Re Destruction

Re Destruction
Bab 26 - Re Destruction



Leo mengeluarkan pedangnya, dia mendekati Loid.


Tanpa banyak bicara lagi, Leo langsung menyerang Loid dengan dengan cepat. Loid tanpa sadar menahan serangan Leo dengan pedangnya.


Loid sedikit terkejut dengan tingkat kepekaannya. Dia melanjutkan untuk bertahan melawan Leo dengan susah payah.


Berbeda dengan Franz yang hanya diam menonton pertarungan Leo dengan Loid. Franz bosan, mantan ksatria tingkat emas itu bahkan kesulitan ketika melawan Leo yang hanya mantan ksatria tingkat perak.


Franz mengatai Leo, karena kesal dengan perkataan Franz. Leo pun mulai serius melawan Loid.


Semakin lama bertarung, Loid semakin lelah dan juga semakin terpojok. Hingga pada suatu serangan, Loid terkecoh dengan pedang Leo. Leo melemparkan tinjunya ke arah perut Loid.


Loid pun terjatuh, pingsan dan tak sadarkan diri. Melihat jalanan gang yang sepi, Leo dan Franz membawa pergi Loid dari sana.


Tidak lama setelah kepergian mereka, Karma baru saja melewati jalanan gang dimana Loid diserang oleh Leo.


Berjalan terus hingga sampailah di penginapan Lyn Familia. Karma mendapatkan kabar dari Lyn, bahwa sebelumnya Lyn menunggu dirinya di sana. Tanpa diduga Lyn sudah pergi tanpa memberikan sebuah pesan apapun kepada Lyn.


"Ini aneh, tidak seperti biasanya" gumam Karma yang sudah paham betul dengan sifatnya Loid.


Karena hari belum malam, Karma memutuskan untuk pergi ke markas serigala emas. Di dekat pinggiran kota.


Pergi seorang diri, melewati sebuah pasar Karma bertemu dengan Nunnully yang sedang mengenakan jubah putihnya. Mengawasi Karma dari kejauhan.


Meskipun Karma sudah diawasi oleh Nunnully, dia tidak peduli. Karma terus menjalankan rencananya untuk pergi ke markas serigala emasnya.


Sampailah disana, melihat para bawahannya yang sedang berlatih itu. Karma masuk ke dalam dengan disambut hangat oleh para bawahannya.


Seorang yang sedang duduk di kejauhan mulai berlari kehadapan Karma. Dia memberi salam dan hormat kepadanya.


"Sein, dimana Loid?" tanya Karma tanpa basa-basi.


"Bukankah tadi ketua pergi ke penginapan untuk mencari Bos?" tanya Sein kebingungan.


"Tidak! Tadi memang sempat dia mampir di penginapan, hanya saja dia menghilang setelahnya, biasanya Loid pergi kemana?"


"Ketua tidak biasa bepergian seorang diri jika bukan untuk bertemu dengan Bos! Jika dia ingin ke bar juga dia pasti mengajak kami, Bos!"


Perkataan Sein membuat Karma semakin bingung, melihat banyak kotak kayu di depannya. Karma melihat isi di dalam kotak kayu itu.


Rupanya pesanan senjata telah siap, akhirnya Karma mengerti tentang tujuan Loid yang ingin pergi menemuinya.


Karma pun memimpin semua bawahannya langsung, melihat senjata-senjata itu semua bawahannya merasa senang karena akan mendapatkan senjata yang masih baru.


Karma melihat semua bawahannya, dengan dilanjutkan sebuah pertanyaan, "Siapa saja yang memiliki kemampuan kecepatan gerakan diantara kalian?"


Tidak ada satupun yang menjawab, Karma pun langsung menatap dingin para bawahannya itu.


Karena melihat tatapan Karma yang menyeramkan, salah seorang bawahannya berkata, "Xeno!"


Seorang bawahannya yang bernama Xeno itu terkejut, melihat Karma menatapnya dia bingung untuk menjawab apa.


Xeno pun akhirnya memberikan pendapatnya, "Bos! Memang benar, sepertinya aku yang tercepat diantara kami semua, hanya saja aku tidak memiliki kekuatan tubuh yang—"


Perkataan Xeno langsung dipotong oleh Karma. Karma melanjutkan pertanyaannya, "Siapa lagi orang yang tercepat setelah Xeno?"


