She's My Wife

She's My Wife
Rumah Baru



“masuk” ujar seseorang dari dalam mobil


Dan Zahra menoleh ternyata Marvel yang memanggilnya dari dalam mobil.


“ngga usah, ngga enak klo ada yang liat” tolak Zahra masih sambil berjalan.


“ngga ada yang tau kan pake mobil kamu” ujar Marvel yang menggunakan mobil mahar pemberiannya untuk Zahra.


Zahra pun masuk kedalam mobil, Tito melajukan mobil.


“besok bawa mobil ini ajah jadi ga perlu cari taksi online lagi” ujar marvel


“hmm" jawab Zahra


“bu bos, pak bos kita langsung ke appartemen?” Tanya tito


“kita ke rumah baru dulu to” jawab marvel


“serius vel?” senang Zahra


“iyah biar kamu ngga cemberut terus” celetuk Marvel


“yeeey” Zahra senang


Merekapun menuju ke rumah yang akan mereka tempati berdua, dirumah itulah Marvel sudah menyusun strategi untuk memikat hati Zahra dan berharap benih cinta tumbuh dihati istrinya itu.


Sesampainya di gerbang komplek


“woooow rumahnya bagus-bagus banget” ujar Zahra sambil melihat sekeliling.


“bagus donk kan ini komplek rumah kita, pastinya harus bagus supaya kamu betah” ujarnya


“makasih ya vel” ucap Zahra


Mereka sampai dirumah yang akan ditempati


“silahkan masuk ratu ku” Marvel berlagak seperti seorang raja yang menyambut ratunya untuk masuk kedalam istana mereka yang megah.


“iiiish” lagi-lagi Zahra tidak mengindahkan sikap marvel padanya.


Zahra melihat-lihat sekeliling rumah barunya yang akan mereka tempati nanti, Zahra kagum karena rumah ini sangatlah besar dan luas, gaya arsitektur bangunan yang klasik dan modern membuatnya merasa seperti memasuki istana raja.


Mereka berdua keliling melihat dekorasi rumah, dan masuk kedalam salah satu ruangan, ternyata ruang itu adalah kamar yang sangat luas dengan kamar mandi didalam dan ada juga ruang kerja didalamnya.


“ini kamar kita” ucap Marvel menunjukkan kamar mereka.


“sebelah situ apa?” Tanya Zahra


“itu kamar anak kita nantinya” jaawab marvel bersemangat


“okeh kalo begitu itu akan jadi kamar aku mulai hari ini” ucapan Zahra membuat Marvel terkejut.


“kok gitu Ra” bingung marvel


“kan kita masih punya kesepakatan” ujar Zahra sambil senyum-senyum penuh kemenangan.


"gini kamar ini kan luas, dan diujung kamar ada ruangan yang cukup besar juga rencana aku mau buat ruang kerja disana, jadi daripada kita tidur pisah kamar gimana kalo kita satu kamar tapi beda ruangan" usul Marvel


"hmmmm maksudnya?" tanya Zahra kurang mengerti.


" jadi nanti ruang kerja itu akan jadi ruang tidur ku, kamu tidur dikamar ini, jadi barang-barang kita masih dalam satu ruangan tapi kita tidur terpisah" tegas Marvel.


"hhmmm boleh juga" Zahra menyetujui ide Marvel kali ini.


"jadi kapan kita bisa pindah kesini?" tanya Zahra.


“lusa kita bisa mulai pindah dan kamu bisa mulai isi peralatan rumah” ujar Marvel sambil berjalan kearah tangga menuju lantai bawah yang disusul oleh Zahra.


“terus siapa yang akan bantu-bantu kita dirumah sebesar ini?” Tanya nya pada marvel


“ada mbok onah yang akan bantu kita, kebetulan mbok onah adalah ART senior dirumah mama, jadi nanti dia akan training ART baru“ jawab marvel


“maksudnya kita akan punya 2 ART?”Tanya Zahra


“lebih tepatnya 3ART baru plus mbok onah sebagai senior ART”jelas marvel


“jadi 4 dong ART dirumah ini?” Zahra tercengang karena begitu banyak ART yang akan dipekerjakan oleh marvel dirumah ini.


