
"Vi... pinjem pulpen dong.", pintaku.
"Minjem aja sono sama Helen!", sahut Viona ketus.
Aku menggaruk kepalaku yang tidak gatal karena merasa bingung dengan sikapnya Viona.
"Buset, galak amat!", celetukku.
Plak
"Aduh! Apaan sih?", tiba-tiba saja Jojo memukul badanku dengan buku tulis.
"Lu diem aja, dia lagi kesel sama lu!", Jojo berbicara tanpa suara ketika aku membalikan badan.
"Apaan sih au au gitu? Ngomong yang jelas kenapa?"
Plak
"Sakit dodol!"
Lu diem aja, dia lagi kesel sama lu
Kubaca tulisan yang ada di buku tulisnya Jojo.
"Aduuuhhhhh, lu berdua bisa diem gak sih?", Viona sudah bertolak pinggang menghadapku.
"Lu kenapa Vi?", tanyaku heran.
"Mikir aja sendiri!", lagi-lagi Viona menjawabku dengan ketus.
Akhirnya aku memilih untuk diam karena aku memang bingung apa yang membuat Viona kesal padaku. Tidak ingin memusingkan Viona, aku tetap bercanda dengan Jojo dan Yosi. Hingga jam istirahat kedua tiba. Aku melihat Kanaya, Viona, Grace dan Lia keluar kelas.
"Van, Viona tuh kesel karna lu minjemin buku ke Helen!", Jojo akhirnya berbicara.
"Yaelah, masih masalah buku? Emang kenapa sih? Gua salah kalo minjemin buku ke Helen?", aku semakin bingung.
"Kanaya kayanya suka deh sama elu!", ucap Yosi.
"Gua enggak mau pacaran-pacaran dulu. Gua mau belajar." ucapku.
"Iya tapi kayanya mending lu jangan deket-deket sama Helen!", ucap Jojo.
"Kan emang enggak deket. Dia di kelas sebelah, gw disini. Lagian kan lu tau gua deketnya sama siapa aja."
"Iya juga sih. Gak tau dah, pusing juga gua lama-lama ", akhirnya Jojo menyerah juga.
Aku, Yosi, Jojo dan Billy akhirnya memilih untuk bermain di kelas. Kami berempat saling kejar-kejaran main selepetan dasi.
"Iihhhh, jangan deket-deket gua, tar kena gua!", Yuke berteriak saat aku berputar di dekatnya yang sedang duduk bersama Corry.
Tasssss...
Jojo menyelepetkan dasinya dan mengenai meja Corry.
"Jojooooooooo!!!", Yuke berteriak lagi.
Yuke yang merasa kesal melempar Jojo dengan sepatu yang dipakainya tepat mengenai kepala belakangnya.
"Aduh!", Jojo mengaduh lalu mengambil sepatu yang cuma sebelah itu.
"Sepatu siapa nih?", teriak Jojo.
"Punya gua kenapa?", Yuke berteriak lagi.
"Sakit tau!", Jojo mengusap kepalanya.
"Noh, kalo mau main di lapangan!", sahut Yuke kesal.
Bukannya meminta maaf, Jojo membawa kabur sepatu Yuke yang tadi dilempar Yuke.
"Jojoooooooooo!!!", Yuke berlari mengejar Jojo.
Aku, Billy dan Yosi pun ikut berlari keluar kelas. mengejar Jojo. Begitu keluar kelas, aku melihat Yuke yang sedang lompat-lompat di depan etalase papan pengumuman. Ternyata Jojo menaruh sepatu Yuke diatas situ.
Billy dan Yosi berlari turun mengejar Jojo. Aku yang merasa tidak tega, mengambil sepatu Yuke.
"Apa? Mau lu bawa kabur juga?", Yuke langsung merebut sepatu yang masih aku pegang lalu meninggalkanku.
"Dih, ditolongin malah galakan dia!", gerutuku.
"Revan...!", aku melihat Helen melambaikan tangannya.
"Aduh, apaan lagi coba?", batinku.
"Ini!", Helen mengembalikan buku matematikaku.
"Oohhh, emang pelajarannya Bu Vita udah?", jawabku basa-basi.
"Udah kok! Makasih ya!", Helen tersenyum padaku.
"Iya!", jawabku lalu berlari untuk turun ke kantin karna aku tahu mereka bertiga pasti ada di kantin.
"Kesian tuh Yuke, udah tau dia pendek lu kerjain gitu.", ucapku ketika duduk bersama mereka.
"Gua gemes kalo liat dia marah-marah gitu!", jawab Jojo.
"Lu suka sama Yuke?", tanyaku.
