Stop Brother !

Stop Brother !
Nurut kalo gak mau gue Hukum



" Eh, Marcel..haii..hee he.. " sapa Rara sungkan,pasalnya ia tercyduk mengintip Marcel dari pintu.


ck..jangan jangan dia dari tadi disitu dengerin gue. Marcel


" Eh,Cel..kok ngelamun?lo marah ya?ee..maap ya..gue gak sengaja ngintip lo..abis merdu banget,gue jadi kepo "


Marcel hanya memalingkan muka dan pergi menjauh meninggalkan ruangan.Sedangkan Rara yang melihat Marcel berjalan keluar disampingnya,tidak sengaja melihat buku yang Marcel pegang,tertulis disana XII.


eh,tuh buku kelas 12? gak salah liat gue.jadi..berarti dia kakak kelas gue dong. Rara


lalu tidak lama setelah itu bel berdenting dan Rara segera menuju kelas.


skip pulang sekolah


coba ke ruangan tadi ah...barangkali ketemu kakak ganteng


Rara melihat dari ambang pintu. dan disana kosong tidak ada seorang pun.alhasil Rara kembali dan ketika berbalik badan.


Duak


" adduuhhh...hidung mancung gue.. " rintih Rara kesakitan sambil mengusap usap hidungnya yang baru saja menatap dada bidang seseorang.


" makanya,jalan pake mata " tegur sang empunya dada bidang.


Rara mengangkat kepalanya,melihat siapa yang ditabrak hidungnya.dan ternyata itu kak Marcel.


" Lah..kak Marcel lagi..sori kak sori..gue gak tau kalo kakak ada dibelakang.soalnya yang gue tau kan dibelakang gue tadi kosong. "


" jadi lo nyalahin gue ? " tanya Marcel dengan suara agak tinggi


" ehh..gak..gak gitu kak..yaudah lah,lupakan. "


" oh ya kak,ini ruangan apa si? "


bukannya menjawab pertanyaan Rara,Marcel malah berbalik tanya.


" lo sejak kapan manggil gue 'kak' ? "


" ha,, ohhh..itu.. sejak tau kalo ternyata kakak itu kakak kelas. "


Marcel hanya memiringkan senyumnya dan menyuruh Rara segera pulang.dia pun masuk ke ruangan itu dan menguncinya dari dalam.terlihat kalau dia benar benar tidak ingin diganggu.


huufftt..susah amat mau deket. Rara


sampai di depan sekolah,mobil kak Vino sudah disana Rara menghampirinya dan memasuki nya,duduk di jok depan.


" hm " balasnya singkat dan melajukan mobilnya dengan kecepatan normal.


" kak.makan diluar yuk..lagi pengen ngandok "


" dimana? " tanyanya datar


" eum..terserah kakak dah..aku apa aja masuk sih..hee he "


10 dtk..20 detik..1 menit..kriik..kriikk...


Vino tak membalas sepatah katapun.tawa Rara pun receh karnanya.


hhuuuhh..dasar absurd . Rara


lalu tidak ada pembicaraan lagi sampai didepan restoran jawa .disana kebanyakan lesehan.tapi ada juga yang memakai meja.


" kak,kak..lesehan ya..disitu disitu..." ajak Rara sembari tangan kirinya menarik jaket Vino dan tangan kanannya menunjuk kearah lesehan dekat kolam ikan.


" ish..apaan sih..kita makan dimeja.kotor dilantai " tolak Vino tegas


" lah kak..orang ada lapisannya kok..ada perlaknya tuh liat..lagian bersih kok...kan selalu dibersihkan sama pelayannya..gak mungkin juga kotor..ini kan restoran bagus.. " jelas Rara panjang lebar


" udah..jangan banyak omong.mau dihukum? "


Rara menggeleng.


" ya mangkanya turutin kata gue.gausah banyak bantahan. " ucapnya dan langsung menarik Rara menuju meja pilihan Vino yang terletak paling pojok ruangan,dan paling jauh dari pintu masuk.jarang ada yang lewat sini.


Rara yang ditarik hanya melihat kearah lesehan yang tadi dia pilih dengan wajah kecewa.lalu menatap punggung Vino.


ish,norak banget dah...udah jelas jelas ada pelapisnya,bersih lagi.malah dibilang kotor.kalo kotorpun gak mungkin hampir semua pembeli pada ngeleseh.


lalu mereka duduk dan Vino memanggil pelayan dan memesankan untuknya dan Rara.


" lah kak..aku gak ditanya mau apa? "


" sudah gue pilihin.sama kayak gue "


" laah..tap-


" udah deh lo diem apa mulut lo...mau gue bungkem pake..


Vino mendekatkan wajahnya pada Rara