“karena ini rumah besar jadi kita butuh beberapa ART” jelas marvel.


Merekapun keluar dari gerbang rumah mereka dan menuju kedalam mobil untuk kembali ke appartement.


“nanti bayarnya gimana?” sambungnya karena bingung bayar gaji para ART.


Marvel tertawa kecil


“tenang ajah aku yang urus, emangnya kamu mau beresin rumah sebesar itu sendirian?” Tanya Marvel masih sambil menahan tawa.


“ya gak mau juga bisa seharian aku beresinnya kalo sendirian” jawab Zahra sambil cemberut.


"lagi pula nanti kan kita punya anak pasti akan lebih repot lagi mengurus rumah, harus dipersiapkan dari sekarang agar kita bisa tau siapa ART yang dapat dipercaya" jelas Marvel.


"apaan sih, anak-anak masih lama veeeel" sanggah Zahra.


Marvel pun tertawa kecil melihat Zahra yang kembali salah tingkah, Zahra dan Marvel pun keluar dari rumah itu menuju mobil untuk kembali ke appartemen.


"kita pulang to" ujar Marvel memberi perintah kepada Tito asistennya.


"baik pak" Tito membukakan pintu mobil untuk bos dan istrinya.


"gimana hasil meeting kita tadi apa sudah diproses cetak" tanya Marvel kepada Zahra.


"tadi sudah proses cetak semple catalog, kemungkinan besok akan diantar kekantor kamu Vel" jelas Zahra yang di jawab anggukan oleh Marvel tanda mengerti.


Mereka pun sampai di appartemen


"alhamdulillah sampe juga” ujar Zahra ketika masuk kedalam apartemen


“tidur aaah cape” sambungnya sambil berjalan menuju kamarnya


“gag makan dulu” Tanya marvel


“gag ah udah malem ntr gedut lagi” zahrapun berlalu (memasuki kamarnya)


Malam terus bertambah larut tak lagi terdengar suara-suara karena semua sudah terlelap untuk menanti pagi yang cerah.


\=diruang makan\=


“sarapan dulu non” sapa seorang wanita paruh baya


“mbok nah“ Zahra heran tiba-tiba mbok onah ada di appartemen Marvel.


“iyah non, tadi den Marvel bilang untuk siapkan sarapan jadi mbok kesini subuh tadi” jelasnya


“Marvelnya belom bangun mbok?” Tanya Zahra pada mbok nah yang sedang menuangkan susu untuk Zahra.


“den Marvel sudah pergi sejak jam 6.00 non, katanya ada urusan mendesak dikantor” jelasnya pada Zahra.


“oooh begitu” Zahra duduk di kursi makan dan menyamtap hidangan yang sudah disajikan oleh mbok onah…


Setelah selesai sarapan Zahra bersiap untuk berangkat kerja karena ia pun harus mempersiapkan dokumen untuk meeting dengan perusahaan Marvel.


“mbok, Zahra pergi kerja ya” pamitnya


“hati-hati non” ujar mbok onah


Saat Zahra sampai di garasi mobil seorang pria paruh baya menghampirinya.


“non Zahra mau berangkat kerja?” tanyanya


“iyah pak, hmm bapak siapa ya?” Tanya Zahra karena baru melihat nya hari ini.


“saya jono supir non Zahra” jelasnya.


“hmm maaf pak saya ngga pakai supir karena biasa bawa mobil sendiri” jelasnya


“tapi non saya butuh pekerjaan ini” lirihnya


“bapak tetap bisa bekerja mungkin jadi tukang kebun atau bantu-bantu mbok nah” ujar Zahra dan masuk kedalam mobilnya.


Tidak lama kemudian hp Zahra berdering, dan Zahra mencari headsetnya.


“hallo” jawab Zahra


“kenapa ga pakai supir?” Tanya seseorang dari hp.


“gag perlu, dan biasa sendiri, suruh aja dia jadi tukang kebon bantu-bantu mbok onah” Zahra menutup telponnya.


Zahra bingung kenapa Marvel menyiapkan supir untuknya, toh selama ini dia selalu mengendarai mobil kemana-mana sendiri.


"si Marvel kenapa sih pake supir-supir segala udah tau biasa sendiri" kesal Zahra dalam hatinya.