
Pagi menjelang sinar matahari masuk menyinari kamar hotel mereka berdua.
"Hoaaaaam" Marvel menggeliat setelah tidur pulas, dilihat istrinya yang masih tertidur pulas disampingnya, semalam adalah malam pertama mereka tidur disatu ranjang, Marvel terus memandangi wajah Zahra dan diam diam mendekatkan wajahnya dan mencium kening Zahra, namun tiba-tiba Zahra terbangun.
Zahra kaget wajah Marvel sangat dekat dengannya sehingga membuatnya spontan bangun dan tak sengaja Zahra membentur kening Marvel.
"Aaaaaawwww" mereka berdua teriak kesakitan.
Zahra langsung turun dari tempat tidur untuk menghindari Marvel, dan dia langsung menuju kamar mandi.
"Duuuuuh jadi salah tingkah gini sih gua" Zahra merutuki dirinya sendiri didalam kamar mandi, karena tiba-tiba dia merasa berdebar didekat Marvel.
"tenang Ra, ini hanya perasaan canggung saja bukan cinta" Zahra menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya.
"Zahraaa, cepetan dikamar mandinya, aku mau mandi juga" teriak Marvel dari luar kamar mandi.
"Bawel banget siih si marvel" gerutu Zahra, lalu ia keluar kamar mandi.
Ceklek...
Zahra melangkah keluar dan berpapasan kembali dengan wajah Marvel, membuatnya kembali kaget dan salah tingkah, Marvel mengikuti gerakan Zahra untuk menggodanya, Zahra melangkah kekiri ia melangkah kekanan sehingga mereka terus bertemu.
"Ya ampuuun muka kamu merah banget kaya udang rebus" ledek Marvel sambil tertawa kecil dan berhenti menggoda istrinya.
"Apaan sih, sana-sana katanya mau mandi" Zahra mendorong Marvel kedalam kamar mandi
"Cieee kayaknya ada yang salah tingkah nih" Marvel kembali meledek.
"Bodo amat" sahut Zahra kesal dan bersiap untuk jalan-jalan.
Zahra menunggu Marvel di meja makan, hari ini mereka berniat untuk berkeliling kota Bali.
"Dah siap ?" Tanya Zahra saat Marvel keluar dari kamar.
"Kita sarapan dulu, habis itu baru kita keliling Bali" ujar Marvel dan duduk di bangku untuk menikmati sarapan pagi nya.
"Aku dah sarapan, aku mau ambil tas dikamar" ujar Zahra sambil bangun dari duduknya.
"Cie aku kamu sekarang" lagi-lagi marvel menggoda Zahra sampai Zahra terlihat salah tingkah
"katanya jangan gua lu lagi, udah diturutin malahan ngeledek, kan ngeselin" kesal Zahra.
"iyah-iyah, makasih ya Ra" Marvel senang mendengarnya.
"hmmm" jawab Zahra
Zahra dan Marvel melihat-lihat sekeliling hotel sebelum lanjut berkeliling kota Bali.
"Habis ini kita mau kemana ?" Tanya Marvel pada Zahra yang masih sibuk melihat-lihat pemandangan sekitar hotel.
"Kita belanja oleh-oleh, keliling buat foto-foto" jawab Zahra.
"Ok siap ratuku, fotonya nanti berdua ya jangan sendiri-sendiri" ujar marvel
"Apaan sih, nanti orang curiga tau" Zahra mulai bingung diajak foto bersama.
"satu kali ajah buat di pajang di rumah"pinta Marvel.
"hmmm" Zahra menyetujuinya.
Mereka berdua berkeliling menikmati suasana Indah di kota Bali dan berencana membeli oleh-oleh untuk keluarga mereka.
"Kita liat tas Bali yuk" ajak Zahra yang sangat suka koleksi tas.
Mereka berdua sibuk berbelanja melihat-lihat oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan, aksesoris, kain dan miniatur khas Bali.
"Sayang kayaknya itu Zahra deh temen aku" Tina melihat Zahra sedang memilih-milih tas dan berjalan menghampiri wanita yang menurutnya mirip sekali dengan Zahra sahabatnya.
"Zahra" panggil Tina sambil menghampiri Zahra.
"Tina" Zahra berteriak kecil melihat sahabatnya ada di toko yang sama dengannya dan ia mulai kikuk karena pasti Tina akan bertanya-tanya tentang Marvel.
"Kalian saling kenal" kata Zahra dan Tina bersamaan.
"Iyah kami saling kenal, dia Aldo temen aku sekaligus rekan bisnis" jelas marvel sambil memperkenalkan Aldo pada Zahra.
