
Beberapa saat kemudian...
Saat mereka hampir mendekati kelas, mereka berhenti berlari karena takut akan di beri sangsi oleh guru. Mereka kemudian berjalan kaki menuju pintu dengan nafas tersengal-tersengal.
"Huh!, untung saja!"
"heheh"
Mereka berdua berjalan masuk ke dalam kelas dan kemudian memutuskan untuk duduk di bangku yang bersebelahan.
"Untung lah master belum datang" ucap Roxa dengan perasaan lega
Kelaspun di mulai, para siswa mulai bersiap-siap untuk mengikuti pelajaran pada hari itu.
"Hera!" panggil Roxa
"Ya?" saut Hera
"Lihat!" tunjuk roxa kearah seseorang
Hera melihat seseorang berjalan dari kejauhan. mereka sangat terpukau dengan kecantikan guru tersebut. Wanita itu adalah guru mata pelajaran sihir mereka, nama nya adalah Liumin. Mantan anggota Exorcist militer yang belum lama ini berhenti karena suatu alasan.
"Selamat pagi, Master!!"
"selamat pagi anak-anak!"
Master Liumin berjalan menuju meja guru. Semua siswa pun duduk dan mata pelajaran sihir akhirnya dimulai.
Beberapa saat kemudian___
"Hahhhhh, akhirnya!" Roxa meregangkan tubuh nya
Kelas telah usai, semua orang berhamburan keluar dari kelas. Di ikuti Roxa dan Hera yang berjalan bersama.
"Hai hera!, mau pulang bersama?"
"tentu saja!"
Mereka berdua berjalan bersama keluar ruangan,
"Tunggu sebentar Hera!"
"ada apa?" tanya Hera
"Di mana hairpin mu?"
"..."
Hera menyentuh kepala nya dan benar, hairpin itu sudah tidak berada di kepalanya.
"Astaga!, di mana hairpin ku?!"
"Ayo!, ku bantu mencari nya"
Mereka masuk ke ruang ganti, mencari di setiap sudut ruangan dan memeriksa semua loker yang ada di sekolah. Tetapi, hairpin itu tidak terlihat dimanapun.
"Ah!, mungkin di ruangan tari!"
"Mungkin!, ayo kita periksa di sana!"
Mereka berdua berlari menuju ruang tari, sesampainya di sana. mereka juga tidak menemukan apapun,
"Di sini juga tidak ada Hera!"
"..."
Mereka memeriksa ulang ruangan tersebut, tetapi nihil. Hasil nya sama saja, hairpin nya tidak ada di manapun.
"Mungkin jatuh di ruang kelas"
"Ummmm... Roxa!" Panggil Hera
"..." Roxa Menoleh
"Kau pulanglah!, aku akan mencarinya sendiri!"
"Kau yakin?" tanya Roxa
"Aku yakin Roxa, aku tidak ingin merepotkan mu" ucap Hera
Roxa mengangguk, lalu ia berjalan keluar menuju pintu.
"Kalau begitu sampai bertemu besok!"
"Ya, sampai jumpa lagi!" Saut Hera
Hera memeriksa kembali semua sudut ruangan seorang diri. Tetapi tetap saja hasil nya nihil.
"Mungkin yang di katakan Roxa benar, hairpin nya mungkin terjatuh di kelas sihir... Semoga!"
Ia memungut tas nya lalu pergi menuju kelas sihir. sesampai nya di sana, Hera mencari ke bawah laci dan di bawah lemari.
"Di mana ya?"
Setelah beberapa saat mencari, ia akhirnya menemukannya. Hairpin itu ternyata berada di bawah celah rak buku.
"ah!, itu dia!"
Ia memasukkan tangan nya ke bagian bawah celah loker, tetapi ukuran telapak tangan nya terlalu besar. Ia tidak bisa memasukkan lengan nya ke dalam celah lubang tersebut.
"sekali lagi pasti berhasil!"
"uh!, tangan ku tidak muat di celah nya"
"ah, permisi!" tegur seseorang
Hera menoleh dan mendapati seorang anak seumuran nya sedang berdiri di tepat belakang nya.
"itu...apa yang terjadi?, apakah kau butuh bantuan ?" tanya anak itu dengan suara anak kecil yang sangat manis
Rambut kuning sebahu, mata hijau, dan tanduk kecil di kepalanya, membuat ia terlihat semakin manis.
Hera terdiam sejenak kemudian ia menjawab pertanyaan anak tersebut.
"...Hairpin ku masuk ke dalam sela-sela loker. Bisakah kau bantu aku mengambil nya?" Tanya Hera
"Oh tentu saja!, biarkan aku yang mengambilnya!"
