa.. "


Papa Reynald yang sudah menyalakan tv dan menonton saluran berita tertawa geli mendengar ucapan manja gadis kecilnya.


" ya gak bisa gitu dong Ra..udah deh..kamu udah besar,jangan manja manja..! " jawab mama Ririn sambil menahan tawanya melihat wajah Rara yang sangat menggemaskan dengan bibir cemberutnya.


" aaahhh..ini kan pertama kalinya mama ninggalin aku sendiri...3 minggu lagi! "


" ya kan ada kakak kakak mu.. "


" aaaahhmmmmm..aku kangen mamaa.. "


mama Ririn dan papa Reynald yang melihat kelakuan anak gadis satu satunya hanya bisa menggeleng geleng dan tersenyum geli melihat tingkah laku manjanya.


sedangkan dari tangga,seorang memperhatikan gerak gerik Rara sambil menyunggingkn senyum devilnya.


pengen gue makan aja tuh bibir cemberutnya! nafsuin banget. batin lelaki itu.