
Pagi hari
“pagi istri ku” sapa marvel sambil memegang secangkir kopi di tangannya
“Aku jalan kerja dulu ya“ Zahra langsung meninggalkan marvel
“tunggu“ ucapan marvel membuat Zahra menghentikan langkahnya
“hmmm“ jawab Zahra
“aku antar kerja“ ucap marvel
“ga usah udah pesan taksi online“ jawab Zahra
“Ra, kamu kenapa sih? Sejak kita pulang kok jadi ketus banget“ Tanya marvel
“mgga apa kook, ya dah jalan dulu ya“ Zahra membuka pintu dan memasuki taksi onlinenya menuju tempat kerjanya.
Sesampainya di tempat kerja Zahra
“pagi semuaaa,” sapa Zahra dengan senyuman pada rekan-rekan kerjanya.
“pagi mba“ sapa rekan-rekannya serentak
“waaaaah mba Zahra dah masuk kerja“ peluk lia kepada Zahra
“gua boleh peluk juga gak?” Tanya sandy dengan wajah menggoda
“boleeh dooong, boleh di tonjok“ kata Zahra sambil mengepalkan tanganya dan berlalu dari hadapan teman-temannya
Tiba-tiba ditempat kerja Zahra
“semua Superisor tolong keruang meeting sekarang” ujar bu rosa kepada seluruh staff SPV
Seluruh staff supervisor termasuk Zahra masuk keruang meeting mengikuti bu rosa.
“baik karena sudah berkumpul semua, saya ingin memberitahukan bahwa kalian akan bekerja dibawah pimpinan Olivia, Olivia adalah keponakan saya yang akan menjadi manager Multimedia, jadi sandy serta Zahra dibawahi langsung oleh Olivia mulai hari ini“ jelas bu rosa kepada seluruh staff.
Semua staff berbisik kecil bertanya-tanya mengapa semua ini sangatlah mendadak sekali.
“apa ada yang mau ditanyakan ?” Tanya bu rosa kepada semua staff
“tidak bu, sudah cukup jelas“ ujar seluruh staff dan semua bubar meninggalkan ruang meeting
“Ra Olivia bukannya yg cewe jutek itu ya ?” Tanya sandy
“shuuut, jangan asal ngomong nanti didenger orang bisa jadi masalah” jelas Zahra
“iya iyah siiap bu Zahra, calon supervisor“ ujar sandy sambil memberi hormat untuk menggoda Zahra.
Mereka pun kembali ketempat masing-masing untuk bekerja.
\=Situasi dikantor marvel ( dalam ruangan kerja marvel )\=
“Zahra kenapa ya, dari pulang liburan kok dingin banget sikapnya” gumam marvel dalam hati
Disisi lain tito sedang memperhatikan boss nya sejak tadi melamun.
“to, menurut kamu kenapa Zahra sejak kembali ke Jakarta sikapnya dingin sama saya?” Tanya marvel
“mungkin nyonya sedang PMS kali pak bos“ celetuk tito
“hmm hmmm” jawab marvel yang berdehem menandakan jangan dilanjutkan lagi pembicaraannya.
“ma. Maaf pak” gugup tito mendengan deheman bosnya
“to kita ke kantor Zahra” marvel bangun dari kursinya dan bergegas keluar kantornya
Marvel dan tito sampai di depan loby tempat kerja Zahra
“selamat siang“ sapa salah satu resepsionis
“bisa bertemu dengan bu Zahra“ Tanya tito
“oh silahkan pak ke ruang tunggu nanti saya panggilkan bu zahranya“ ujar resepsionis
Toni dan marvel menuju ruang tunggu dan tak lama kemudian datang Zahra
“selamat siang pak marvel, ada yang bisa saya bantu ?” Tanya Zahra dengan sangat formal
“formal banget sama suami“ celetuk Marvel
“iiish jangan berisik“ geram Zahra pada Marvel.
“Cuma kita bertiga juga disini gak ada yang lain jadi ngga usah takut ada yang denger“ jelas marvel.
