Still Hope Again

Still Hope Again
Bab 8: Amadeus dan Bumi



Di atas tempat berdiri mereka yang terbuat dari tangkai pohon ini, terlihat sebuah kotak padat yang terbuat dari kumpulan tangkai pohon ini. Di atas kotak itu, seorang gadis sedang tertidur. Tangkai pohon melilit pada tubuhnya seolah gadis itu tidak boleh bergerak sedikit pun.


Jairaj memandang wajah gadis itu dengan ekspresi letih dan lesu. Neila ikut merasakan kesedihan itu dari wajah Jairaj. Tidak tahu apa yang Jairaj pikirkan saat ini. Suasana membawa mereka jatuh dalam rasa sedih yang mendalam. Neila menjadi semakin iba dengan Jairaj. Dia ingin bertanya tetapi segan untuk mengikutcampuri urusan milik orang lain.


“Permisi tuan Jairaj.” Suara Terra terdengar.


Perhatian Jairaj segera memandang pada wajah Terra.


“Tuan Neila ingin melihat tuan Maera.”lanjut Terra.


“Ah.. baik.. Silahkan tuan Neila.” Jairaj mundur dua langkah; memberikan ruang


pada Neila untuk melihat wajah Maera lebih jelas. Ya wajah Maera terlihat sangat


mirip dengan dirinya. Saudara kembar identik. Hanya berbeda dari warna rambut


Neila yang sedikit kecokelatan sedangkan rambut Maera berwarna hitam.


“Tuan puteri, saya ijin untuk kembali ke kantor.” lanjut Jairaj.


Jairaj berjalan ke pinggir tempat ini dan mengarahkan tongkatnya dekat ujung kayu yang dia injak. Tangga berwarna kuning terlihat kembali dan dia pun bergegas turun. Neila hanya memandang dari kejauhan dan kembali memperhatikan Maera.


Hatinya tersayat sangat dalam melihat saudara kembarnya yang tidak dia ketahui selama ini terkena kutukan. Apa ini salahku lagi? Dia merasa semakin terintimidasi. Karena kecerobohannya, Purim mengalami kecelakaan fatal. Sekarang, demi keselamatannya, Maera terkena kutuk yang tidak dapat disembuhkan oleh apapun. Seketika, air mata menetes dengan sendirinya. Terra hanya berdiam. Dia tidak ingin berturut campur pada urusan pribadi keluarga mereka. Neila ingin tahu juga kenapa Jairaj terlihat sangat pilu melihat Maera. Apa hubungan antara mereka berdua?


***


Semua dinding yang ada di kerajaan ini berubah menjadi warna putih dengan sendirinya, pertanda sudah malam hari. Neila masih membutuhkan waktu untuk menerima semua kenyataan ini.



Dirinya adalah anak angkat di Bumi yang diselamatkan oleh salah satu pelayan kepercayaan orang tuanya bernama Floria. Floria menyamar sebagai ibu kandungnya di Bumi. Berarti aku tidak punya hubungan darah dengan mereka semua termasuk Purim. Apa yang papaku tahu tentang hal ini? Mama sudah punya anak sebelum menikah? Atau beliau tahu semua ini?


Dirinya adalah puteri kerajaan di tempat ini. Tidak mudah bagi dia menerima fakta ini. Dari dulunya yang hanya hidup sebagai rakyat di Bumi tiba-tiba menjadi tuan puteri kerajaan. Orang


tuanya pun belum juga terlihat hingga saat ini.


Saudara kembarnya terkena kutuk akibat mereka menyelamatkan dirinya saat masih bayi. Hal yang hampir sama dengan kejadian yang terjadi di Bumi. Purim meninggal akibat dirinya.


Ada apa antara Jairaj dengan Maera? Kenapa Jairaj terlihat berat dengan


kondisi Maera? Meski bukan urusannya, tetap dia ingin tahu dibalik semua ini. Kejadian tadi tidaklah biasa jika tidak ada hubungan spesial antara mereka berdua. Neila mengalihkan perhatiannya dari lamunan itu dan ingin bertanya pada Terra. Siapa tahu Terra tahu kejadian di balik kesedihan Jairaj saat melihat Maera tadi. Dia bergegas memanggil Terra. Tidak ada lima detik, suara ketukan pintu


terdengar. Terra sudah sampai di depan pintu kamar dan meminta ijin untuk masuk ke dalam kamar Neila.