Hanya dengan satu gerakan tangan, tiba-tiba hairpin itu keluar dengan sendirinya dari celah loker. Anak itu memungut nya dan kemudian langsung memberikan hairpin itu kepada Hera.
"ini!" Mengulurkan hairpin milik nya
"Wah!, terimakasih..."
Hera ingin mengucapkan terimakasih tetapi dia tidak mengetahui nama anak itu. Anak itu tersenyum kemudian ia memperkenalkan diri nya.
"Nama ku adalah Asenor, tapi kau bisa memanggil ku snow!" Kata anak itu sambil tersenyum manis
"Ah kalau begitu Snow, terimakasih atas bantuan mu!" ucap Hera sambil tersenyum riang
Snow berbalik kemudian ia berjalan menuju pintu.
"Aku masih harus mengerjakan sesuatu bersama Master Liumin, sampai jumpa lagi Hera!" Snow melambaikan tangan ke arah snow sambil tersenyum
"ah...baiklah snow!, sampai jumpa lagi!"
Snow menghilang dari balik pintu, tak lama kemudian muncullah Roxa yang entah kenapa terlihat dari habis berlari. Hera segera mendatangi tempat Roxa berdiri dengan wajah khawatir.
"Roxa!, ada apa dengan mu?" tanya Hera khawatir
"hosh...Hosh...aku tadi menunggu mu di luar. kupikir kau akan segera menemukan hairpin mu" kata Roxa
"Hahah, kau tidak perlu melakukannya" kata Hera sambil tertawa kecil
"Hera ayo kita pulang!" ajak Rica dengan nafas tersengal-sengl
"Baiklah!"
Saat sampai di luar, ternyata kereta kuda yang biasa mengantarnya sudah tiba dan sedang menunggu di dekat gerbang sekolah. Hera berusaha menawarkan tumpangan kepada Roxa, tetapi tidak mau dan lebih memilih pulang lewat gerbang belakang sekolah karena kata nya jarak antara sekolah dan rumah nya sangat dekat dan terlebih lagi dia bilang ingin pergi ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah.
Hera masuk ke dalam kereta dan kemudian kereta kuda tersebut berjalan membawa nya pulang ke rumah.
Di perjalanan____
"..." Hera terdiam sambil membaca buku
"hm?..." melihat ke arah jendela
Hera melihat keadaan pasar yang ramai, banyak sekali pernak-pernik yang di jual disana. Hera terkagum dengan suasana pasar yang ramai itu. Ia ingin pergi kesana tetapi ia ingat jika madam tidak mengizinkannya pergi ke suatu tempat tanpa ada nya pengawasan. Ia mengurungkan niat nya kemudian kembali duduk di kursi sambil membaca buku.
"(aku akan minta Sebastian untuk membawa ku kesana)" ucap Hera sambil tersenyum dalam hati
Malam Hari nya____
"Ehm..."
Perlahan-lahan Cloudet membuka mata nya, ia terkejut mendapati dirinya telah berbaring di dalam kamar. Ia menoleh ke sekitar dan mendapati jam telah menunjukkan waktu jam 8 malam.
"apa yang terjadi?" ucap suara rintihan Cloudet
Ia beranjak turun dari kasur. Tetapi saat ia berdiri, kepala nya terasa sakit. Tubuh nya sempoyongan dan langsung terjatuh ke atas kasur.
"Ahhhh..." Cloudet duduk di atas kasur sambil memegangi bagian kepala nya yang sakit
"Akhirnya kau bangun juga" suara seseorang
"..."
Cloudet menatap orang itu datar tanpa berkata apa pun.
Pria itu mendekat tetapi Cloudet hanya diam memperhatikannya.
"...mau apa lagi kau?" tanya cloudet
"Kau tau kan kalau aku akan kembali besok?" kata pria itu
"..." Cloudet terdiam
"Tentu saja aku tau, kau tidak perlu mengingatkan ku. Sekarang pergilah!. kehadiran boneka mu bahkan sudah membuat ku tidak nyaman, tolong biarkan aku beristirahat malam ini" ucap Cloudet
Dengan sekejap mata, pria itu tiba-tiba saja menghilang. Sedangkan di sebuah kereta kuda yang sedang melaju, seorang pria yang tengah tertidur tiba-tiba terbangun dari tidur nya.
"Kau baik-baik saja Tuan?" Tanya seorang wanita yang sedang duduk berhadapan dengan lelaki tersebut
"...ya aku baik-baik saja" ucap pria tersebut sambil tersenyum
Dari kejauhan, terlihat jelas siluet seorang wanita yang sedang melambaikan tangan ke arah mereka. Wanita itu adalah madam eadline yang sedari tadi telah menunggu kehadiran mereka di dekat perbatasan.
"Akhirnya kita akan bersatu lagi Cloudet" kata pria tersebut sambil tersenyum licik