Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)

Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)
Pertemuan Pertama



beberapa saat yang lalu,


"...hoam. Loh?, ternyata sudah sore"


Cloudet meraih gelas yang ada di meja nakas.


"Aku lupa kalau air nya habis"


Dengan rasa kantuk yang masih tersisa. Cloudet dengan kondisi kesadaran yang masih kurang stabil. ia pergi keluar kamar, bermaksud untuk mengambil segelas air ke dapur.


Sesampainya di rumah utama,


"...(kenapa semua orang berbaris?)"


Dengan rasa penasaran, Cloudet bersembunyi di balik dinding dan mengintip apa yang terjadi di rumah itu.


"Selamat datang kembali Madam dan Tuan Cornellion!" ucap para pelayan


"(Cornellion?!)"



...CORNELION...


...(KAKAK PERTAMA CLAUDET)...


Dengan perasaan marah yang tiba-tiba muncul, Claudet dengan kesal meremas gelas yang ia pegang sampai hancur berkeping-keping hingga kepingan kaca tersebut melukai tangan nya.


"Woah, Tuan itu sangat tampan!" Kata Hera Kagum


"Selamat datang kembali Cornellion, senang kau bisa bergabung kembali bersama kami" Sambut madam eadline sambil tersenyum


"Hahah, tidak perlu formal seperti itu madam" Ucap pria itu sambil membalas senyuman


"Hehh, tidak apa-apa Cornellion. Lagi pula ayah mu dan ayah ku dulh adalah rekan, aku mohon jangan sungkan"


"Haha, baiklah madam"


Para pelayan kemudian berlari keluar dan mengangkut semua barang-barang yang ada di dalam kereta kuda. Hera yang melihat itu, ia langsung berlari keluar dan memeluk kaki Eadline dari belakang.


"Madam!" panggil Hera sambil memeluk kaki nya


"(hm!... (Cornellion menoleh)...Dia!!!...)" Ekspresi Cornellion terkejut saat melihat Hers


"Ah!, hi sayang!"


Eadline menunduk kemudian mengelus kepala Hera.


"Apa kabar mu?, apa kau merindukanku?" Tanya Eadline


"Tentu saja!" jawab Hera dengan polos


"Benarkah?..."


Eadline berdiri, kemudian ia memperkenalkan Cornellion kepada Hera.


"Hera, perkenalkan ini adalah Cornellion. Dia adalah pelayan senior sama seperti Sebastian, mulai sekarang dia akan tinggal lagi bersama kita. Jadi kau berbaik-baiklah pada nya"


"um..." Hera mengangguk


Cornellion membungkuk


"wah, siapa gadis cantik ini madam?"


"Haha, dia adalah putri kecil yang sering ku ceritakan padamu!" kata eadline


"Benarkah?, ternyata dia lebih cantik dari perkiraan ku" Senyum cornellion


Saat Corenllion membelai kepala Hera, iris hijau nya menangkap siluet seorang wanita yang bersembunyi di balik dinding. Ia menyadari bahwa wanita itu adalah Claudet. Cornellion menunjukkan seringai nya kepada Cloudet, Cloudet yang menyadari sesuatu yang tidak beres. ia melangkah pergi dari tempat itu.


"(Heheh, kena kau!)"


"Sebastian tolong antar Cornellion ke kamar lama nya..."


"Ah!, tidak usah repot-repot Madam. aku akan pergi sendiri, lagi pula aku masih ingat dimana kamar ku" Kata Cornellion


"Kau yakin?"


"Tentu saja!. Kalau begitu, saya pamit dulu"


Cornellion membawa koper di tangan nya kemudian pergi ke Rumah selatan tempat dimana para pelayan senior tinggal.


"Sebastian, itu tadi siapa?" tanya Hera sambil menarik-narik baju nya


"nanti lady akan tau sendiri. sebaik nya lady kembalilah ke kamar dan mandi. makan malam akan segera tiba!"


"apa itu berarti aku memenangkan game nya?" tanya Hera dengan riang


"Tentu lady!" Kata sebastian sambil tersenyum


Hera melompat kegirangan kemudian ia berlari ke kamarnya dengan perasaan gembira.


"Yeay!, aku menang!"


"haha, my lady lucu sekali"


Rumah Selatan,


"Hmm (menghirup udara), sudah lama sekali aku pergi. Tempat ini terlihat sangat berbeda dari yang dulu" Kata Cornellion


Cornellion melihat-lihat ke sekitar, ternyata banyak ruangan yang sudah tidak ada lagi penghuninya. ia ingat bagaimana ramai nya tempat ini dulu. Setelah berjalan cukup lama, perhatiannya teralihkan oleh sebuah pintu kamar yang terlihat sangat familiar baginya. Kamar itu adalah milik Claudet, kamar Cornellion tepat bersebelahan dengan kamar nya, ia menyeringai lalu terkekeh pelan saat suatu ingatan tergambar di otak nya.


"(sepertinya ini akan menyenangkan!)"