"Enggak tau, gua cuma gemes aja sama dia!", jawabnya santai.
"Mang, es teh manis dong!", pintaku pada Mang Opik.
"Ahhhhhh, segerrrrr! Haus banget gua gara-gara kejar-kejaran sama lu semua tadi!", jawabku.
Teeeettttt
"Ya elah, baru juga duduk gua. Udah dipanggil aja!", gerutuku.
"Lu kelamaan turunnya!", sahut Yosi.
"Iya, tadi kan gua nolongin si Yuke dulu trus Helen balikin buku!", aku menunjukkan buku matematikaku.
"Pantesan lama!", sahut Billy.
"Yodeh, balik yuk!", ajak Yosi.
"Kanaya tuh!", bisik Yosi.
Mataku langsung tertuju pada Kanaya yang sedang berjalan berlawanan arah denganku. Sepertinya Kanaya cs baru balik dari perpustakaan.
"Jangan cepet-cepet jalannya! Biarin aja mereka naik duluan!", ucapku.
"Ga usah cepet-cepet juga mereka jalannya juga udah cepet!", sahut Jojo.
Ternyata Kanaya dan yang lainnya mempercepat langkah mereka. Mungkin karena mereka juga melihat aku dan yang lainnya.
Plak
"Aduuuhhhhhh, kenapa lagi sih?", tanya Jojo sambil memegangi bahunya.
"Gua masih kesel sama elu! Kan tadi belom kena gara-gara lu kabur ke kantin.", jawab Yuke.
"Hahahaha!", Aku, Yosi dan Billy menertawai Jojo yang dipukul Yuke pakai buku.
"Iya maaf deh!", Jojo mengulurkan tangannya.
"Maaf gua mahal!", sahut Yuke.
"Traktir gua bakso baru gua maafin!", pinta Yuke.
"Yeee, itu mah emang maunya elu makan gratis!", sahut Jojo.
"Iya terserah, lu mau gua maafin apa enggak?"
"Udah sih bayarin aja tuh bakso semangkok daripada lu tiap hari kena pukul pake bukunya dia!", sahut Billy.
"Yaudah yaudah, tar gua beliin!", jawab Jojo.
"Vi, geser dong!", pintaku pada Viona karena aku duduk di pojok tetapi Viona tetap tidak bergeming.
"Vi... plisss!", aku menangkupkan kedua tanganku tetapi Viona masih juga diam tidak menanggapiku.
"Jo, tukeran tempat duduk deh!", pintaku kesal.
Viona akhirnya menggeser badannya saat mendengar aku meminta Jojo untuk bertukar tempat duduk.
"Nah, gitu kek dari tadi!", sahutku pelan.
"Ih, lu kenapa ngeselin sih jadi orang?", tanya Viona.
"Ngeselin gimana sih? Emang gua ngapain?", tanyaku bingung.
"Gak tau, gua kalo liat lu sekarang bawaannya kesel aja!", jawabnya ketus.
"Iya, gua minta maaf deh kalo gua bikin lu kesel!"
Viona tidak menjawab apapun. Yosi dan Jojo cekikan di belakangku melihat aku dicuekin Viona. Aku segera berbalik dan mengacungkan bogemku.
"Diem deh jangan pada kasak-kusuk aja!"
Aku langsung terdiam mendengar ocehan Viona. Tetapi aku masih mendengar Jojo dan Yosi masih cekikikan.
Hingga pulang sekolah Kanaya dan Viona tidak menegurku sama sekali. Hanya Grace dan Lia yang masih menegurku.
"Lu pada mau ikut gak?", tanya Jojo.
"Kemana?", tanyaku.
"Makan bakso gratis kan si Jojo udah janji mau bayarin Yuke!", sahut Billy.
"Jehhh... gua bayarin si Yuke doang! Lu semua kalo mau ikut bayar sendiri-sendiri.", jawab Jojo.
"Yailah, pelit bener sih!", sahut Billy.
"Becanda deh! Mukanya udah pada manyun semua. Hahaha!", Jojo tertawa.
Sesampainya disana ternyata Yuke sudah menunggu bersama Corry. Saat sedang asik-asiknya makan, Helen cs tiba-tiba datang dan memesan bakso juga.
"Lho, kalian disini juga? Kenapa gak bilang jadi kan bisa barengan?", tanya Helen.
"Perasaan gua nggak enak nih!", bisik Yosi.
"Iya gak direncanain juga mau makan bakso.", jawab Billy.
"Bang, bakso 2 kaya biasa ya!"
Aku, Jojo dan Yosi serempak menoleh ke arah sumber suara yang sudah sangat kita kenal.
"Gua bilang juga apa.", bisik Yosi lagi.