She's My Wife

She's My Wife
Manusia Berencana



Pagi menjelang, suara ayam yang sangat merdu menghamburkan mimpi para insan didunia untuk kembali melakukan aktivitas mereka.


"Pagi Ra" sapa ci Maya.


"Pagi, Cici ku sayang" Zahra membalas sapaan pagi ci Maya.


"Ra, kemaren pak Marvel nyariin lu kata lia" ci Maya memberi tahu Zahra kejadian kemarin.


"Oooowh jadi kemaren Marvel kekantor" gumam Zahra dalam hati dan sekarang ia tahu mengapa Marvel mengajaknya semalam ketaman komplek.


"Ok ci, nanti aku coba hubungin pak Marvel" jawab Zahra sambil berlalu menuju ruang kerjanya.


Zahra dengan serius mengerjakan semua tugasnya yang tertunda akibat kemarin ia tidak masuk kerja.


\=kantor Marvel\=


"Tito" panggil Marvel pada sekertarisnya.


"siap pak boss"


"hmmm kamu pernah pacaran?" tanya Marvel tiba-tiba


"bapak tanya sama saya?" Tito menunjuk dirinya sendiri.


"Iyah kamu kan tadi saya panggil kamu" geram Marvel pada sekertarisnya.


"hmmm pernah pak tapiii...." Tito berhenti bicara.


"tapi kenapa, terusin" Marvel penasaran.


"tapi saya selalu gagal pak, selalu ditinggal pergi" Tito bicara dengan nada orang yang akan menangis.


"udah-udah nggak usah di bahas lagi" Marvel enggan meneruskan pembicaraan karena tau pasti Tito akan curcol alis curhat colongan hahahahaaa....


Hari berjalan dengan cepat, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 12.00 siang.


Tok tok tok


Pintu ruangan terketuk.


"Masuk" kata Zahra


"Makan yuk Ra" ajak Sandy


"Males ah makan sama lu, ntar gua ditinggal lagi" kata Zahra meledek Sandy.


"Issssh ngambek" goda Sandy


"Ga bakal lah, kan gua sekarang single" sambung Sandy


"i'm single and i'm happy" lanjut Sandy sambil bernyanyi ingin menunjukkan bahwa ia sudah move on.


"Baiklah" setuju Zahra sambil menutup laptopnya dan menghampiri Sandy.


Mereka berjalan berdua menuju kantin kantor.


"Cieee cieee" ledek Kiki yang melihat Sandy dan Zahra berjalan Bersama.


"Apaan sih Lo" kata Sandy


"Cemburu liat gua jalan sama cewek cantik" Sambung Sandy.


Perkataan Sandy membuat wajah Zahra memerah karena malu.


"Asiiik daaah ada yang udah move on" ledek Kiki pada Sandy


"Apa sih lu Ki, move on mah dari kemaren kali, soalnya kemaren ada bidadari yang menghibur gua" jelas Sandy kembali yang semakin membuat Zahra salah tingkah


"Udah-udah, apaan sih berdua, terus ajah ngeledek gua" sewot Zahra dan mereka pun tertawa karena melihat Zahra salah tingkah.


Setelah makan siang selesai seperti biasa mereka kembali bekerja.


Ketika mereka bekerja mereka selalu menunjukkan sikap profesional sehingga mereka fokus mengerjakan pekerjaan dan mereka hanya bercanda saat mereka istirahat atau diluar tempat kerja.


“aku udah ditempat parkir Ra” bunyi pesan dari Marvel.


“balik yaaa” ucap Zahra


“ok, hati-hati ya” jawab ci maya


Zahra masuk kedalam mobil Marvel, didalam mobil hanya ada marvel asistennya tidak ikut dengannya.


Mereka berdua jalan-jalan hingga waktu menunjukkan jam 7 malam.


“kita makan dulu yuk” ajak Marvel dan dijawab dengan anggukan oleh Zahra yang sedang segan berbicara.


Sesampainya mereka disebuah café dan mereka masuk kedalam café tersebut.


“mas” panggil Marvel pada salah satu pelayan café


“kita pesan ini dan minumnya ini ya” marvel sudah hafal menu kesukaan Zahra.


Mereka pun menunggu makanan datang dan ketika minuman datang tiba-tiba terdengar suara barang pecah dari sudut meja tamu yang sepertinya tamu itu sedang bermasalah.


"Kenapa... Kenapaaaaa" teriak tamu tersebut.


Zahra yang mendengarnya seakan tak asing dengan suara itu, ia menerka nerka apa itu benar suara orang yang ia kanal, Zahra bangun dari duduknya dan berjalan menuju arah suara tersebut.


"Ra, ga usah ikut campur urusan orang" dengan cepat Marvel mencegah Zahra melihat ke arah tamu itu.


"Sebentar vel" Zahra melepas tangan Marvel yang berusaha mencegahnya.


"Ra" Marvel kembali meraih tangan Zahra.


"sebentar itu suara nggak asing buat gua" Zahra melepas paksa dan langsung pergi menuju arah suara.


Zahra melangkah terus penasaran dengan suara yang tak asing ditelinga nya dan Zahra tertegun dengan apa yang ia lihat.


"Mas Sandy" teriak Zahra terkejut melihat keadaan sandy yang sangat putus asa.


"Mas , mas sadar mas" Zahra menepuk nepuk pipi Sandy yang sudah setengah sadar.


Hati Zahra sakit melihat orang yang ia cintai terluka begitu dalam karena perpisahan.


Zahra panik lalu ia berfikir untuk mencari bantuan dan ternyata Marvel berdiri tepat didepannya.


"Vel, tolong bantu gua bawa mas Sandy pulang kerumahnya" Zahra langsung meminta tolong pada Marvel yang masih terdiam terpaku didepannya.


"Kenapa... Kenapa kamu sangat perduli dengannya Ra, sebesar apa cintamu padanya" tanya Marvel dalam hatinya.


"Marvel ayo bantu" Zahra kembali meminta bantuan Marvel.


Marvel yang sejak tadi terdiam mematung mulai menggerakkan tubuhnya untuk memapah tubuh Sandy.


"kenapa jadi begini sih" ujar Marvel dalam hati.


"maaf pak pesanannya jadi bagaimana ya" tiba-tiba seorang pelayan menghampiri mereka dan bertanya kepada Marvel.


" makanannya buat kamu ajah dan ini pembayarannya sisanya buat kamu" Marvel mengambil beberapa lembar uang dari dalam dompetnya dan memberikannya kepada pelayan tersebut.


"terimakasih pak" pelayan itu pun pergi.


Marvel dan Zahra kembali memapah Sandy untuk masuk kedalam mobil dan mereka akan mengantar Sandy pulang.


rencana makan malamnya menjadi gagal karena kejadian ini, rencananya malam ini Marvel akan memberikan cincin pengikat kepada Zahra terpaksa harus ia urungkan dan harus ditunda sampai waktu yang ia tidak tahu kapan, begitulah manusia bisa berencana namun semua keputusan tuhan yang mengaturnya.