
Komandan Earl barusaja tiba, dia melihat sosok Karma yang sedikit terluka dan ada bekas pertempuran di tempat itu.
Dia membopong Karma dan bergegas kembali ke Vila Pasukan Ksatria Pedang Hitam dengan cepat.
Membaringkan Karma di atas kasurnya lalu dia memanggil semua pasukan untuk segera berkumpul.
"Sena! Sebenarnya apa ya g baru saja terjadi tadi?" tanya Komandan Earl mengintrogasi Sena.
"Tadi, aku mengikuti Karma dan melihatnya saat bertarung melawan sosok pembunuh kemarin!" ucapnya dengan sedikit resah.
"Sebenarnya siapa yang mau membunuhmu? Apa Kakakmu yang menginginkan sebuah tempat untuk dirinya di keluargamu?" lanjut Komandan Earl.
"Sebenarnya, mereka malu karena aku bergabung dengan pasukan pedang hitam, karena Kami berasal dari keluarga bangsawan mereka khawatir itu akan menghancurkan reputasi keluarga!" ucap Sena menjawab Komandannya.
"Jadi seperti itu, jika begitu di pertandingan nanti aku ingin kalian mengerahkan semua kekuatan kalian! Kita buktikan bahwa Pasukan Ksatria Pedang Hitam memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh orang lain!" teriak Komandan Earl.
"Memangnya rahasia apa?" tanya Sena kebingungan.
"Seperti dirimu yang bisa menggunakan dua elemen sihir yaitu cahaya dan air!" kata komandan Earl.
"Ko—Komandan tahu dari mana?" tanya Sena terkejut, "Hanya saja, aku belum bisa mengendalikan sihirnya dengan hebat! Dan Karma! Dia—" lanjut Sena yang perkataannya terpotong oleh sosok yang baru saja ke ruang rapat.
"Karma! Kamu sudah bangun? Apa yang terjadi tadi?" tanya Komandan Earl bergegas.
"Tadi? Hoamm... Bukankah aku sedari tadi tidur di kamar?" tanya Karma yang masih mengantuk.
"Tadi, setelah sinyal cahaya dari Sena, Kami datang dan melihatmu baru saja bertarung dengan sosok pembunuh!" kata Komandan Earl menjelaskan.
"Sosok pembunuh? Komandan berpikir apa? Aku dari tadi tertidur!" kata Karma.
Semua orang mengalihkan pandangannya dan menatap Sena.
"Karma hanya memiliki dua jenis elemen sihir! Api dan petir, itu benarkan Karma?" tanya Komandan Earl memastikan.
"Itu be—" belum saja menyetujui ucapan Komandan Earl, perkataan nya didahului oleh wakil komandan.
"Itu tidak benar! Karma memiliki tiga jenis elemen sihir dan satunya adalah bayangan!" kata Komandan Physco yang baru saja muncul dengan sebuah sihir bayangan dari langit-langit ruangan.
"Hei siapa Kau!" teriak Lancelot terkejut, melihat sosok yang menyerupai iblis karena salah satu matanya memanglah mata iblis dan dengan setengah rambut putihnya.
"Lance! Kau tidak akan bisa mengalahkan Wakil Komandanmu!" kata Komandan Earl yang membuat semua orang terdiam.
Wakil Komandan Physco, sosok yang biasanya dengan rambut hitam dan mata birunya berbeda dengan penampilannya saat ini. Dan biasanya Wakil Komandan Physco memakai sebuah masker dan topeng putih yang selalu di pakai disisi kepalanya.
Hanya saja, saat ini Wakil Komandan Physco sedang melepaskan maskernya, topengnya tidak dipakai dan tidak mengenakan pakaian.
Wajahnya rupawan, meskipun terlihat sedikit menyeramkan dengan sosok tubuh kekarnya yang menambahkan kesan cowok impian yang didambakan para wanita.
"Apa maksudnya aku memiliki sihir elemen bayangan?" tanya Karma terkejut.
"Semuanya, kita adalah satu pasukan dan aku akan mengatakan sebuah fakta kepada kalian! Aku akan berterus terang, aku mempercayai kalian bahwa kalian tidak akan menyebarkan satu fakta ini!" kata Wakil Komandan Physco.
Semua pasukan yang sedikit jumlahnya itu terdiam, mereka masih memperhatikan sosok wakil komandan mereka yang mirip seperti iblis itu.
"Sebenarnya, Kami adalah sosok setengah manusia setengah Iblis!"