
Aku tidak tahu tentang kejadian di balik kelahiranku. Aku merasa semua sangat normal. Rutinitasku sebagai seorang puteri di sini juga selalu berjalan dengan lancar. Tugasku untuk terus belajar mengenai banyak hal sudah terasa sangat biasa.
“Sebentar lagi, tuan Maera akan diajarkan tentang tanaman obat oleh guru
Jairaj.”
Nama itu sangat tidak asing. Nama yang diam-diam aku tunggu sejak tadi. Setiap dua atau tiga hari sekali, aku harus belajar tentang banyak tanaman bersamanya. Terasa lebih semangat untuk mengikuti pelajaran ini daripada lainnya. Bukan karena aku suka dengan pelajaran ini melainkan karena.. Ah sudah enggak usah disebut. Aku malu untuk mengatakannya.
Sebuah senyuman kecil tersungging pada bibirku. Laela, asistenku ini melihat ekspresi wajahku ini. Tanpa harus aku beri tahu, dia juga pasti sudah lama tahu tentang hubunganku dengan Jairaj sejak kecil.
“Tuan, silahkan masuk ke dalam ruangan ini. Guru Jairaj sudah di dalam.”
Pintu ruangan Laela bukakan. Seorang pria yang terlihat menawan di mataku ini terlihat dengan jelas. Senyum yang dia berikan padaku membuat hatiku serasa berbunga-bunga.
“Silahkan duduk, tuan puteri.”sambut Jairaj.
Maera segera mengambil posisi duduk di atas kursi yang berhadapan dengan Jairaj.
“Saya permisi dulu, tuan Maera.”pamit Laela.
“Ya.” Laela menutup pintu dan menunggu di luar ruangan ini.
Setelah tidak ada Laela, sikap Maera yang tadinya anggun berubah total.
“Jairaj... Nanti sore mau coba cookies yang aku buat tadi pagi, enggak? Nanti
aku ke kantormu di ujung sana.”
“Tuan puteri, kita lagi belajar. Fokus dulu ke pelajaran hari ini tentang tanaman
Floes.”
“Yaaaa....”jawab Maera dengan terpaksa.
“Tanaman Floes di halaman tiga puluh.”
Maera membuka buku pelajarannya. Yang canggih di dunia ini adalah saat halaman buku dibuka, terlihat bayangan 3D yang mengambang di atas buku itu beserta tulisan informasi tentang tanaman itu yang mengambang di sekitar gambar 3D tanaman itu.
yang ada di dunia Amadeus ini.
***
“Maera, setelah makan nanti, kamu ikut belajar cara memilih jenis tanaman yang baik untuk bahan makanan. Jairaj sudah Papa minta untuk mengajarkanmu nanti di perkebunan.”perintah Kendrick.
Nama yang disebut oleh ayahnya ini membuat Maera semakin bersemangat untuk menjalankan tugasnya. Kendrick sudah lama mencurigai hubungan Maera dengan Jairaj. Ada sesuatu yang ganjil saat dia melihat ekspresi Maera setiap habis bertemu dengan Jairaj. Wajah berseri-seri serta senyuman yang tidak pernah Kendrick lihat sebelumnya. Kendrick juga sudah mengumpulkan banyak informasi tentang Jairaj. Tidak ada hal negatif tentang lelaki ini. Hanya seorang
remaja yang lebih tua empat tahun dari Maera. Ramah, ceria, serta tekun.
Prestasinya pun juga tidak kalah. Jairaj selalu mendapatkan rangking satu selama mengikuti pendidikan di sekolah khusus tanaman yang diselenggarakan oleh kerajaan ini. Sangat sempurna tetapi posisinya yang bukan siapa-siapa di kerajaan ini membuat Kendrick berpikir berulang kali atas kedekatan mereka. Setidaknya Jairaj adalah anak dari seseorang yang memiliki posisi tinggi di
kerajaan atau konglomerat. Tetapi nihil. Orang tua Jairaj hanya seorang pengajar. Kendrick sudah pernah membahas mengenai hal ini bersama Agacia. Berbedadengan pandangan Kendrick. Agacia sangat tidak keberatan dengan hubungan mereka.
Jumlah gosip yang terdengar mengenai hubungan mereka juga sudah tidak terhitung. Ada yang bilang mereka sudah pacaran. Ada juga yang bilang mereka masih pendekatan. Ada juga yang bilang Jairaj hanya mengincar posisi di istana.
Ada juga yang bilang Maera hanya memanfaatkan Jairaj karena suka dengan pelajaran tanaman. Masih banyak lagi gosip tentang hubungan mereka. Tidak tahu yang mana yang benar.
“Baik, Pa.”balas Maera dengan bersemangat.
Maera pun segera menghabiskan makanannya ini. Sepotong sayur dia ambil dengan sendoknya lalu dia masukkan ke dalam mulutnya. Makanan di dunia ini tidak jauh beda dengan makanan di Bumi. Meski nama dan jenis binatang di dunia ini berbeda, tetapi rasa tetaplah sama dengan di Bumi. Maera pernah diberitahu oleh guru astronomi-nya. Sebuah planet yang terlihat dari langit mereka dengan warna hijau, biru tua, serta sedikit putih pada area tertentu. Tidak terlalu jelas jika
tidak menggunakan telescope. Nama planet itu adalah Bumi. Karena perbedaan gravitasi, semua ilmu gaib mereka akan menjadi lebih lemah saat berada di Bumi.
“Maera nanti sore ada acara enggak?”tanya Agacia.
“Belum tahu, Ma.” Belum ada rencana. Teringat kalau setelah ini dia akan bertemu dengan Jairaj, dia menjadi ingin ikut Jairaj ke tempat kesukaan Jairaj sana. Sebuah senyum kecil tersungging.
“Sepertinya ada.”lanjut Maera. Memang belum pasti karena dia juga tidak tahu jika nanti sore Jairaj ada acara atau tidak.
Tanpa Maera sadari, Agacia dan Kendrick saling menatap. Mereka saling memberi kode tentang ekspresi Maera. Kode tentang ekspresi Maera yang berubah total saat mendengar nama Jairaj. Kendrick dan Agacia sengaja melakukan hal ini untuk melihat ekspresi Maera dan menyangkut-pautkan dengan gosip yang mereka dengar.
Masih misteri bagi mereka tentang status Maera dengan Jairaj. Apakah masih pendekatan? Atau sudah pacaran? Tetapi ekspresi itu tetap tidak dapat dipakai untuk memastikan jawaban dari semua ini.