
"Aduuh ..."
Rhea menabrak seorang wanita yang juga tidak melihat ke arah depan.
Sosok gadis dengan rambut peraknya, ditutupi dengan jubah putihnya, gadis itu marah kepada orang yang telah menabraknya.
Karena Karma melihat semuanya, Karma tidak bisa menyalahkan siapapun. Karma memisahkan kedua gadis yang sedang bertengkar itu dengan susah payah.
Meskipun Karma tahu betul bahwa Rhea juga tidak bisa disalahkan, Karma meminta maaf atas perbuatan Rhea kepada gadis itu.
Membawa gadis itu ke restoran untuk memberikannya traktiran sebagai permintaan maafnya.
Rhea masih kesal karena dirinya juga tidak ingin disalahkan, tapi apa daya dia. Tidak bisa melawan bosnya itu.
Saat gadis itu sedang serius dengan makanannya, Karma jadi kepikiran dengan identitas Rhea.
Akhirnya Karma bertanya, "Rhea, sebenarnya apa identitasmu?"
Dengan pertanyaan itu, Rhea terbatuk-batuk karena menelan makannya dengan terkejut.
"Uhm ... Aku hanya pendatang jauh, nama lengkapku Rhea de Medicine!" jawab Rhea dengan sedikit pasrah.
"De Medicine? Apakah kamu mengenal Farma?" tanya Karma yang terkejut mendengar kata De Medicine itu.
Rhea ikut terkejut, dirinya mengenal Farma bahkan Rhea sangat merindukan Farma adiknya itu. Tapi, Rhea tidak bisa pulang karena suatu alasan.
Melihat kesedihan dari Rhea, Karma tidak melanjutkan pembahasan tentang keluarga Medicine lagi, memesan lebih banyak makanan lezat untuk menghilangkan kesedihan ini.
Berbeda dengan gadis angkuh yang berada satu meja dengan mereka. Meskipun dirinya angkuh, tapi jumlah porsi makannya sangat banyak.
Setelah selesai melakukan pembayaran, bukannya berterimakasih gadis itu pergi dengan tanpa berpamitan kepada Karma dan Rhea.
Karma dan Rhea hanya bisa menggelengkan kepalanya, tidak menyangka gadis itu memiliki sifat yang buruk.
Hari sudah mulai sore, Karma dan Rhea pulang dengan segera, karena Karma tidak suka melewati jalan pulang yang jauh, dirinya pun membawa Rhea melewati jalan pintas.
Berjalan memasuki gang-gang yang sedikit sempit, kosong tidak banyak orang yang lewat.
Sudah berada cukup jauh masuk ke dalam, tiba-tiba empat orang turun dari langit-langit bangunan di depan Karma.
Empat orang juga keluar dari belakang bangunan, berada di belakang Karma.
Karma sedang terkepung oleh mereka, melihat perlengkapan yang dibawanya. Karma beranggapan bahwa mereka memang berniat mencegat Karma disana.
Dengan seorang pemanah diatas bangunan, satu anak panah melesat hampir mengenai Karma. Untungnya Karma memiliki tingkat sensitivitas tubuh yang baik.
Melihat ada seorang yang mengawasinya di atas, Karma bingung memikirkan cara bertarung dengan Rhea yang menjadi bebannya itu.
Karma menggendong Rhea, dengan gesit Karma menendang salah seorang yang kita sebut saja penjahat itu.
Menendang satu penjahat dengan kekuatan tendangan yang hebat, melumpuhkan penjahat itu. Melihat satu tendangan bisa melukai penjahat itu, para oenjahat lainnya mulai merasa menghadapi lawan yang sulit.
Menurunkan Rhea, Karma mengeluarkan sihir apinya mengarah kepada si pemanah.
"Hahah... Bodoh! Sihir apimu tidak dapat menjangkau ku!" teriak si pemanah.
Selesai berbicara, pemanah itu tiba-tiba saja terjatuh dari atas bangunan. Para penjahat lainnya kebingungan dengan apa yang terjadi.
Melihat mayat si pemanah, ternyata ada sebuah belati kecil yang menusuk kepalanya itu.
Benar saja, Karma mengeluarkan sihir api bukan untuk melukainya, hanya sebagai pengecoh agar belatinya sampai menusuk si pemanah.
Sedikit panik, Rhea kebingungan dengan dirinya yang menjadi beban itu. Tiba-tiba saja, seorang gadis dengan pedang emas dan jirah emasnya melompat.