Barulah empat orang maju, melihat tubuh mereka yang tidak besar meskipun berotot.


Karma cukup senang dengan pilihannya, Karma langsung berkata," Mulai hari ini, kalian akan berlatih di bawah bimbinganku!"


Mereka yang tidak terpilih menjadi sedikit kecewa, dengan adanya bimbingan dari Karma yang masih muda itu. Mereka yakin, di bawah bimbingan Karma akan menjadi orang yang hebat.


Setelah memilih lima orang itu, Karma membagi-bagikan senjata kepada sisa dari bawahan dengan kesesuaian mereka.


Ada yang memilih pedang, ada yang memilih belati, tombak dan ada juga yang memilih panah.


Mereka pun mulai berlatih, berbeda dengan lima orang yang sedang menunggu arahan dari Karma.


Setelah semua selesai barulah Karma memberikan bimbingan kepada kelima orang terpilih itu.


"Baiklah, apakah kalian mengetahui kenapa aku mencari kecepatan dan bukannya kekuatan?" tanya Karma yang membuat kelima bawahannya itu penasaran.


"Aku akan memberikan kalian pelatihan tentang membunuh!" seru Karma yang membuat kelima orang itu terkejut.


"Bo-bos! Tapi, kita —"


Belum selesai berbicara, Karma sudah memotong perkataan bawahannya itu.


"Aku berencana untuk membuat geng serigala emas menjadi geng nomor satu di negeri Arcadia, geng yang bermartabat! Tidak melakukan kejahatan! Tugas kalian sebagai pembunuh hanya untuk memberantas kejahatan!" seru Karma yang membuat para bawahannya terdiam.


Kelima orang itu sama juga, diberikan pilihan ingin menggunakan senjata yang mana.


Ternyata, dua orang memilih belati, satu orang memilih pedang dan dua orang memilih panah.


Marcell dengan keterampilan memanahnya yang cukup mahir dan percaya diri akan kemampuannya. Memiliki elemen sihir udara.


Rio dengan keterampilan memanahnya karena sudah dilatih semenjak kecil oleh ayahnya yang juga seorang pemanah, sempat tinggal di alam bebas dan sudah terbiasa memburu menggunakan panah. Memiliki elemen sihir api.


Louis dengan keterampilan tangannya yang gesit, bisa memainkan dua belati secara bersamaan. Mantan koki di restoran yang cukup terkenal karena atraksinya. Louis adalah seorang anak yang dibuang dari keluarga baron. Memiliki elemen sihir bumi.


Weinz dengan keterampilan dua belati, sudah berlatih semenjak kecil karena pernah melihat seorang ksatria yang menggunakan dua belati, ksatria yang dijuluki membelah dua bintang. Karena mengidolakan ksatria itu, Weinz sudah berlatih dengan sungguh-sungguh semenjak kecil. Memiliki elemen sihir api.


Sein meskipun belum mahir dalam berpedang, dirinya memiliki kecepatan yang berbeda dibandingkan dengan yang lainnya. Memiliki elemen sihir udara.


Karma mendengar semua perkenalan dari kelima bawahannya itu. Karma belum pernah bertemu dengan pengguna elemen air.


Jadi, Karma bertanya,"Apakah diantara kalian semua ada pengguna elemen sihir air?"


Menurut kebanyakan orang, elemen sihir air adalah elemen yang terlemah. Jadi, mereka agak sungkan untuk membicarakan si pemilik elemen sihir air itu.


Dengan jawaban salah seorang dari kelima itu dengan sungkan, maka dipanggillah si pemilik elemen sihir air itu ke hadapan Karma.


"Namaku Zergo Bos! Benar, aku adalah pemilik elemen sihir air, tapi apakah aku benar-benar akan dikeluarkan Bos?" tanya Zergo dengan pasrah.


"Siapa yang akan mengeluarkanmu?" tanya Karma menjadi bingung.


"Tapi kan Bos, elemen sihir air tidak berguna dan aku—"


Belum sempat menjelaskan, Karma sudah memotong pembicaraan dari Zergo.


"Kamu akan bergabung dengan tim ini! Jangan banyak protes!"


Mendengar pengaturan dari Karma, kelima orang itu beserta Zergo menjadi kebingungan.


Apa tujuan Karma memasukkan penggunaan elemen sihir air yang terlemah ke dalam tim khusus ini?