Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)

Reincarnation The Exorcist (The Reincarnation Appears)
Pria Misterius



Malam telah tiba, Madam Eadline bersama tiga orang lainnya belum bisa menemukan keberadaan Toel sampai saat ini dan sekarang mereka malah di pertemukan dengan jalan yang benar benar buntu dan sama sekali tidak bisa di lewati. Tidak ada petunjuk ataupun jejak kaki di dalam hutan tersebut, mereka semua menjadi frustrasi karena tidak ada satupun tanda tentang keberadaan nya.


"Cloud, apa kau mencium aroma tubuh nya di sekitar sini?"


"tidak nyonya, aku tidak bisa mencium aroma nya ataupun merasakan aura tubuh nya sama sekali. Bahkan indra pendengaran ku tidak bisa mendeteksi gelombang suara apapun di sekitaran sini, mungkin karena kabut tebal beracun ini menghalangi semua kemampuan indra sensorik ku" Kata sang pelayan


Eadline sekarang merasa sangat putus asa. tapi dirinya tidak akan menyerah semudah itu, karena dia adalah seorang Exorcist sejati. Jadi dia tidak akan menyerah semudah itu. Ia kembali menyusuri pesisir hutan bersama para bawahannya, mungkin toel sudah masuk terlalu jauh ke dalam. mungkin itulah penyebab mengapa, sangat sulit untuk menemukan keberadaan nya.


"Ayo kita masuk lebih dalam lagi"


"Baik"


...Di Mansion Keluarga Kuarts...


Di mansion, Hera berlari ketakutan di lorong yang gelap. Baru kali ini ia menangkap sesosok bayangan yang sangat menyeramkan. karena Hera sangat ketakutan, ia jadi tidak fokus ke depan dan memperhatikan langkah kaki nya. Yang ia pikirkan sekarang adalah lari dan lari. hingga di penghujung koridor, ia tidak sengaja menabrak seseorang yang ada di hadapannya. ia hampir terjatuh kebawah tangga dan untunglah orang tersebut langsung mendekap tubuh nya dengan erat.


"Ah!, my lady!. apa kau baik-baik saja?!. wajah mu kelihatan sangat pucat!" Sebastian kelihatan Khawatir


Hera yang ketakutan memeluk erat kaki sebastian, sebastian yang tidak mengetahui apa yang tejadi pada nona kecil nya itu. Ia Berusaha membuat Hera tenang agar ia dapat mengetahui apa yang telah terjadi di dalam kamar.


"Lady tenanglah, ceritakan padaku. apa yang terjadi"


Hera masih sedikit ketakutan, ia mencoba menenangkan dirinya sendiri tetapi itu tidak berhasil. Butuh waktu lama bagi hera untuk tenang dan segera memberanikan diri untuk bercerita tentang sesosok hitam misterius yang telah di lihatnya kepada Sebastian.


"di luar jendela aku melihat seseorang, dia memakai jubah hitam dan orang itu melihat ke arahku. aku takut!"


Sebastian bingung dengan hal-hal aneh yang nona kecil nya katakan. Selama dirinya tinggal disini, ia tidak pernah melihat sesuatu yang aneh. Apa lagi sosok lelaki berjubah yang dia katakan.


"(Sosok hitam?, apa jangan-jangan orang itu adalah...)


Lamunan sebastian buyar, ketika Hera menangis sembari memeluk kakinya dengan erat. Ia mencoba menghibur Hera dengan mengatakan bahwa orang yang dilihatnya hanyalah imajinasinya saja. tetapi, Hera masih tidak percaya dengan kata-kata yang di ucapkan sebastian kepadanya.


"My lady, mungkin kau salah mengira. sosok yang kau lihat adalah tukang kebun yang sedang membersihkan halaman belakang"


"tidak sebastian, aku tidak salah mengira orang itu bukan tukang kebun...''


Sebastian menekankan kata-katanya pada Hera agar, hera tidak berpikiran aneh-aneh tentang sosok tersebut.


"tidak my lady, sosok yang kau lihat itu memanglah tukang kebun. Kemarilah!..."


Sebastian menuntun Hera ke arah jendela yang tepat berada di sebelah mereka. terlihat di balik jendela, terdapat sesosok tukang kebun yang sedang merapikan alat-alat kebunnya. Tukang kebun tersebut membawa semua alat-alat kebun nya itu menuju sebuah gudang yang ada di pojokan taman.


Karena tukang tersebut merasa ada sesuatu yang memperhatikannya, ia menoleh ke belakang. tempatnya, ke arah jendela bagian atas di belakang nya. Tukang kebun tersebut melihat hera dan sebastian sedang memperhatikan dirinya. Dengan wajah yang di hiasi senyuman, bapak tukang kebun melambaikan tangan ke arah mereka berdua dan benar saja pakaian hitam yang di pakai bapak tukang kebun itu sama dengan pakaian hitam yang dipakai sosok misterius yang dilihat nya.


"Lihatkan my lady?!, orang itu adalah tukang kebun. penampilannya yang menyeramkan mungkin menakutimu, tetapi pak tukang kebun adalah orang yang sangat ramah" Lalu Sebastian tersenyum


"..."