Mengalahkan sisa penjahat dengan mudah dan cepat. Mengejutkan Karma, bukan hanya penjahat itu.
Karma pun hampir saja ditebas olehnya, jika Karma tidak menghindar maka Karma akan dilumpuhkan oleh gadis itu.
"Kamu telah melakukan pembunuhan! Kamu akan diadili!" seru gadis itu yang ternyata memiliki suara yang mirip dengan gadis yang sebelumnya.
"Hei! Begitukah, caramu melakukan sebuah tindakan dengan tanpa melihat kenyataan? Meskipun kamu angkuh setidaknya harus berterimakasih karena telah ku traktir bukan?" tanya Karma yang membuat gadis itu terkejut.
"Hei! Kenapa kamu bisa mengetahui diriku?" tanya gadis itu penasaran, sebab saat menggunakan jubah putihnya dia tidak menampakkan wajahnya begitu pula dengan suaranya yang diubah olehnya.
"Tentu saja! Karena wangimu!" jawab Karma spontan.
Mendengar kata yang sedikit intim itu, gadis itu menahan rasa malunya, rona merah dipipibya terus menyebar.
Makin kesal dengan Karma, gadis itu menyatakan sesuatu kepada Karma dan Rhea.
"Aku, Nunnully Vnhir! Ksatria tingkat emas! Dengan ini menyatakan, kamu menjadi salah satu penjahat karena telah membunuhnya seseorang!" seru Nunnully dengan lantang.
"Dasar bodoh!" ketus Karma, meninggalkan Nunnuly sendirian disana dengan pergi bersama Rhea.
Nunnully sungguh kesal, dirinya yang seorang ksatria tingkat emas dihiraukan begitu saja oleh Karma.
***
Loid sedang melatih para bawahannya, dengan sebuah pertarungan. Maka itu adalah jalan tercepat untuk mendapatkan pengalaman bertarung.
Satu persatu bawahan Loid melayang di udara, dihajar dan ditendang oleh Loid dengan tanpa belas kasih.
Dirinya, melawan banyaknya bawahan seorang diri. Saat semua sudah tumbang, Loid juga ikut menjatuhkan dirinya ke tanah. Sangat lelah melawan banyaknya jumlah bawahannya.
Tibalah seorang pria dengan membawa lima kereta kuda bersamanya. Mendatangi Loid, ternyata mereka datang untuk mengirim senjata pesanan Karma.
Loid mengecek terlebih dahulu jumlah dan kualitas dari senjata-senjatanya, karena sudah benar. Loid menandatangi surat perjanjian pembelian senjata itu.
Para bawahannya langsung membawa box-box senjata itu memasuki markasnya. Melihat banyaknya senjata, mereka masih penasaran apa tujuan dari memesan banyak senjata.
Sudah mendapatkan perintah dari Karma, setelah selesai dengan pemesanan senjata, segera Loid pergi ke penginapan Lyn Familia.
Melihat bosnya belum pulang, Loid duduk di meja makan dengan sambil menikmati teh yang dituangkan langsung oleh Lyn.
"Pria itu bernama Karma, dia menginap disini! Jadi, aku rasa kita bisa menunggu kedatangannya disini, setelah itu kita habiskan dia!" seru seorang pria yang ternyata adalah Franz.
Dengan Leo yang menjadi lawan bicaranya, Loid terkejut bisa melihat sosok legendaris itu. Franz dan Leo merupakan pria terkuat sewaktu mereka menjadi ksatria.
Franz pernah menjadi seorang ksatria, hingga sampai menjadi ksatria tingkat silver dirinya dipecat karena sebuah fitnah yang dilakukan oleh seseorang.
Tentu saja, bukan hanya Loid. Franz dan Leo juga termasuk orang yang difitnah telah melakukan kejahatan sehingga mereka berdua yang merupakan mantan ksatria tingkat emas ikut dipecat.
Mendengar bahwa kedua mantan ksatria tingkat emas menargetkan Karma, Loid menjadi sedikit resah. Dirinya langsung berdiri, meninggalkan penginapan Lyn Familia.
Keluar dengan panik, Loid pergi ke tempat yang biasanya Karma datang dari arah gang sepi itu.
"Aku ingat, kamu bernama Loid kan? Kamu adalah bawahan orang yang bernama Karma itu?" tanya Leo yang ternyata mengikuti Loid sejak tadi.
Leo mengeluarkan pedangnya, dia mendekati Karma.