“Ya.. Masuk.”


Terra segera masuk dan bertanya, “Ada apa tuan Neila?”


Masih terasa asing bagi Neila mendengar orang-orang menyebut namanya dengan


‘tuan’.


Tanpa berbasa-basi, Neila langsung ingin bertanya.


“Kamu tahu kenapa Jairaj tadi kelihatan sedih?”


Terra melirik ke kanan sesaat lalu menjawab “Ya, tuan. Saya pernah dengar


sedikit tentang itu.”


Mendengar respon itu, Neila langsung ingin mendengarnya. “Bisa ceritakan ke


saya?”


“Yang saya tahu, dulu mereka berdua sangat dekat seperti sepasang kekasih. Ada yang bilang mereka backstreet tetapi ada juga yang bilang mereka masih proses pendekatan. Tidak ada yang tahu awal mula kedekatan mereka. Waktu saya dengar tuan Maera terkena kutukan itu, banyak orang bilang kalau tuan Jairaj menjadi suka melamun dan pergi entah ke mana setiap jam makan siang bagi semua pekerja di istana. Baru hari ini juga saya melihat kalau mungkin selama ini


tuan Jairaj datang ke tempat tuan Maera setiap jam makan siang.”Informasi ini menjawab salah satu dari pertanyaan Neila tadi. Ternyata tidak hanya dirinya yang tersakiti oleh fakta tentang Maera ini. Jairaj juga merasakannya. Pasti sangat dalam luka yang dia rasakan, melihat seseorang yang


dia cintai terkena kutukan seperti ini. Tidak tahu sampai kapan dan bagaimana caranya untuk melepaskan Maera dari kutuk. Menunggu ketidakpastian atau menerima perpisahan.


“Pantas...” bisik Neila dengan spontan.


“Ya, terima kasih untuk informasinya.”


“Sama-sama tuan. Apa ada yang bisa saya bantu lagi?”


“Tidak terima kasih.”jawab Neila.


Terra pun meninggalkan kamar ini. Neila kembali termenung dengan semua ini.


tertidur di atas ranjangnya yang sangat nyaman.


***


Suasana yang sangat asing terlihat di depan mata Alex. Setelah ia mengikuti Jairaj masuk ke dalam apartment milik Jairaj di gedung yang sama dengan Neila, Jairaj membuka portal dunia Amadeus dengan membuka pintu kamarnya. Alex sempat ragu-ragu untuk masuk ke dalamnya karena takut jika hal ini adalah jebakan tetapi, melihat adanya lampu-lampu yang menyala di balik pintu itu, dia beranikan dirinya untuk masuk ke dalam.


“Selamat datang di dunia Amadeus. Mari ikuti saya. Saya antarkan ke tempat tuan


puteri Neila berada.”


Mereka berjalan ke istana yang terlihat sangat jelas di tengah kota ini. Para tentara yang menjaga gerbang istana mempersilakan mereka untuk memasuki istana. Ketika mereka telah masuk ke dalam ruang kosong, Alex melihat seorang lelaki yang sangat tidak asing bersama dengan seorang perempuan yang tak pernah dia lihat.


“Terra, sudah siap?”tanya Jairaj.


“Ya, tuan.”


Matthew serta Alex hanya saling berpandangan. Mereka masih belum dapat menerima fakta ini. Kenapa Matthew bisa ada di sini juga? Alex tidak lagi mengerti. Begitu juga dengan Matthew. Di tengah dia sedang belajar di perpustakaan sekolah, ada seorang perempuan yang mendekatinya dan meletakkan selembar sobekan kertas. Tertulis, “Jika Anda ingin bertemu dengan


Neila, ikut saya.”


Tanpa pikir panjang, Matthew langsung mengikuti perempuan itu. Di saat ia ikut melangkah melewati pintu keluar perpustakaan, dia sudah berada di tempat ini. Semua sangat asing bagi mereka. Terra membukakan pintu ruangan yang ada di depan mereka. Sebuah meja yang


besar terpajang di tengah ruangan serta kursi yang mengelilinginya. Ruang keluarga. Berbagai masakan pun tersedia di atas meja yang luas itu. Dua orang perempuan serta satu pria sedang duduk di ujung sana. Sangat jelas kalau salah satunya adalah Neila. Tetapi mereka tidak tahu siapa dua orang itu.


Terra dan Jairaj berlutut dan berkata, “Tuan, kami sudah membawa mereka


kemari.”


