Still Hope Again

Still Hope Again
Prolog



Anak kembar!” sorak seorang tabib pria menyampaikan pada Raja mereka.


Situasi kelahiran anak kembar ini bukannya membuat mereka menjadi senang melainkan menegangkan. Aturan dari Dewa mereka kalau sang Raja dan Ratutidak boleh memiliki anak kembar. Jika terjadi anak kembar, maka yang satu harus dikorbankan. Selama ini belum pernah ada yang berani melanggar hal ini. karena juga jarang ada yang memiliki genetik kembar. Entah gene ini datang dari sang ayah atau ibu. Tidak ada yang tahu karena tidak ada di keluarga mereka yang bersaudara kembar. Ada yang menginginkan anak kembar tapi hal ini adalah kutukan. Entah mereka harus menyebut hal ini sebagai kutukan atau bukan. Karena mereka juga sudah lama menginginkan anak.


Kendrick serta istrinya Agacia menggendong kedua anak mereka. Dua bayi perempuan dengan wajah yang sangat cantik dan manis. Kemba identik dan hanya berbeda pada warna rambut mereka.


Kendrick segera meminta mereka untuk meninggalkannya berdua bersama Agacia


di ruangan ini. Mereka ingin mendiskusikan hal ini.


“Kita harus gimana?”tanya Agacia. Agacia tidak ingin mengorbankan salah satu


dari mereka.


“Apa selama ini ada yang pernah melanggar aturan itu?”tanya Kendrick.


“Aku belum pernah dengar ada sejarah tentang itu.”


“Bumi..”bisik Kendrick.


Mata Agacia menjadi saling menatap. Agacia mengerti maksud Kendrick.


“tapi siapa yang urus di sana?”


“Siapa lagi kalau bukan andalanmu?”


Ya, sejak kecil, Agacia dijagai oleh pengawalnya bernama Floria. Agacia menikah dengan Kendrick, pangeran dari dunia lain Earlyta. Tiga dunia yang berbeda.


Earlyta, Amadeus, dan Bumi. Kendrick adalah pangeran dari empat bersaudara di sana. Dia bertemu dengan Agacia saat sedang berkunjung di tempat ini bersama kedua kakaknya. Adiknya tidak ikut karena sedang mengikuti sebuah acara penting.


Sihir mereka semua tidak dapat bekerja secara maksimal hanya di bumi apalagi sihir yang dapat melacak keberadaan seseorang di sana. Kendrick segera memanggil Floria untuk masuk ke dalam ruangan. Dia juga segera menghapus ingatan para pelayannya yang melihat kelahiran anak kembar ini. Setidaknya jika mereka teringat, mereka juga tidak dapat membedakan antara mimpi, khayalan


atau realita.


“Floria! Tolong!” ucap Agacia


“Tapi tuan...saya..” Floria merasa tidak layak untuk memegang sang puteri ini.


“Tidak ada waktu lagi. Cepat!”perintah Kendrick.


Tidak ada kesempatan untuk Floria dapat menawar perintah ini. Perempuan yang masih sangat muda ini juga tidak dapat menolak karena menyangkut nyawa seorang bayi yang cantik ini.


Kendrick menyerahkan salah satu bayi perempuan ini pada Floria. Tanpa mengucapkan apapun, Floria menerima bayi ini di atas kedua tangannya.


“Nei.. la..”panggil Agacia. Agacia merasa berat untuk berpisah dengan puterinya


yang baru saja lahir ini.


“Maaf tuan, boleh kah saya dengar lagi nama puteri ini?”


“Neila. Seseorang yang tak kenal lelah.”


“Itu arti namanya, ya tuan?”


“Iya.” Agacia menjawab sambil menahan air matanya. Terasa menusuk sangat tajam di dadanya. Tidak rela tetapi harus rela. Baru saja dia menggendong anak ini sebentar. Apa dia bisa bertemu lagi dengan Neila di masa depan? Sebuah harapan yang tidak pasti. Keberadaan Neila di sana juga belum tentu dapat dilacak dengan ilmu gaib mereka. Tetapi itulah yang menjadi keunggulan untuk


menyembunyikan keberadaan Neila dari kutuk itu.


“Lalu siapa nama puteri..” Sebelum kalimat Floria selesai terucap, Agacia memotongnya.


“Maera.”


Kendrick mengintip jendela kamar ini. Efek dari sihir sudah mulai lenyap. Orang-orang sudah mulai sadar kembali.


"CEPAT! TIDAK ADA WAKTU LAGI!” Kendrick segera memindahkan Floria bersama Neila ke luar istana dengan sihir teleportasinya.