She's My Wife

She's My Wife
Janji



Marvel yang masih kesal tetap berada didalam mobilnya tanpa menghentikan tindakan Zahra, ia sudah tidak tau harus bagaimana, dia pun bingung Disisi lain hatinya sakit namun Disisi lain ia tidak tega melihat Zahra menangis.


Zahra memasuki rumah Sandy kembali dan mendapingi Sandy yang masih menangis.


"Yang sabar ya Sandy" ujar Bu Rosa


"Makasih Bu, sudah sempatkan waktu kerumah saya" jawab Sandy


"Kamu kan karyawan saya Sandy jadi sudah sewajarnya saya kemari" jelasnya


"Apa ada yang kamu butuhkan dan saya akan bantu" sambung Bu Rosa sambil memegang tangan Sandy.


"Terimakasih Bu atas tawarannya" jawabnya.


"Ra kamu masih disini" tanya Bu Rosa pada Zahra.


"Iyah Bu kemungkinan besok setelah almarhumah di makamkan saya baru pulang dan kembali bekerja" jelasnya.


"baik kamu temani dulu Sandy, setelah selesai urusan baru kamu kerja" Bu Rossa memberikan izin


Saat mereka berbincang-bincang ada seorang wanita muda menghampiri mereka.


"San" panggilnya


"Win, ibu" seru Sandy dan menangis dalam pelukan wina


Mereka pun lalu saling memandang satu sama lain, terlihat jelas Dimata Sandy ada rasa rindu dan rasa tenang saat Wina berada di sisinya.


"Kita bicara sebentar San" seru Wina.


Sandy dan Wina berjalan menuju kamar Sandy yang terletak dekat ruang keluarga.


Mereka berdua berbicara di dalam kamar dengan serius, entah apa yang sedang mereka bicarakan, Zahra tidak dapat mendengarnya hanya bisa melihat mereka dari celah kecil pintu yang tidak tertutup rapat, terlihat Sandy yang sangat merindukan Wina, mereka berpagut B*ib*r saling menumpahkan rasa rindu yang amat dalam dan tak lama mereka berpelukan, Zahra yang melihat itu semua sadar bahwa ia tidak memiliki celah untuk mendapatkan hati Sandy.


Melihat semua itu membuat hati Zahra sangat sakit, dia berlari sambil menagis dan keluar dari rumah Sandy.


Marvel yang masih berada didalam mobil melihat Zahra berlari keluar rumah Sandy dan menyusuri gang, Marvel langsung melajukan mobilnya mengikuti Zahra, dengan begitu banyak pertanyaan dibenak Marvel mengapa Zahra sampai menangis dan berlari keluar dari rumah sandy.


Tak jauh dari rumah Sandy ada sebuah taman dan Zahra berhenti ditaman itu, dia masih menangis dengan sangat sedih dan terduduk lemas di bangku taman, Marvel memberanikan diri menghampiri Zahra dan bertanya.


"Kamu kenapa ?" Tanya marvel


Namun Zahra masih saja menangis tanpa menghiraukan pertanyaan Marvel.


Marvel mendekatkan tubuhnya kearah Zahra yang sedang duduk dibangku taman, ia memeluk Zahra dan terus bertanya-tanya.


"Aku mau pulang" seru Zahra tiba-tiba.


"ayo aku antar pulang" jawab marvel dengan menyentuh tangan wanita yang ia cintai.


Dalam pejalanan sangatlah hening, tak ada satupun suara didalam mobil itu, dan marvel masih bertanya-tanya dalam hatinya mengapa tunangannya menangis.


sesampainya didepan rumah Zahra.


"apapun yang kamu alami hari ini aku tidak tau Ra, tapi aku harap itu bisa menjadi pertimbangan untuk mu" sesaat Marvel ingat ia melihat wanita muda masuk kedalam rumah Sandy dan ia sempat mendengar bahwa itu adalah kekasih Sandy.


Zahra turun dari mobil Marvel masih dengan kesedihannya.


"makasih ya Vel" akhirnya Zahra bersuara dan membuat Marvel tersenyum, hanya dengan mendengar ucapan terimakasih dari bibir wanitanya sudah membuatnya senang.


Awan semakin gelap, semua sudah tertidur lelap, Zahra memasuki rumahnya dengan perlahan agar tidak membangunkan seisi rumah.


\=pagi hari\=


“Zahra“ panggil ayah dari balik pintu kamarnya.


“iya ayah, Zahra akan turun“ Zahra sudah tau ayahnya kekamarnya untuk menyuruhnya sarapan.