“kenapa kesini?” Zahra bertanya dengan nada ketusnya
“makan siang dulu yuk” ajak Marvel
“gak bisa sibuk” ketus Zahra
“dibilang sibuk“ jawab Zahra sambil memalingkan wajahnya dari Marvel tanda marah
Saat mereka sedang berbincang-bincang ternyata dari luar ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka.
“hhhm…” Olivia berdehem saat menghampiri Marvel dan Zahra.
“Zahra ada apa ini ?” tanyanya
“ma..maaf bu Olivia, ini pak Marvel dari PT. Absolute mau memeriksa hasil cetak untuk brosur dan catalog nya, untuk memastikan tidak ada kesalahan dalam proses cetak” jelas Zahra sambil berwajah meledek pada Marvel.
“siang pak Marvel, untuk pemeriksaan hasil cetak bisa dilihat di ruang poduksi dan saya bisa menemani bapak ke ruang produksi“ ajak Olivia
“baik, terimakasih” jawabnya singkat
Marvel dan Olivia pun bersiap menuju tempat produksi.
“kamu gak ikut Zahra?” Tanya marvel
“Zahra sedang banyak pekerjaan pak Marvel jadi kita saja yang ketempat produksi” ujar Olivia
“benar pak kata bu Olivia, saya pamit kembali bekerja” Zahra berlalu sambil sedikit menoleh kearah Marvel dan Marvel mengerlingkan salah satu matanya untuk menggoda Zahra, dan Zahra pun merasa kesal dengan sikap suaminya itu.
“ciiie cieee yang abis ketemu pak Marvel” goda lia pada Zahra
“apaan sih kamu, mulai deeh awas ya kalo ember“ ancam Zahra
“tenang mba rahasia aman terjaga“ sambil menutup mulutnya
Zahra kembali bekerja sampai jam pulang kerja pun menunjukkan jam 5 sore.
“Pulang pulang” rusuh sandy di meja kerja Zahra
Kriiiing tiba-tiba hp Zahra berbunyi
“aku ke toilet dulu ya mas” ujarnya sambil bergegas berjalan ke toilet.
Di toilet
“assalammualaikum” sapa Zahra
“waa’alaikumsalam” jawab marvel ditelpon ( kondisi didalam mobil )
“aku jemput ya“ ujar marvel dari telpon
“ngga usah aku pulang sendiri ajah “ jawab Zahra sambil menutup telponnya.
Lalu tiba-tiba Olivia keluar dari dalam toilet
“sudah mau pulang Zahra” tanyanya
“iyah bu” jawab singkat Zahra
“pak marvel itu enak diajak ngobrolnya ya Ra” ujarnya
“ooh iyah bu“ jawab Zahra sambil menyimpan rasa heran.
“mulai sekarang kalau ada urusan dengan PT. Absolute saya akan ikut menanganinya“ ujar Olivia sambil sedikit ketus.
“baik bu” jawab Zahra sambil menunduk
Olivia pun berlalu dan Zahra pun berjalan ke meja kerjanya kembali.
Sesampainya Zahra dimeja kerjanya
“lu ketemu bu Olivia di toilet?” Tanya sandy
“hmm“ sambil mengangguk
“ayo gua anter pulang“ ajak sandy
“gak usah mas, gua mau ketempat lain dulu baru pulang” tolak Zahra
“gua anter”
“nggak usah lu pulang ajah“ tegas Zahra sambil mendorong tubuh sandy agar berjalan keluar kantor dan pulang
“iyah-iyah, tapi keloby bareng ya” ujar sandy lagi
“iyah” jawab singkat Zahra
Sesampainya Zahra dan sandy didepan kantor mereka berpisah menuju tujuan mereka masing-masing.
"dadaaah" Sandy melambaikan tangannya sembari berjalan menuju parkiran motor dan Zahra pun membalas lambaian tangannya.
"hati-hati" teriak Zahra.
Zahra pun berjalan kearah luar lingkungan kantornya dan seperti ada seseorang yang mengikutinya membuatkan menjadi waspada karena takut akan terjadi sesuatu yang tidak ia inginkan.