
di bibir pantai,acara resepsi pernikahan mama ku dengan papa ku berjalan lancar dan penuh kebahagiaan.
kini diriku tengah duduk sambil sesekali menyruput es kelapa muda yang tadi ku ambil dari meja hidangan,pandangan ku melihat lihat suasana kini,ada mama dan papa yang sedang menyalami satu satu tamu yang datang,tak jauh dari sana teman teman mama dan papa berbincang bincang sambil berdiri dan membawa gelas sirup.
Mataku masih mencari cari,seakan ada yang kurang.ya,kedua kakak tiriku.kemana mereka?apa sudah kembali ke hotel?
4 jam sudah berlalu,acara pernikahan mama baru berakhir.karna kelelahan,aku berjalan gontai menuju kamar 113,kamar ku.
di lift,mataku yang meremang akibat kantuk melihat kedua lelaki yang tak asing berjalan masuk ke lift,dan mbak mbak yang disampingku keluar,menyisakan kita bertiga disana.
ting
Lift sampai di lantai 3.Aku bersama 2 lelaki tadi keluar bersamaan.sampai depan kamarku,salah satu lelaki itu menepuk pundakku,reflek aku menoleh lalu dia berkata "langsung tidur ya cantik...jangan lupa kunci kamarnya."
sedangkan yang satunya lagi hanya menatapku sinis.
aku memercingkan mata,ah...kedua kakak tiriku rupanya.
"hemmm..iya kak..makasih" kemudian tersenyum dan memasuki kamar hotel ku.
Kurebahkan badanku ke kasur king size empuk ini.haaahh...lelah nya hari ini..apalagi pengantin yang menyalami tamu tiada habisnya??pikiran ku berkelana kesana kemari hingga aku terlelap dalam tidurku dengan kondisi belum mengganti baju.
---------------*
Aku terbangun dari tidurku,kuraih handphone yang tadi sebelum tidur kulempar kesebelah kepalaku,pukul 00.16.
Badanku lengket karna sehabis pesta tadi langsung tidur.Pada akhirnya kubangkit dari tidurku dan menuju kamar mandi membersihkan badan lengketku yang risih ini.
20 menit dikamar mandi,aku keluar dengan hanya memakai handuk kimono hotel.namun,kakiku tegang kala melihat seorang tengah duduk di sofa kamarku sambil meminum anggur.
Karna kamarku yang sengaja tidak dinyalakan lampunya,mengakibatkan penglihatanku terbatas,aku hanya mengetahui ada seseorang disana namun tak tahu siapa.yang jelas itu pasti lelaki,karna dari bayangan gelap jas,celana,dan sepatu pantofelnya sudah terlihat jelas menunjukkan kelaminnya.
Dengan keberanianku,kuangkat bicara padanya,walaupun kini kakiku sudah tegang dan kaku ketakutan.
"siapa lo!!" aku meninggikan suaraku.dan keberadaanku masih tetap didepan pintu kamar mandi.
lelaki itu bangkit,lalu menuju.....saklar lampu?dan menyalakannya.
"surprise...hehe" ucapnya sambil tertawa kecil,karna rencana mengusiliku berhasil.
"hai adik kecil..kita belum perna kenalan kan?"lanjutnya sambil menghampiriku dan mengulurkan tangannya.
"gue Rian,panggil aja kak Rian,kakak pertama lo."tambahnya sembari menampilkan senyummnya yang sangat..manis.
jujur,masih kebawa lemes sama yang tadi.jadi aku hanya menaggapinya dengan senyum seadanya dan membalas jabatan tangannya.
"sorry ya..lo masih gemeter ya gara gara gue tadi?hehe..ga maksud cantikk.."
ni kakak seneng banget ya godain adeknya..tadi mau masuk kamar juga gitu..
"hehe,iya kak..gapapa."
lalu kita duduk disofa.
"ah ya..aku rara kak" tak lupa mengulurkan tanganku dan dibalasnya..
"hmm..iya.kamu kelas berapa si?" tanyanya
"kelas 11 kak"
"ooo..umur 16 ya sekarang?"
"hem..iya"
rian hanya mengangguk angguk saja.seperti sedang memikirkan sesuatu.
"dek rara,kamu kok cantik sih?"
"a?" gak faham sama perkataan rian.
"hmph..."merebahkan punggungnya di sofa
"kok lo harus jadi adik gue si?"
"a?"rara bener bener gak faham sama maksud perkataan kakaknya ini.jujur saja,rara memang anak yang sangat tidak peka.
"eh bentar"ucap rian lalu mendekatkan wajah nya perlahan pada wajah rara.rara semakin risih.
deg !