
Sebastian dan Hera memisahkan seprei dan selimut tersebut untuk segera di cuci. Sebastian mencuci seprei terlebih dahulu karena seprei lebih membutuhkan banyak tenaga saat di lakukannya proses pencucian. Sebastian mengambil botol deterjen yang wangi nya sangat menyengat hingga memenuhi seisi ruangan. Hera sangat menyukai wangi deterjen tetsebut.
ia melihat bagaimana Sebastian mencuci sprei tersebut dengan sangat lihai. Gelembung-gelembung mulai berterbangan di sekitar mereka. Hera merasa sangat gembira, Hera bermain-main dengan gelembung-gelembung itu tetapi lama-kelamaan ia menjadi bosan. Ia duduk dan termenung di pojok ruangan menatap sebastian hingga ia selesai membersihkan semua kain-kain tersebut.
"huh, akhirnya selesai" Sebastian menyeka keringat di dahi nya
"Sebastian!" panggil Hera
"ada apa my lady!" Sebastian menoleh ke arah Hera
"Aku bosan, apa masih ada pekerjaan lain yang bisa di lakukan?" tanya Hera
Sebastian mengingat-ingat lagi, mungkin masih ada pekerjaan lain yang belum ia selesaikan. Hera merasa sangat bosan, sangking bosan nya ia sangat malas untuk menggerakkan bola mata nya.
"hm..." Hera melihat sesuatu
"Sabastian!, untuk apa selimut kecil ini?"
Hera menunjukkan sebuah selimut bayi, bentuk nya persegi dengan bulu-bulu halus yang menyelimuti selimut itu. Sebastian ingat sekarang, ia harus mengembalikan selimut tersebut ke kamar yang berada di seberang kamar nona Cloudet.
Tetapi hal yang tak di sangka-sangka terjadi, darah rendah Sebastian tiba-tiba mulai kambuh dan itu membuat kepala nya terasa sangat pusing hingga rasa nya ia mau pingsan.
Deg!!!
"!"
Sebastian berpegangan erat pada dinding ruangan. Hera yang sepertinya peka terhadap situasi, ia langsung menyentuh tangan kiri Sebastian dan saat itu juga Sebastian mulai bisa mengendalikan kondisi tubuh nya.
"Sebastian, kalau Sebastian sakit sebaik nya Sebastian beristirahat saja. biar aku yang mengembalikan selimut ini!" Tutur Hera dengan wajah yang sangat polos
"Tapi my lady..."
"Sudah-sudah, aku bisa melakukannya sendiri. Kau hanya perlu beristirahat dan jika terjadi sesuatu aku akan memanggil mu Sebastian" ucap Hera
"tapi..."
Hera segera menarik lengan Sebastian dan menuntunnya ke arah kamar. Hera memerintahkan Sebastian agar berbaring dan beristirahat di atas kasur untuk malam ini. Hera mengambil selimut kemudian ia memakaikan selimut itu untuk nya.
30 menit Kemudian...
"Akhirnya Sebastian tertidur"
Ternyata membujuk Sebastian tidak semudah yang ia bayangkan. Hera butuh waktu setidaknya tiga puluh menit untuk membuat Sebastian tertidur nyenyak. Dan setelah lama berdebat panjang lebar, akhirnya Hera berhasil membujuknya. Hera melangkah ke luar kamar kemudian ia berjalan pergi menuju ke rumah para pelayan senior tepat nya bangunan tersebut terdapat di bagian barat mansion.
Setelah Hera keluar dari kamar, Sebastian membuka mata dan mengintip sekilas situasi di kamar tersebut.
"Aku harap lady tidak kenapa-napa"
Di koridor barat____
"..."
Terlihat di dalam sebuah kamar, nona Cloudet sedang merapikan sebuah tempat tidur milik seseorang. Cloudet membersihkannya dengan sangat telaten dan hati-hati seperti seorang pelayan yang sudah sangat berpengalaman.
Tetapi tidak terlihat seperti apa yang kalian pikirkan, nona Cloudet sebenarnya sangat membenci tugas yang sedang ia lakukan ini. Ini pertama kalinya ia membenci pekerjaan rumah yang telah di berikan oleh eadline untuk nya. biasanya dia akan melakukannya sambil bergembira dan dengan suasana hati yang baik pula. itu karena kamar ini adalah kamar milik seseorang yang sangat ia benci dan bisa-bisanya hari ini eadline memerintahkan nya untuk membersihkan kamar, apa lagi kamar itu adalah milik seseorang yang ia benci.
"(Ya Tuhan, apa yang eadline pikirkan?. bisa-bisa nya dia menyuruh ku untuk membersihkan kamar ini. Padahal dia tau kalau aku sangat membenci bajingan itu!)"
Cloudet tetap melanjutkan kegiatan bersih-bersih nya, saat ia sedang mengelap kaca lemari. Gerakan nya terhenti saat telinga nya menangkap suara langkah kaki seseorang dari balik pintu.
"(!)"
Tok-tok-tok
"Permisi!" suara Hera memanggil sambil mengetuk pintu dari luar
"(ah, ternyata nona kecil)"
Cloudet buru-buru berlari dan membuka pintu.
Krieett___
"Ah, halo!" sapa Hera
"Nona Hera?, ada yang bisa di bantu?" tanya cloudet
Kemudian Hera menyodorkan sebuah selimut kepada nya.