Zahra dan keluarganya menyantap sarapan yang sudah disiapkan oleh bunda dan eyang Zahra.


“ayah dengar dari marvel kemarin ibunya sandy meninggal ?“ tanya ayah yang sedikit mengenal Sandy dan ibu nya dari cerita Zahra tempo hari.


“iya yah“ jawabnya singkat


“sudah di makamkan ?" sambung ayah


“Zahra ga tau yah, mungkin sudah“ jawab Zahra seakan tak perduli.


“udah selesai semua kok bun“ jelasnya.


Setelah sarapan selesai Zahra pun bersiap untuk Kembali bekerja, kebetulan ini adalah hari senin dan merupakan jadwal terpadat Zahra, awalnya ia ingin menemani Sandy tapi karena kejadian semalam ia mengurungkan niatnya.


“selamat pagi“ seru Zahra yang sedang memimpin rapat kali ini.


“pagi“ jawab team yang ikut dalam rapat.


Mereka sedang membahas tentang penawaran harga yang akan mereka berikan kepada salah satu restoran besar yang kebetulan baru membuka cabang dijakarta.


“baik, terimakasih semua atas kerjasamanya hari ini, semoga kali ini kita akan memenangkan tender kembali“ seru Zahra memberi semangat kepada teamnya.


“SEMANGAAAAAT“ seru mereka dengan kompak dan penuh ambisi.


Zahra Kembali keruangannya dan melihat meja sandy yang kosong, sandy kebetulan cuti tiga hari untuk berduka.


“woy“ kiki mengagetkan Zahra yang sedang bengong.


“apa sih ngagetin ajah“ kesal Zahra


“kenapa bengong mbul?“ goda kiki.


“kangen mas sandy ya ?“ sambung kiki


“ga kenapa-kenapa, apaan sih ngaco“ jawab Zahra sambil mengalihkan pandangannya dari meja sandy.


“lo dah urus design belom buat meeting minggu depan“ Zahra mengalihkan pembicaraan


“mbul , lu kemana sih kemaren tuh kok tiba-tiba ilang dari rumah si sandy“ celetuk ci maya yang tiba-tiba menghampirinya.


“oooh itu, gua harus balik duluan, nyokab gua nyariin“ kilah Zahra.


‘ sorry ya kemaren gua ga pamitan dulu ke kalian “ sambung zahra.


“yaaa gua Cuma kaget kok tiba-tiba lu ga ada pas abis si wina dateng“ cletuk ci maya lagi.


“lu baper ya mbul liat mba wina sama mas sandy“ kini gantian kiki yang menyeletuk


“apaan sih, dah ah gua mau kerja lagi“ Zahra meninggalkan kiki dan ci maya


Kiki dan ci maya yang bingung dengan sikap Zahra saling berpandangan.


Tak terasa hari semakin cepat berlalu, senin, selasa, rabu semakin dekat dengan hari sabtu, dimana Zahra dan marvel akan menikah.


“dekorasinya sudah tepat" seru marvel pada salah satu WO.


"hai“ sapa Zahra pada marvel yang sibuk dengan dekorasi Gedung pernikahan mereka.


“hai, gimana dekorasinya ?“ tanya marvel sambil menunjukkan dekorasi pelaminan mereka


“ya bagus“ Zahra menjawab seadanya.


“ada apalagi ?“ tanya marvel


“kita bicara sebentar vel“ Zahra berjalan ke sudut ruangan yang nantinya akan jadi tempat ia merias diri.


Zahra dan marvel berbicara dengan wajah yang serius.


“gua Cuma mau bilang kalo mungkin gua gak akan bisa secepatnya memberikan hati ini“ ujarnya


“aku akan terus menunggu” jawab marvel sambil memegang dagu Zahra dengan mesra.


“dan tolong untuk tidak memberitahukan siapapun di tempat kerja gua kalo kita dah nikah” pinta Zahra.


“karena 3 bulan lagi adalah tepat 4 tahun gua kerja disana dan akan naik menjadi Manager dan itu harapan gua” sambungnya


“kenapa ga mengelola restoran ayah saja Ra, denger-denger ayah buka cabang dijakarta” seru marvel


“hmm belum kefikiran kesana dan basic gua juga di advertaising” jelasnya


Marvel pun mengerti dengan pilihan Zahra.


“okeh kita sepakat” jawab marvel membuat hati Zahra tenang dan Zahra yakin marvel pasti akan menepati janjinya.


mereka saling melingkarkan jari kelingking untuk mengikat janji.