
"Silahkan duduk My Lady"
Tubuh Hera yang pendek membuatnya ke susahan untuk naik ke atas kursi. ia harus memanjat kursi terlebih dahulu agar dapat duduk di atas nya. Tepat saat Hera berhasil menduduki kursi, terdengar suara ketukan pintu dari luar rumah. Sebastian yang mendengar suara ketukan tersebut, langsung berlari ke depan meninggalkan Hera sendirian di meja makan bersama beberapa pelayan yang sedang menatap aneh ke arah diri nya.
Hera merasa sangat canggung dengan suasana baru di rumah ini. ia lebih memilih berdiam diri sambil mematung di meja makan, hingga sebastian kembali dari pintu depan.
"(oh tidak!, cepatlah kembali sebastian!)"
Hera menunggu dan menunggu, ia melirik hidangan yang ada di atas meja makan. Ada beberapa hidangan daging sapi dan juga ayam panggang yang baunya sangat menggoda dan tak lupa pula juga ada hidangan yang terbuat dari sayur-sayuran. Hidangan itu sangat banyak, Tetapi menurutnya hidangan ini tidak akan habis jika hanya di makan satu orang sendirian.
"(wah hidangan nya sangat banyak, hidangan sebanyak ini tidak akan habis di makan satu orang)" Ucap batin Hera
"Hei lihat anak itu, tidak sopan sekali. Ia berani menatap makanan"
"(Hah?)" Hera terkejut mendengar seseorang menyebut nama nya
"Iya, jika aku di posisi nya. aku akan menampar diriku sendiri di depan umum dari pada memakan-makanan itu"
"Dasar anak manusia... Hihihi"
Hera pura-pura tidak mendengar ejekan dari kedua pelayan itu. Ia tetap berusaha kelihatan tegar agar ia tidak terlihat lemah di hadapan para pelayan itu. Ia mencoba menahan diri nya dengan nenunggu kembali nya Sebastian dari pintu depan.
"(Sebastian lama sekali atau hanya waktu saja berjalan lambat?)"
Tiba-tiba seorang pelayan wanita berambut ungu (iblis) berteriak panik, pelayan itu kelihatan sangat ketakutan. ia dengan cepat memerintahkan para pelayan di ruangan itu untuk segera berbaris menyambut kepulangan madam eadline dari ekspedisi.
"semuanya berbaris!, Madam sudah kembali!"
Semuanya berhamburan panik dan segera berbaris di sebelah pintu masuk ruangan dengan rapi, Hera tidak mengerti apa yang dilakukan para pelayan ini. sebelumnya, ia tidak pernah melihat hal-hal yang unik seperti ini.
"(Apa semua bangsawan di perlakukan seperti ini?)"
Masuklah madam eadline dan di ikuti sebastian dan pelayan bercadar di belakangnya. Semua pelayan yang berbaris, menunduk hormat saat eadline melewati mereka.
"Selamat datang kembali Madam!"
Eadline membawa sebuah kotak kuning dengan pita biru menghiasi kotak tersebut lalu, membawa nya menuju meja makan. Matanya berbinar, Hera senang sekali, akhirnya madam eadline sudah kembali dari misinya. Ia menyapa Madam Eadline dari tempat duduknya. Ia menyapa dengan riang gembira, menyambut kedatangannya.
"Madam eadline!, Selamat datang kembali!"
Sahut Hera, Madam eadline tersenyum. Lalu pergi ke kursi makan bagian tengah tepat di sebelah Hera. Tak lupa Sebastian menarikkan bangku untuk Madam eadline duduk,
"Silahkan duduk Madam"
"Terimakasih sebastian"
"Sama-sama madam"
Para payan langsung memberikan piring kepada mereka berdua, piring besar tersebut terbuat dari porselen berwarna putih. walaupun polos, tetapi kesannya sangat mewah. dengan peralatan makan perak di sebelahnya, membuat kesannya tampak lebih mewah.
"(Woah!!, Piring ini berukuran besar dan mewah. belum pernah aku melihat alat makan sebagus ini!)
"Apa kau menyukai rumah baru mu?"
"eh!?...em...um" gagap Hera
Sebastian tersenyum, lalu menuangkan jus jeruk di gelas Eadline kemudian ia menuangkan jus jeruk di gelas Hera juga.
