She's My Wife

She's My Wife
menunggu cinta mu



\=Didalam mobil\=


"Jalan Cendana 5 no. 4 ga jauh dari sini kok vel" Zahra menyebutkan alamat tempat tinggal keluarga Sandy.


Zahra menemani Sandy di kursi belakang, sedangkan Marvel sibuk menyetir , marvel menyetir sambil melihat map di Hp nya.


Suasanya hening selama perjalanan, Marvel yang memperhatikan sikap Zahra melalui kaca mobil sangat sakit karena Zahra sangat khawatir dengan kondisi Sandy tanpa memperdulikan dirinya


"Udah sampe" Marvel menghentikan mobilnya di depan rumah Sandy.


Zahra dan Marvel memapah kembali Sandy ke rumahnya.


"Assalamualaikum, Bu" salam Zahra sambil mengetuk pintu rumah Sandy.


Lalu seseorang membukakan pintu rumah itu dan menjawab salam Zahra.


"Waalaikumsalam" jawab seorang wanita sesudah membuka pintu.


"Sandy" sambung wanita itu dengan berteriak karena kaget melihat anaknya dipapah tak berdaya.


"Bu maaf bisa kami masuk kedalam" seru Marvel.


"Si... Silahkan" kata wanita itu dengan wajah yang masih terkejut.


Zahra dan Marvel membawa Sandy ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh wanita tersebut dan menaruh tubuh Sandy di kasur.


"Mas, kenapa sampe begini sih" Zahra menyentuh pipi Sandy dengan lirih.


"Ayo pulang Ra" ajak marvel yang sejak tadi masih berdiri di samping Zahra.


Zahra pun melangkah ke arah pintu kamar Sandy, namun ia seketika menghentikan langkahnya karena mendengar Sandy mengigau.


"Wina...Wina" ngigau Sandy


Zahra tak dapat lagi menahan air matanya, seketika air mata sudah membasahi pipi nya.


"Bu Zahra pamit pulang ya" kata Zahra pada wanita yang sedari tadi masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat.


Wanita itu adalah ibu dari Sandy, Sandy adalah anak tunggal yang tinggal hanya dengan ibunya, ayahnya sudah tiada 2 tahun lalu.


\= Pagi hari di rumah Zahra \=


"Pagi ayah, bunda, eyang" sapa Zahra kepada orang-orang yang ia sangat sayangi.


"Pagi sayang" sahut mereka serentak.


"Wooow kompak sekali para kesayangan akuuh" goda Zahra.


"Weekend ini ada acara apa sayang?" bunda bertanya kepada Zahra yang sedang menyantap sarapannya.


"nggak ada Bun, mau dirumah ajah istirahat, kebetulan hari ini Zahra juga mau siapin presentasi buat penawaran kerjasama dengan salah satu perusahaan makanan" jelasnya.


"Sekarang kan hari Sabtu, kenapa ga Senin ajah di kantor kerjainnya" kata ayah Zahra.


"Senin biar tinggal meeting dengan team Zahra yah" Zahra memberi penjelasan kembali kepada ayahnya.


Selesai sarapan terdengar suara bunyi bel


"Assalamualaikum eyang" salam Marvel dengan santun.


Marvel memang terkenal anak yang sangat santun, bahkan ia jarang sekali marah dengan para karyawannya, dia adalah pimpinan yang sangat bijak dan tidak mudah terhasut


"Zahra, ada nak Marvel nih di bawah" teriak eyang memanggil zahra yang sedang berada di ruang santainya.


"Haiiish itu orang tiap hari apa nggak bosen ketemu gua terus" kesalnya dalam hati.


"Iyah eyang, Zahra turun" sahut Zahra sambil melangkah keluar ruangan dan menghampiri Marvel.


"Hai" sapa nya pada Zahra.


"Hai" jawab Zahra


"Ya udah kalian ngobrol deh, eyang panggilkan bunda dan ayah dulu" eyang pergi meninggalkan Zahra dan Marvel.


"Lu tiap hari ketemu gua ngga bosen apa vel" tanya Zahra ketus.


"Bosen?, nunggu kamu selama 12tahun ajah ga bosen kok"


"Kalo masih disuruh nunggu lagi sampe cinta itu hadir juga ga akan jenuh dan berubah, cinta ini sudah tidak bisa pergi" sambung nya.


Zahra yang mendengarnya merasa sangat jijik.


"Uuuweeeek" Zahra pura-pura seperti orang yang akan mu*nt*h.


Marvel tersenyum kecil melihat tingkah tunangannya itu, ia sadar betul Zahra paling tidak suka diberi gombalan.


"Eh ada nak Marvel" seru ayah yang berjalan menghampiri Zahra dan Marvel.


"Sehat om" tanya Marvel sambil bersalaman.


"Alhamdulillah sehat vel, apalagi om hari ini lihat calon menantu makin sehat deh" seru ayah Zahra.


"Bisa ajah om" Marvel tersipu malu.


Ayah Zahra dan Marvel berbincang tentang bisnis sampai hobby marvel, ayah zzahra begitu terlihat bahagia berada didekat Marvel.


"Marvel pulang dulu om" pamit Marvel


"nggak makan malem dulu vel" ajak ayah Zahra.


"Ga usah om, saya pulang dulu ngga kerasa juga udah sore" ujar Marvel pada ayah Zahra.


Marvel meninggalkan rumah Zahra dengan senyuman diwajahnya.


Terlihat jelas marvel sangat menyukai Zahra.


pria ini memiliki cinta yang sangat besar untuk Zahra, Marvel benar-benar mencintai Zahra, sampai ia mampu menunggu selama 12 tahun demi mendapatkan cinta dari wanita pujaan hatinya.


jika ada pertanyaan apakah dia siap menunggu lagi walaupun suatu hari jika mereka menikah cinta di hati Zahra belum kunjung datang, maka jawabannya ia akan mampu menunggu karena baginya Zahra adalah wanita yang baik, yang pantas ia cintai dan wanita yang bisa mendampingi dirinya untuk menjalani kehidupan ini.


"aku akan buktikan pada mu Zahra bahwa cinta ini memang hanya untuk mu seorang" gumam Marvel dalam hatinya.