"ini!, aku mengantarkan selimut ini untuk Sebastian!" ucap hera
Cloudet melangkah masuk dan ingin menutup pintu. tetapi ia terhenti saat ucapan Hera menghentikan langkah nya.
"Eh, tunggu!" Panggil Hera
"Ya, ada apa nona?" Tanya Cloudet
"Emmm...boleh aku membantu mu membersihkan kamar. aku ingin sekali membantu tetapi sepertinya semua orang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka" tutur Hera
"Tapi nona, kau yakin?" tanya cloudet memastikan
"Tentu saja aku yakin!, setidak nya biarkan aku melakukan satu pekerjaan saja!" Pinta Hera
"Emmm...baiklah nona, kau bisa bantu aku membersihkan lemari. itu pun kalau..."
"Ya ya, Baiklah!. akan ku kerjakan!" ucap Hera dengan senang
"Baiklah nona, ayo ikut aku!" ajak Cloudet
Mereka berdua masuk ke dalam kamar dengan Hera yang berjalan santai sambil mengikuti Cloudet dari belakang. Sesampainya di dalam, Hera di buat takjub oleh desain kamar tersebut yang terbilang cukup mewah untuk seseorang yang cuman setingkat pelayan.
Hera melihat ke sekitar, terdapat banyak sekali interior berbahan dasar kayu yang sepertinya barang tersebut berasal dari bahan berkualitas tinggi dan sangat mahal. Cloudet membawa selimut biru itu ke kasur kemudian menatanya.
Hera menunggu Cloudet selesai dengan pekerjaan nya, ia duduk di sebuah singgel sofa di dekat perapian.
"Nah sudah selesai!"
Sekarang mereka berdua hanya perlu membersihkan dua lemari yang ada di dalam kamar itu.
"Nona, pekerjaan ku sudah selesai. sekarang kita hanya perlu membersihkan lemari yang ada di ruangan ini"
Hera mengangguk, kemudian Cloudet memberikan Hera satu lembar kain lap untuk membersihkan lemari. Cloudet membersihkan lemari di dekat kamar mandi. sedangkan Hera, ia di tugaskan untuk membersihkan lemari pakaian yang ada di dekat jendela.
"Baiklah ayo kita lakukan!" ucap Hera dengan semangat
Hera terlebih dahulu membersihkan bagian luar lemari tersebut. Ia membersihkan lemari tersebut dengan telaten dan sabar. Sudut demi sudet ia gosok hingga terlihat sangat mengkilat. Setelah selesai, ia berniat membersihkan bagian dalam dari lemari tersebut. Saat ia membukanya, ia mendapati banyak sekali kotak kayu dan sebuah lukisan yang di tutupi oleh kain putih.
Hera perlahan-lahan mengeluarkan satu-persatu isi lemari tersebut untuk di bersihkan. Debu-debu halus mulai berterbangan saat kotak-kotak tersebut di keluarkan. hal Itu membuat pandangan hera terhalang dan membuat hidung nya gatal dan batuk-batuk. Hingga ia tak sengaja menjatuhkan salah satu kotak kayu di dalam lemari tersebut hingga isi nya bertebaran di lantai.
"uhuk...uhuk...!..."
Mata Hera tertuju pada sebuah foto yang ada di dekat nya. Foto itu menunjukkan dua orang anak kecil yang sedang duduk di sebuah bangku taman, yang satu cantik, berambut hitam panjang dan lebat. Sedangkan anak lelaki yang satu nya, berambut putih, bermata kuning dan tersenyum. Sekilas Hera dapat melihat taring dari anak lelaki tersebut.
Dan tak hanya itu, Hera juga menemukan beberapa foto yang isi nya ada tiga orang anak kecil dan juga Hera menangkap sosok masa kecil Madam eadline di salah satu foto tersebut. Tetapi entah kenapa ada satu foto yang wajah salah seorang dari anak kecil tersebut di coret menggunakan sepidol. Hera ke heranan, kemudian ia membalik bagian belakang foto tersebut.
"Ini kan..."
"Iya, gadis kecil yang nona lihat di foto itu adalah aku"
Kemudian Cloudet memungut salah satu foto yang bertebaran di lantai.
"Ah, maafkan aku. aku tidak sengaja"
"Tidak apa nona, aku memang sengaja menyimpan semua foto ini disini. Tadinya aku ingin membakar semuanya, tetapi seseorang membuatku mengurungkan niat untuk melakukannya"
"..." Hera terdiam
"Cukup sampai disini bersih-bersih nya. Terimakasih atas bantuan nya nona kecil"
"...baiklah" Hera mengangguk
Hera berjalan pergi kemudian ia pergi ke luar sambil mengucapkan selamat tinggal kepada Cloudet.
"Selamat malam nona Cloud!" Ucap Hera
"Selamat malam untuk mu juga nona kecil!" ucap Cloud sambil tersenyum
Hera melambaikan tangan kemudian menutup pintu kamar tersebut.
Cloudet melirik foto di tangan nya kemudian ia memasang raut wajah datar.
"Seharusnya dari dulu aku lenyapkan foto-foto ini!"
Cloudet berniat merobek nya, tetapi aksi nya itu tiba-tiba di cekal oleh tangan seseorang.
"..."