Para pelayan menghidangkan makanan pembuka untuk mereka, Hidangan pembuka itu adalah lasanya yang di tadahi kertas alumunium. Bau nya sangat lezat, Hera sangat tergiur dengan baunya. Tetapi ia harus menjaga sopan santunnya, agar para pelayan tidak berceloteh tentangnya. ia menunggu madam eadline makan terlebih dahulu agar ia tidak di anggap lancang.
"Nona Cloudet, silahkan bergabung dengan kami" Ajak Eadline
"Ah tidak, terimakasih madam. Saya ingin beristirahat saja malam ini. Saya permisi dulu!"
"Baiklah, selamat makan Hera!" ucap Eadline riang
"Ah... terimakasih madam!"
Hera memegang garpu dan pisau makan di sebelah piring nya, ia berusaha menyayat steak yang ada di piring nya tersebut. saat Hera hendak memasukan potongan steak itu ke dalam mulut nya. betapa terkejut nya ia melihat cara makan madam eadline yang begitu rakus.
"nyam, nyam, nyam" suara mulut eadline mengunyah
"..." Hera terkejut
"(huh, lagi-lagi nyonya tidak bisa mengendalikan nafsu makan nya
(• ▽ •;)" ucap batin Sebastian
Sementara itu, Cloudet sedang melewati koridor mansion yang begitu panjang. Di bagian kanan kiri koridor itu terdapat kolam yang air nya begitu jernih. Di sekitar kolam itu juga di tanami berbagai bunga yang indah. Saat ia sampai di depan pintu kamar nya, tepat nya berjarak dua meter dari sebuah kamar kosong yang sepertinya sudah tidak terpakai cukup lama. ia merasakan seperti ada sesuatu yang mengintainya dari sisi kamar itu. ia berusaha melihat ke sekitar, tetapi ia tidak melihat siapapun yang berada di sekitar tempat itu kecuali diri nya. Saat ia ingin menarik kenok pintu, Cloud tiba-tiba berbalik ke belakang dan secepat kilat menangkap sebuah pisau yang melayang ke arah nya.
"Siapa kau!" teriak Cloudet
Di balik suasana koridor yang gelap, perlahan muncullah sesosok berjubah hitam yang tiba-tiba muncul langsung di hadapannya. Wajah Cloud mengernyit kesal ketika ia melihat sosok tersebut.
"untuk apa itu tadi?!" tanya cloudet marah
tetapi pria itu hanya diam lalu ia memberikan sebuah amplop putih kepada Cloudet. Cloudet tidak mengetahui apa isi nya dan siapa yang mengirimnya. tetapi bau tubuh penulis surat itu masih bisa tercium di hidung nya. ia segera membuka segel lelehan lilin di amplop itu kemudian membaca isi surat itu dengan cepat.
Tangan Cloudet bergetar hebat saat membaca isi surat tersebut, ia terdiam sejenak. tak lama kemudian mata nya membelalak menunjukkan kemarahan.
"cihh...berani-beraninya dia kembali!"
Cloudet meremas surat itu kemudian melemparkannya kembali ke arah si pengirim surat.
"Kau bakar saja surat nya!" teriak Cloudet
Cloudet masuk kedalam kamar di ikuti dengan suara kerasa pintu di banting.
...Cloudet...
...Hellhound Hitam...
...(Anjing Neraka)...
Sesosok berjubah hitam itu memungut surat yang telah di buang oleh Cloudet tadi. Sosok itu menyimpan surat itu di dalam saku baju nya. Baru saja sosok itu ingin melangkah pergi, tiba-tiba benda yang ada di pergelangan tangan nya bersinar. sosok itu menyentuh benda tersebut kemudian terdengar suara seorang pria yang keluar.
"Bagiamana?, apa kau berhasil mengantarkan surat itu kepadanya?" tanya suara itu
"tentu saja!, dia sudah menerima nya" ucap sosok hitam
"Bagaimana reaksinya?"
"Kau pasti tau sendiri bagaimana reaksinya" tutur sosok tersebut
"hahah!, kau memang selalu bisa membaca pikiranku. Aku akan tiba dalam beberapa hari lagi, kau tetap awasi dia!"
kemudian cahaya dari gelang kaca itu meredup.
"Dasar lelaki sinting"
Sosok hitam itu melompat kemudian menghilang dari balik atap.