Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)

Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)
Leslie



"Ah!"


Orang itu terjatuh dan tanpa sengaja tangan nya tergores hingga mengeluarkan darah.


"...astaga, kau tidak apa-apa?" tanya hera khawatir


Hera membantu anak itu berdiri tetapi anak itu malah menepis tangan nya dan kemudian ia marah-marah kepada Hera di tempat sepi itu.


"Tidak usah!, pergi sana!"


gadis kecil itu kemudian kembali berdiri, tetapi karena luka nya. ia terjatuh dan meringis ke sakitan.


"ah!, sakit sekali!" meringis ke sakitan


"Sini, biar aku obati"


Entah kenapa Hera mempunyai kebiasaan aneh yaitu selalu membawa obat-obatan dan beberapa perban di tas kecil nya. ternyata Kebiasaan aneh nya ini kadang sangat berguna. Hera membersihkan luka gadis kecil itu kemudian ia membalut luka tersebut dengan sehelai perban.



"au!, pelan-pelan dasar ceroboh!"


"...aku minta maaf"


Setelah mengobati gadis kecil itu, Hera langsung mengemasi barang-barang nya dan membantu gadis kecil itu berdiri.


"Ayo!, sini aku bantu berdiri"


"Tidak usah!" anak itu merasa gengsi


Gadis kecil itu mencoba berdiri lagi dan percobaan nya kali ini benar-benar berhasil. tetapi saat ia melangkah, ia terjatuh dan dan untunglah hera berhasil menangkapnya.


"kau baik-baik saja?"


"cih...aku baik-baik saja!. sekarang, lepaskan tangan ku!"


Anak itu langsung berjalan pergi tanpa menghiraukan hera yang sedang menatap nya dengan tatapan kekhawatiran.


"(cih...dasar anak-anak kolomengrat!)" keluh nya sambil berjalan tertatih-tatih


"Tunggu!"


"Apa?!" teriak anak itu


"Siapa nama mu?"


"...nama ku Leslie!" cetus nya


"kalau begitu Leslie, sampai bertemu besok!" ucap Hera sambil melambaikan tangan ke rah nya


"..."


Leslie langsung saja meninggalkan tempat itu.


"(Semoga aku tidak bertemu dengan nya lagi)"


Saat Leslie benar-benar sudah pergi menjauh, tiba-tiba Sebastian dan seorang pelayan yang mereka bawa bersama mereka berlari ke arah nya dengan wajah cemas di campur dengan kepanikan.


"Lady!, lady dari mana saja?" tanya Sabastian


"ah...um...aku tadi berlari mengejar kupu-kupu dan tersesat sampai kesini. Apa Sebastian marah?" tanya Hera dengan wajah sedih


"hoshhh...saya tidak marah, Sebastian terkejut saat lady tiba-tiba menghilang entah kemana. Untunglah lady tidak menghilang"


"heheh, aku tidak akan mungkin menghilang" jawab Hera dengan senyuman


"ayo lady!, ini sudah hampir siang. saya harus segers membuat makan siang"


"Baiklah!"


..._______-_______...


Beberapa Jam sebelumnya 02.00 pagi


Krieeet!


Terlihat Claudet yang masih memakai piama sedang memeriksa keadaan sekitar dari dalam kamar nya


"...(melihat ke sekitar)"


"(bagus!, tidak ada siapapun. Dan bajingan itu belum bangun, akhirnya aku bisa pergi mengambil air minum di dapur)"


Perlahan-lahan Claudet menyelinap keluar dari kamar agar tidak membangunkan kakak nya yang masih tertidur di dalam kamar. Sangking takut nya, Claudet sampau memerlukan waktu sekitar 10 detik hanya untuk menutup pintu. ia pun rela tidak memakai alas kaki hanya demi pergi ke dapur tanpa ketahuan oleh cornellion.


Ia berjalan jinjit sampai beberapa langkah dan dengan cepat ia berlari sampai ke rumah utama.


"huh...untunglah tidak ketauan"


---------------🍃


Claudet minum sebanyak mungkin, ia tidak tahu kapan Cornellion akan datang dan mengganggunya. Untuk berjaga-jaga Claudet mengambil sebotol besar air mineral yang sudah ia simpan di kulkas. Ia buru-buru pergi dari dapur sebelum ada yang melihatnya menyelinap kemari di malam hari.


Sesampainya di dalam kamar,


"(lega nya!)"


Claudet pun naik ke tempat tidur, tak lupa ia mengunci pintu kamar nya. ia berbaring di kasur kemudian ia menarik selimut hingga hampir menutupi seluruh tubuh nya. Ia mulai terlelap kembali hingga sesuatu mengganggu tidur nya.