"Ini tina sahabat aku" Zahra pun memperkenalkan Tina pada Marvel
"Hai, Tina dan Aldo ini suami ku" seru Tina memperkenalkan dirinya dan suaminya pada Marvel.
"Istri, sejak kapan ?" Kaget Marvel karena tak menyangka teman nya sudah memiliki seorang istri.
"Waaah parah Lo ngga kasih tau gua kalo lu married" sambung nya.
"Sorry bro pernikahan kita terlalu cepat dan kebetulan waktu itu lu lg di LA, jadi gua ga sempat kasih tau lu dan lu juga pasti ga bisa Dateng kan karena sibuk" jalas Aldo
"Lu sendiri disini ngapain ?" Tanya Tina pada Zahra
"Kita lg honeymoon" jawab Marvel cepat dan membuat suasana hening seketika
"Honeymoon" teriak Aldo dan Tina serentak karena sangat kaget, pasalnya mereka tidak pernah tau dan tak pernah mendengar kalau sahabat mereka punya pasangan atau sedang dekat dengan seseorang.
Zahra yang kesal dengan jawaban Marvel, hanya bisa memijat-mijat keningnya karena pasti Tina akan mempertanyakannya.
"Sini Ra" Tina menarik tangan Zahra ke arah bangku didepan toko.
benar saja Tina langsung mengintrogasi Zahra.
"Duduk, cerita ke gua yang sebenarnya" Tina bertanya kepada Zahra sambil kesal karena sahabatnya menyembunyikan hal sebesar ini dari dirinya.
"See...see...Sebenernya waktu lu kerumah dan cerita kalo lu di jodohin, saat itu nasib kita sama dijodohin sama orang yang ga kita cinta dan gua bingung ceritanya plus malu dijodohin kayak Siti Nurbaya ajah" Zahra bercerita dengan nada sendu.
"Tunggu maksudnya lu juga dijodohin ?" Tina menekankan pertanyaannya kembali untuk meyakinkan dirinya sendiri dan Zahra hanya mengangguk tanda mengiyakan.
"seiinget gua kita kayaknya pernah beberapa kali ketemu cowo itu deh, siapa namanya?' Tina mengingat-ingat nama suami Zahra.
"Marvel" ujar Zahra.
"ia dia tuh senior gua, udah aaah pokoknya kita senasib nih nikah sama cowo yang nggak kita harapkan" ujar Zahra yang menyamakan nasibnya dengan sahabatnya.
"Tapi tunggu kita kayaknya ga senasib deh, soalnya pas gua tau kalo dijodohin sama ka aldo, gua seneng karena udah dari dulu gua suka sama ka Aldo dan ternyata ka Aldo juga bucin ke gua" ucap Tina dengan wajah tersipu-sipu.
"Jadi Aldo laki-laki masa kecil Lo yang pernah diceritain ke gua?" Zahra mencoba mengingat cerita tina waktu itu.
"Marvel juga suka ke gua dari 12 Tahun yang lalu, tapi gua kan ga suka dia dan cuma anggap dia temen atau senior gua" kesal Zahra.
"Hai ladies, kita makan yuk laper nih" ajak Aldo yang tiba-tiba keluar dari toko bersama Marvel.
Mereka berempat lalu menuju restoran untuk makan siang bersama, Zahra dan Tina duduk berhadapan, begitu juga Aldo dan Marvel
"Pengantin baru sayang, jadi masih jaga jarak aman" sindir Aldo
"Iyah bener, kalo dah ga tahan juga mereka……" Tina menggerakkan tangannya dan menggabungkan kedua telapak tangannya mengisyaratkan sesuatu.
"Yeee lu ya mikirnya mesum ajah" celetuk Zahra
Lalu Marvel pun tertawa kecil.
"Apa-apa awas ajah kalo mikir mesum juga" Zahra mengarahkan kepalan tangannya ke arah wajah Marvel.
"Duuuuh cewe yang begini nih yang bikin Marvel makin ga sabar" goda Aldo lagi.
"tapi sayangnya sahabat aku ketanya belum tumbuh benih-benih cinta" ledek Tina lagi.
"bentar lagi juga bucin, siapa yang tahan sama pesona dari Marvel sang CEO perusahaan ternama yang terkenal tampan dan ramah" cerita Aldo panjang lebar.
"Udah-udah sayang, jangan digodain terus sahabat akunya,kasian nanti ngambek lagi" Tina menahan suaminya untuk tidak meledek Zahra lagi
mereka pun kembali menikmati makan siang sambil terus berbincang-bincang.