
Perkataanku tercekat.aku menahan teriakanku dengan tangan dan memekik pelan.
kak Noval memegang pundakku dan menyuruhku masuk kedalam kamar dan jangan keluar dulu sebelum keadaan tenang.aku pun mengikuti perintahnya,aku berlari menuju kamar dan menutup pintu keras.aku terduduk lemas dibalik pintu,masih dengan tangan yang menutup mulutku.
--------*
" kak, ada ap..-
aku terkejut melihat kak Hans yang sudah terbujur kaku di lantai dekat sofa dengan keadaan mulutnya yang penuh dengan busa,dan disebelahnya seseorang yang sudah ditutup kain selimut putih, aku tak tau itu siapa.
kak Noval yang melihatku syok langsung menyuruhku ke kamar sampai situasi tenang.
-------*
mungkin sekitar 30 menit an aku masih terdiam,tak tau apa yang kulakukan selama itu dikamar,aku hanya terdiam memikirkan hal tadi yang kulihat.mandi pun tak mood.
tiba tiba kamar terbuka,kak Vino diambang pintu menyuruhku untuk turun dan makan.aku mengangguk dan mengekorinya sampai meja makan.walaupun makan pun tak berselera,namun aku harus ,untuk mengisi perut kosong ini yang dari kemarin siang belum diisi.
suasana di meja makan tenang,seakan tidak ada yang terjadi.kuperhatikan satu satu,disini yang tidak ada hanya kak Hans dan...kak...Rendi?kak Rendi yang kemarin beli soda nyapa gue itu?temen kak Vino yang paling alim itu?ya ampun..kasian banget..
mulutku sudah sangat gatal dengan pertanyaan bertubi yang akan kulontarkan.tapi,hati gue ngerasa kalo gue tanya bakal canggung nih keadaan.dan lagi pula tidak ada yang mau membahas sama sekali.daan tapi,pada akhirnya,,mulut ini emang gak bisa kompromi.
" em,tadi it..- " lagi lagi,perkataan ku belum habis sudah terhenti.tapi kali ini bukan karna tenggorokan ku yang tercekat.
namun, karna tiba tiba kak Acil,yang kopelannya kak Rendi,batuk batuk parah sampe gebrak meja dan akhirnya jatuh tersungkur kelantai.asal kalian tau,kak Acil berada tepat didepanku.
kulihat,dan seperti kak Hans.kak Acil juga mengeluarkan busa dari mulutnya.dia meninggal saat itu juga.jangan ditanya,aku jelas panik.
dan semuanya mendekati kak Acil,tak terkecuali aku.dan tiba tiba kak Aldo mencengkram kerah kak Vino.dia memaki dan meneriaki kak Vino.
ffuuu..gue merinding sendiri.eh,,, tunggu tunggu..kak Vino tuh kakak gue coy.apa..bener tuduhan kak Aldo kalo kak Vino yang bunuh temen temennya sendiri?
Gusti...gue takut..mana kakak gue pula.ah..pusing gue mikirin ini.
dan gak tau kapan tiba tiba sudah ada polisi saja disini,dan menggeret kak Vino.kak Vino meronta ronta karna dibawa paksa oleh polisi.kak Vino berkali kali berteriak menangkal tuduhan bahwa dia pelakunya.polisi hanya menyuruhnya untuk menurut saja dan melakukan pemeriksaan lebih lanjut nanti di kantor polisi.
kak Vino melihatku,matanya penuh harap.ah..hati gue..ga tega lah gue liat kakak gue sendiri digeret paksa gitu sama polisi.ya...sebejat bejatnya dia,dia tetep kakak gue kan..?tapi..gue bisa apa?gue sendiri kenal kak Vino gak lama..itupun kesan dia bagi gue buruk..gue mau bela,bela gimana coba?kejadian kematian temen temennya aja gue gak tau kronolginya.mana gue takut polisi lagi.ples ples dah...
ya..maap ya kak Vino..untuk kali ini gue ga bisa bantuin.gue cuma bisa berdoa semoga itu hanya tuduhan.
eit,,,,tapi kalo emang ternyata tuduhan..berarti salah satu dari temannya yang sekarang bertiga sama gue bukan sih pelakunya??
ekhm...bulu kuduk..tenang ya sayang..ah...jantung gue..gue takut banget.gue gak mau mati dulu..gue belum jadi orang..
dan kak Vino akhirnya pergi juga.maaf banget kak.dan polisi lainnya mengurus jenazah jenazah dirumah ini.
setelah 1 jam an..akhirnya Villa ini sepi juga,kini hanya tiga orang di villa.aku,kak Noval dan kak Aldo.
jujur gue takut banget kalo ternyata pembunuhnya salah satu dari dua orang ini,karna emang belum pasti kalo kak Vino tersangkanya.
gue pengen pulang...ah..iya hp gue kan udah kembali.segera gue ke lantai atas menuju kamar dan memesan taxi online.
aku mengemas barang barangku dan menuju lantai dasar.
dan di lantai dasar....