"ah...aku lelah" ia melangkah kemudian ia menjatuhkan tubuh nya ke kasur


"(Hidup ku tidak akan tenang mulai sekarang!)" ucap batin Cloudet yang sedang mengintip dari balik jendela


Malam Hari Nya,


di bawah, tepat nya di ruangan perjamuan. Para pelayan sedang menata alat-alat makan dan sibuk membersihkan meja.


"Cepatlah semuanya!, 15 menit lagi madam akan turun kebawah!" ucap sebastian


Ruangan tersebut di penuhi dengan cahaya yang sangat terang di bandingkan hari-hari biasa. padahal sebelum nya ruangan ini biasa saja, hanya di hiasi lampu gantung dan itupun sudah cukup indah bagi ku.


"Wah! sebastian!, apa perlu di hias seperti ini!"


"Ah lady!, tentu saja. Ini permintaan dari Madam eadline"


"Oh!, begitu!"


Claudet datang dari ruangan lain, ia terpana melihat kondisi ruang perjamuan tersebut. Ia merasa seperti melihat festival cahaya yang biasa di adakan di wilayah pusat kekaisaran. Claudet berjalan mendekat ke arah Sebastian dan Hera dengan mata yang masih tertuju pada kondisi sekitar.


"Sebastian!, kenapa rauangan nya jadi seperti ini?!"


"Ah, nona Claudet, madam yang memintanya!. Nona Claudet dari mana saja seharian ini?, kakak anda sudah tiba beberapa jam yang lalu. madam bertanya-tanya kenapa nona tidak ikut menyambut kedatangan tuan Cornellion"


"Ah ceritanya panjang Sebastian, mungkin akan ku ceritakan nanti. (Aku tidak akan Sudi melihat atau berdekatan dengan bajingan itu. untunglah dia masih tertidur di kamar, jadi aku bisa leluasa berkeliaran)" ucap Batin Claudet


Meja makan telah siap, para pelayan berbaris di dekat meja makan. Lalu muncullah madam eadline yang datang dari sisi ruangan lain.


"Hallo semuanya!"


"Halo madam!" ucap hera dengan riang


"hihihi" terdengar suara tawa seorang pelayan


Sebastian yang mendengar suara tawa itu, ia langsung menoleh dan menatap mata pelayan itu dengan sangat tajam. seolah-olah tatapan itu adalah peringatan keras bagi pelayan itu.


"..." Sebastian menatap


"hiii!" pelayan tersebut terkejut lalu menunduk ketakutan


"Silahkan duduk semuanya!. sebastian kau juga!, duduklah!"


Sebastian membungkuk tidak lupa, ia terlebih dahulu menarikkan kursi untuk Eadline.


"Terimakasih sebastian!"


"Terimakasih kembali!"


Kemudian Sebastian berdiri tepat di belakang kursi madam eadline, lalu para pelayan menghidangkan makanan untuk mereka di meja makan.


"Silahkan nyonya dan lady!" kata Claudet


"Terimakasih Claudet" Kata eadline


Mereka pun mulai melahap hidangan tersebut. Potong demi potongan mereka lahap. Hera sangat menyukai steak yang sedang ia makan ini, rasa nya begitu enak. bumbunya meresap sampai ke dalam daging tersebut.


Setalah beberapa saat, saat semua orang sudah hampir selesai menyantap makan malam nya. Mata eadline melirik ke sekitar ruangan tersebut,


"Sebastian?"


"Ya madam?"


"Dimana Cornellion?" Tanyan Eadline


"Entahlah madam, ku rasa dia tertidur karena kelelahan. Dari dulu Dia memang selalu begitu"


".... kalau begitu, Nona Claudet. tolong bawakan makan malam Tuan cornellion ke kamar nya"


Plang!


Claudet yang terkejut mendengar ucapan itu, dengan tak sengaja ia menjatuhkan sendok dari tangan nya. Saat ia tersadar, mata semua orang sedang tertuju kepadanya. ia segera mengambil sendok tersebut kemudian menaruh nya di atas throli piring kotor.


"Maaf kan aku" Claudet menunduk


"Tidak apa nona Claudet. Jadi, tolong bawakan nampan ini ke kamar Tuan Cornellion"


"...Baiklah madam!"


Dengan sangat terpaksa, Claudet mengambil nampan berisi makanan tersebut lalu membawanya pergi ke rumah selatan.


Saat di taman Selatan,


"(Sial sekali!, kenapa harus aku yang melakukannya?)"


Claudet berjalan sambil menggerutu hingga tak terasa ia sudah berada tepat di depan pintu kamar kakak nya itu.


"...(tok-tok-tok)" Claudet mengetuk pintu


"Hei!, ini aku. aku membawakan makanan untuk mu"


"ih...(tok-tok-tok)"


Claudet mengetuk pintu untuk kedua kali nya, tetapi tetap saja tidak ada satupun jawaban dari dalam. ia menaruh nampan itu di atas meja nakas tepat di sebelah pintu kamar Cornellion. Kemudian melangkah pergi dengan perasaan kesal.


"(Merepotkan saja!)"


Crieet!


tepat saat Claudet akan melangkah, seseorang membekapnya dari belakang kemudian menarik tubuh nya masuk ke dalam kamar.


"mmmm!...mmmmm!"