Hera lega, ternyata ia hanya salah mengira. lalu ia membalas lambaian tangan pak tukang kebun dengan senyuman terhias di wajah nya.


"apakah lady Hera merasa baikan?"


"um!" Hera mengangguk


"kalau begitu ayo kita kebawah, makan malam sudah siap!"


mereka berdua berjalan, pergi menuju lantai satu. Mereka berjalan, sambil bergandengan tangan satu sama lain.


Tanpa di sadari Hera, Sebastian perlahan-lahan menoleh ke belakang. Terlihat di sepasang iris tajam nya, ada sesosok orang berjubah hitam misterius. sosok tersebut hanya berdiam diri saja tanpa bergerak sedikitpun sambil memperhatikan mereka dari kejauhan. Ekspresi sebastian tidak menunjukkan rasa takut sama sekali, wajah nya datar lalu mengerut marah kepada sosok hitam tersebut. Sosok tersebut dalam sekejap mata, menghilang dari pandangan nya.


Hera yang menyadari bahwa sebastian sedang memperhatikan sesuatu di belakang mereka. Langsung menghentikan langkah kaki nya dan ikut menoleh ke arah belakang. Ia kebingungan, tidak ada siapapun selain mereka berdua di koridor. Sebenarnya apa yang sebastian lihat. (pikir Hera)


"ah...um... tidak ada apa-apa my lady. Ayo kita langsung saja pergi ke bawah" Tutur sebastian


Hera percaya saja dengan alasan yang di buat-buat sebastian, mereka berduapun kembali melangkah menuju ke arah ruang makan.


Di pasar galatas (keadaan ceria dan ramai), Madam eadline berjabat tangan dengan seorang pria tampan. Pria tersebut berambut perak panjang dan sangat tinggi. Pria tersebut adalah Kesatria Suci dari Kerajaan Zaratas, kerajaan cabang, bagian barat wilayah outlander. Madam eadline sangat berterima kasih kepada sang kesatria karena ia telah membantu mereka menemukan Toel.


"terimakasih banyak Tuan Regi, kau telah banyak membantu kami !" eadline tersenyum


Tampak di bawah pepohonan pasar, kepala toel sedang diperban oleh dua pasukan bala bantuan. Tubuhnya sangat linglung hingga butuh dua orang untuk menopang tubuh nya, untunglah ada Koko (elf laki-laki) dan Zi (elf laki-laki) yang bersedia melakukannya.


"Nyonya, Toeln sudah selesai di obati" ucap salah seorang pasukan


"Baiklah!, bawa dia pergi ke kuil suci untuk pemeriksaan lebih lanjut!"


"Baik"


Mereka bertiga melompat ke atas atap perumahan kemudian mereka semua menghilang sepenuh nya dari pandangan mata.


Tuan regi yang menyaksikan semua itu, hanya bisa diam sambil tersenyum kecil. Karena ia sudah tidak memiliki kepentingan lagi di sini, ia pamit undur diri dan melangkah pergi karena ia ada urusan di tempat lain.


"Semuanya!, karena kita telah berhasil menemukan dia. saya pamit undur diri!"


Eadline yang merasa sangat berjasa dan tidak enak karena mereka sudah sangat merepotkan, ia berusaha untuk membuat tuan regi tetap tinggal dan pergi mengajaknya makan malam di rumahnya.


"Tunggu tuan Regi, apa kau tidak bisa tinggal lebih lama lagi?"


"tidak nyonya!, aku harus segera pergi. ada sesuatu yang harus aku urus di istana" tuturnya


Tuan Regi langsung melangkah pergi dari sana dan tiba-tiba saja.


"Tunggu Tuan!"


Cloud sang pelayan Helhound eadline, melompat turun dari sebuah pohon apel besar sambil menggenggam sesuatu di tangan nya.


"ini, kau menjatuhkan ini!" Cloudet mengulurkan sesuatu kepadanya



"Ah, terimakasih banyak nona..."


"Cloudet, panggil saja Cloud"


"Ah baiklah, terimakasih banyak Nona Cloud. Kalau Begitu aku pamit dulu"


Reginal segera pergi dari hadapan mereka, sesekali ia berbalik dan melambaikan tangan kemudian pria itu benar-benar menghilang dari hadapan mereka berdua.


"Cloud, Pergi kemana kau tadi?. kenapa cincin tuan itu ada bersama mu?"


"Cerita nya panjang nona, mungkin kapan-kapan aku akan menceritakannya"


"hmmm..."


"ah nyonya, bukankah kau bilang seharusnya hari ini adalah hari makan malam pertamamu bersama nona kecil?. Hari ini kita pulang lebih awal dan sekarang baru jam matahari tenggelam (18.00 waktu oulander)"


"Ah sepertinya kau benar, berhubung kita masih disini mari kita beli hadiah untuk Hera"


Sementara itu di lorong sepi dan gelap, Pria yang bernama Reginald tadi diam memperhatikan mereka dari ke jauhan.


"..."