
\= Di hotel \=
"Huuuuft lelahnya" sesampainya di hotel Zahra langsung membaringkan tubuhnya di kasur.
"Mau aku pijitin ?" Tanya Marvel dengan wajah yang penuh makna.
"Gag ngga usah udah ilang capenya" Zahra langsung bergerak menjauh dari Marvel.
“aku mau mandi dulu“ kata Zahra untuk menghindari marvel.
Marvel hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya itu yang sejak mereka tiba di bali zahra banyak menunjukkan sikap salah tingkah.
Malam pun tiba
Hp Zahra berdering
SANDY terlihat nama dilayar HP Zahra
“Ra, telepon tuh” kata marvel sambil melirik hp Zahra
“hallo” zahra buru-buru mengangkat telpon.
Ditempat sandy
“ra, lu dimana sih, kerjaan gua double nih karna lu ga masuk” cerita sandy
“maaf mas gua lagi ada urusan keluarga dulu mungkin lusa baru pulang” sahut Zahra.
"Ya udah cepet pulang ya" rengek sandy pada zahra.
“Ya dah mas, gua lanjut dulu ngga enak sama keluarga nih” Zahra menutup telponnya.
“hmmm hmmmhmmm” marvel bertingkah seolah-olah terbatuk
“apa-apa mau ngomong apa? bully lagi?” sewot zahra
“apaan sih aku Cuma keselek, bukan mau ngeledekin kamu tau” marvel sambil berlagak tersedak.
“udah sana makan yang bener, keselek beneran baru tau rasa” kesal Zahra.
Mereka pun melanjutkan makan malamnya.
Hari terus berlalu, honeymoin Zahra dan marvel pun usai, mereka sersiap-siap untuk chek out dari hotel dan kembali ke jakarta.
“udah siap semua sayang” Tanya marvel
“sayang-sayang, jangan aneh deh veeeeel aku geli dengernya“ gidik Zahra
“kita kan suami istri ra, harus dibiasakan dari sekarang” jelas marvel
“iyah nanti kapan-kapan kalo hati aku udah cair” tegas Zahra
“emangnya es batu cair“ goda Marvel.
Marvel hanya tersenyum kecil melihat kelakuan istrinya yang membuatnya gemas.
Zahra memang belum bisa menerima marvel sebagai suaminya, pernikahan yang sangat mendadak ini membuat Zahra sedikit tersiksa dan membuatnya memikirkan kelanjutan karirnya di kantor.
Sepanjang perjalanan pulang Zahra hanya terdiam, bahkan saat sampai di bandara Zahra pun masih tidak membuka suara.
“hei, kenapa sih diam ajah“ Tanya marvel
“gak apa-apa, pengen ajah” singkat Zahra
“nyonya dan bos mau langsung ke appartemen atau ada tujan lain ?” Tanya tito asisten marvel
“Appaartemen“ jawab Zahra dan marvel serentak
Mereka semua menuju appartemen Marvel di daerah jakarta barat.
Suasana ditempat kerja Zahra
“sandy“ panggil bu rosa saat menjumpai sandy dimeja kerjanya
“iyah bu“ jawab sandy sambil berdiri di belakang meja kerjanya
“kamu sudah menyelesaikan semua tugas nya Zahra?“ Tanya bu rosa
“sudah semua bu, dan habis makan siang kami akan rapat mengenai designnya“ jelas sandy
“oke kalau begitu kerja bagus sandy, besok kamu bisa diskusikan dengan Zahra mengenai hasil rapat kalian hari ini“ lanjut bu rosa
“baik bu“ jawab sandy dan bu rosa meninggalkan meja kerja sandy
Kondisi appartement marvel dan Zahra
“aaaaaah akhirnya kita sampe juga“ ucap marvel saat sampai di apprtemennya ( posisi ada di ruang tamu )
“permisi pak, koper-kopernya mau disimpan dimana ?” Tanya tito
“taro disitu ajah to, nanti saya yang masukin kekamar“ jawab marvel sambil duduk santai di sofa.
“ada yang bida saya bantu lagi pak?“ Tanya nya lagi
“ngga ada to, kamu boleh kembali ke kantor, besok kita bicara lagi dikantor" marvel memutar-mutar lehernya yang terasa pegal.
“baik saya permisi“ pamit tito
Seharian ini mereka sibuk merapikan barang-barang mereka sendiri.
“ra yakin kita tidur terpisah lagi ?” Tanya marvel sambil mengintip Zahra dari balik pintu kamar Zahra.
“yakin donk, kan kita udah sepakat“ jawab Zahra.
“nanti kalo orang tua kita main dan liat kita tidur terpisah gimana?” Tanya marvel dengan hati-hati.
“tenang ajah nanti kita bicarakan lagi, udah ah mau tidur cape“ Zahra menutup pintu kamar dan menguncinya.
Marvel kembali kekamarnya dengan wajah lesu karena lagi-lagi mereka tidur terpisah.
"hehehe" Marvel senyum-senyum sendiri didalam kamarnya membayangkan sikap Zahra selama di Bali.
"sedikit kemajuan, semoga segera Allah bukakan pintu hati Zahra" gumam nya dalam hati.
Marvel pun merebahkan tubuhnya di kasur dan mulai memejamkan matanya yang di serang rasa kantuk.