“Ya. Tolong tinggalkan kami di ruangan ini.”ujar pria itu dengan tegas.


“Baik Tuan.”balas Terra dan Jairaj serempak.


Mereka pun berjalan keluar dari ruangan ini. Pria itu menggerakkan tangan


kanannya; meminta Matthew dan Alex untuk duduk di dekat Neila.


“Silakan duduk.”kata seorang wanita di sana.


“Perkenalkan, saya Kendrick, raja di Amadeus dan ayah kandung Neila.” Tangan kanannya pun mengarah ke sebelah kanannya dan ia berkata, “Agacia, ratu di sini dan ibu kandung Neila. Sebelum kita mulai menjelaskan, silakan nikmati makanan yang kami hidangkan lebih dahulu sambil saling mengenal lagi.”


Neila baru saja bertemu dengan orang tua kandungnya ini dua hari yang lalu. Dia pun masih terasa asing untuk berbicara dengan mereka. Semalam, Agacia menjelaskan kalau dia ingin mengundang dua teman Neila juga untuk meminta tolong mereka menyampaikan sebuah surat pada Floria. Mendengar nama ibunya di Bumi ini membuat Neila kembali rindu untuk bertemu dengannya. Meski sekarang dia tahu Floria bukanlah ibu kandungnya, dia tetap ingin menganggapnya sebagai ibu. Bertahun-tahun Floria dan Surya yang menjaga dan memeliharanya di sana hingga dia menjadi dirinya saat ini. Seiring waktu berjalan, Neila mulai dapat menerima realita ini. Dia masih tidak tahu akan menetap di Amadeus atau di Bumi. Masih sebuah kebingungan baginya. Kendrick dan Agacia juga meminta tolong padanya untuk meneruskan kerajaan ini karena kondisi Maera yang masih seperti ini. Sampai sekarang tidak ada solusi untuk melepaskan Maera dari jerat kutuk itu. Neila tahu hal ini bukan salah mereka juga. Jika mereka tidak mengirim Neila ke Bumi saat itu, Neila yang


akan mengalami kutukan itu.


Dia sangat menghargai Maera yang harus mengalami hal ini karena keselamatan Neila saat bayi. Tetapi hal ini membuat dia merasa sangat bersalah pada Jairaj. Raut wajah Jairaj saat di pohon itu sangatlah berbeda. Matanya berkaca-kaca, raut dahinya sedikit mengkerut. Sebuah kerinduan yang dalam tersirat dari ekspresinya saat itu.


Alex dan Matthew merasa segan untuk mengambil makanan di depannya. Neila tahu mereka belum mengambil makanan yang tersedia di tengah mereka.


“Jangan sungkan! Ini makanan buat kalian.” Neila berusaha membujuk mereka untuk mengambilnya.


“Nei..” bisik mereka berdua bersamaan. Mereka saling bertatapan sesaat lalu mengambil makanan itu.


Sembari menikmatinya, Agacia memulai pembicaraan.


“Kalian sudah lama kenal Neila, ya?”tanya Agacia.


“Saya baru kenal dua setengah tahun tetapi Matthew sudah kenal sejak


kecil.”jawab Alex.


“Kenal di mana?”


“Teman sekolah, tuan.” Alex mengikuti cara Jairac memanggil mereka.


“Matthew juga kenal di sekolah?”tanya Kendrick.


“Orang tua saya teman dekat orang tua Neila. Kami kenal sejak kecil, tuan.”


Matthew mengikuti cara Alex memanggil mereka.


Ketika piring makanan sudah hampir kosong semua, Kendrick ingin memulai


pembicaraan ini.


“Apa kalian tidak heran kenapa dan bagaimana Neila menjadi puteri di dunia ini?”


Mereka berdua ingin menjawab ‘iya’ tetapi segan untuk menyampaikannya. Kendrick pun memulai kisah mengenai kelahiran anak kembar yang menjadi larangan bagi keluarga kerajaan di sini. Hingga menyambung saat Maera terkena kutukan itu.


“Sejak tahun lalu, kami berdua memikirkan untuk meminta Neila kembali dan meneruskan kami. Tetapi kami tidak ingin membuat Floria khawatir dengan Neila yang tiba-tiba menghilang di Bumi. Karena itu kami ingin menitipkan surat ini untuk Floria. Kami sangat berharap Alex dan Matthew dapat memberikannya pada Floria.”