"...(tunggu!, apa ini?)"


Claudet segera menyalakan lampu tidur dan betapa terkejutnya ia melihat Cornellion sedang tertidur di kasur nya sambil memeluk boneka Teddy bear milik nya.


"...enghhh, matikan lampu nya!" Pinta cornellion


"se...sedang apa kau di kamar ku?!"


Tanpa pikir panjang, Claudet segera berlari menuju pintu. Tetapi aneh nya pintu itu tidak mau terbuka, Claudet sudah berusaha bahkan ia menggunakan kekuatan tenaga dalam yang di milikinya. Tetapi tetap saja hasil nya nihil, dia terjebak sekarang. dan parah nya, tidak akan ada orang yang datang menyelamatkannya.


"Sudah selesai?"


Cornellion turun dari tempat tidur kemudian berjalan menghampiri Claudet yang sudah tersudut di dinding pintu.


"..."


"Kau tidak dengar ya?..."


Cornellion menyandarkan tangan nya di dekat wajah Claudet.


"Aku bilang matikan lampu nya"


Claudet yang panik malah bertambah panik ketika ia mengetahui bahwa Cornellion hanya memakai celana hitam panjang dan tidak memakai pakaian. Tubuh nya yang ramping dan berotot membuat Claudet tersipu malu ketika melihatnya.


"Keluar dari kamar ku!!...mmmm"


"Diamlah cerewet!, ini masih tengah malam. Kalau kau berteriak sekali lagi..."


Cornellion menyentuh dagu Claudet, itu membuat nya mendongak dan mata nya terpaksa harus berpapasan dengan iris hijau milik nya.


"Aku akan mencumbu bibir mu sampai kau pingsan!, dan aku yakin kau tidak mau itu terjadi kan?" tanya Cornellion


"..." Claudet hanya terdiam


"Kau beruntung aku masih mengantuk"


Cornellion dengan lemas berjalan ke arah kasur dan menjatuhkan diri nya.


"oh ya, kau tidur saja di bawah ya!" Cornellion melemparkan bantal ke arah nya


"Semua akses keluar sudah ku segel dan tidak akan terbuka sebelum fajar tiba, jadi selamat bersenang-senang"


Cornellion akhirnya tertidur pulas sedangkan Claudet kebingungan sekaligus marah. Bagaimana bisa laki-laki biadap itu bisa menjadi kakak laki-laki nya.


Caludet hanya bisa pasrah ia berjalan ke arah jendela kemudian berbaring di tempat bersantai yang ia buat di jendela itu. Tak butuh waktu lama, ia merasakan kantuk menyelimuti dirinya.


Saat ia ingin memejamkan mata, lagi-lagi sesuatu mengganggu pikirannya. ia berbalik dan mendapati Cornellion sedang menyeringai mesum ke arah diri nya. Claudet melemparkan bantal ke arah nya kemudian ia menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Ya!, Setidak nya itu lah yang terjadi


------------------------🍃


PAGI HARI NYA, 06.00 PM


"Hoam..."


Claudet berbalik dan kemudian,


"...!, (Apa?!)


Ia mendapati Cornellion sedang memeluknya dari belakang, jarak mereka begitu dekat hingga Claudet bisa merasakan hembusan nafas nya yang lembut.


"Cih!, kau..."


Claudet berusaha menamparnya tetapi tangan nya langsung di tangkap oleh Cornellion, Cornellion menariknya mendekat kemudian ia mendekap tubuh Claudet dengan sangat erat hingga ia tidak bisa bergerak sama sekali.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


"Ekh!, memikirkannya saja sudah membuatku pusing!"


Claudet berkelahi dengan dirinya sendiri sambil melanjutkan pekerjaannya Mencuci pakaian di belakang rumah.


Di atas atap, Christof dan Cornellion sedang memperhatikan Claudet sambil membicarakan dirinya. Entah apa, tetapi kelihatannya itu sangat penting sampai-sampai Cornellion memasang mantra kedap suara di sekitaran tempat itu.


"Sesuai janji ku, kau boleh keluar dari persembunyian mu mulai sekarang. Tapi jangan Harap kau boleh mendekatinya. Dia hanya milikku" Ucap Cornellion


"Ya, aku mengerti!. tapi jangan harap aku akan membiarkan kau menyentuh nya. jika kau berani menyentuhnya, maka kau tunggu saja akibat nya"


Setelah mengatakan itu Christof menghilang dalam sekejap.