Re Destruction

Re Destruction
Bab 28 - Re Destruction



Angelica berjalan dengan terhuyung-huyung. Angelica merasa sangat pusing dan tidak sanggup untuk mengendalikan dirinya sendiri.


Berjalan seorang diri, di dalam hutan. Angelica baru saja pergi melarikan diri dari tempat yang sangat menyeramkan.


Flanshback


Baru saja bangun dari tidurnya, Angelica berada di sebuah ruangan yang gelap dengan obor sebagai penerangnya.


Bukan hanya Angelica seorang diri disana, masih ada beberapa lainnya yang juga berada disana dengan kondisi tidak sadarkan diri.


Saat Angelica akan segera berdiri, sesuatu menahan lengannya. Itu adalah tali yang mengikat lengannya, semua orang yang berada disana juga diikat menggunakan tali itu ke sebuah pipa besi yang ada dibelakang mereka.


Mencoba untuk melepaskan talinya, Angelica susah payah terus mencoba walaupun tidak bisa terlepas ikatannya.


Pintu berderit, seseorang baru saja membuka pintu ruangan tempat dimana Angelica berada.


Saat terkejut mendengar suara pintu yang berderit, Angelica langsung berpura-pura untuk tidak sadarkan diri.


Dua orang pria memasuki ruangan tersebut, melihat para tawanan yang masih tidak sadarkan diri mereka sangat puas.


Belum selesai hanya melihat, salah seorang dari pria itu maju ke depan Angelica.


"Lihatlah dia gadis ini sangat cantik!" seru pria yang baru saja mendekati Angelica.


Pria tersebut melangkah lebih dekat ke arah Angelica, memegang lengannya dan merasakan sensasi lembut.


Angelica merasa jijik, dirinya ingin sekali bangun dan segera melawan pria tersebut, hanya saja jika dirinya bangun. Kemungkinan terburuknya, mereka mengetahui bahwa Angelica sudah sadarkan diri.


Tangan pria itu terus mengelus kulit Angelica, terus meraba dari bagian tangannya hingga pundak Angelica.


Melihat ke arah buah dada Angelica, pria itu semakin penasaran. Tanpa diduga, Angelica merasakan tangan seorang pria mesum yang meraba buah dadanya dan *********** itu. Meski begitu, Angelica menahan dengan sekuat tenaga.


"Bukankah dia yang diberikan sihir oleh Tuan Jason?" tanya pria yang sedang meraba tubuh Angelica.


"Itu benar! Jadi, meskipun ikatannya dilepas, dia masih akan terus tertidur kecuali Tuan Jason yang membangunkannya dengan sihirnya."


Tidak lagi menahan rasa penasarannya, pria itu langsung melepaskan ikatan tangan Angelica.


Setelah melepaskan ikatan itu, dia lanjut meraba dengan sembari melepaskan pakaian Angelica.


Melihat tubuhnya yang sangat mulus itu, keduanpria itu sangat bergairah. Pria satunya ikut melangkah melihat tubuh Angelica.


Dengan dua buah gunung yang cukup besar, sangat pas di genggam oleh tangan mereka. Kedua pria itu menjilat-jilat gunung tersebut. Ingin sekali melakukan hubungan tubuh, salah satu pria itu mendekatkan mulutnya dan langsung mencium bibir merah muda Angelica, rasanya seperti buah ceri. Sangat manis dan semakin lama, semakin tidak hentinya untuk mencium Angelica.


Angelica sangat merasa tertekan, dia ingin sekali melawan mereka. Dengan dirinya yang saat ini lemah karena belum makan, dia tidak mampu untuk melawan kedua pria itu.


Salah satu pria itu membuka pakaiannya diikuti oleh pria satunya.


"Apa kau mau melakukannya?" tanya satunya.


"Bagaimana ini? Aku sudah tidak bisa menahannya! Bagaimana kita mencoba dua pedang sekaligus? Aku didepan kamu dan kamu di belakang?"


Pria satunya itu setuju, mereka berdua sudah melepaskan pakaian mereka. Baru saja akan melepaskan pakaian dalam Angelica, suara lolongan serigala membuat mereka menahan gairahnya.


"Mau bagaimana lagi, jika kita tidak pergi kesana, nyawa kita yang akan dihabisi?"


"Iyaa, iya."


Kedua pria itu dengan segera memakai pakaiannya. Setelah terpakai, mereka berlari langsung keluar dengan melupakan Angelica yang masih berpura-pura tak sadarkan diri.


Angelica baru saja membuka matanya secara perlahan, menyapu pandangannya tidak melihat seseorang yang mencurigakan.


Angelica menangis, tubuhnya yang belum pernah disentuh oleh pria manapun akhirnya telah dinodai oleh dua pria mesum yang sangat brengsek itu.


Dengan mencoba membangunkan salah satu tawanan, rupanya tidak ada satupun dari mereka yang bisa bangun. Angelica pun memutuskan untuk segera pergi meninggalkan ruangan itu.


Tubuhnya sangat lemah, dia lapar belum makan dari perjalanan dia sebelum bertemu dengan lima sosok berjubah hitam.


Dengan sangat berhati-hati, Angelica keluar dari sana. Melewati koridor yang begitu panjang, suasana tempatnya sangat mencekam dan menakutkan.


Seseorang sedang berjalan, tidak ada tempat bersembunyi selain ruangan yang ada disana. Angelica masuk ke dalam ruangan itu dengan panik.


Saat setelah memasuki ruangan itu, Angelica tidak melihat ke dalam ruangan itu. Hanya mendengar suara langkah kaki yang sedang berada di luar pintu itu.


Suara langkah kaki itu mulai menjauh, akhirnya Angelica bernafas lega. Melihat ke dalam ruangan yang dia masuki. Angelica sangat ketakutan, ingin berteriak sekencang-kencangnya.


Meski begitu, tangan kanan Angelica dengan sendirinya menutup mulutnya agar tidak berteriak. Menahan rasa takut itu ketika melihat banyak sekali mayat manusia yang digantung dengan sebuah rantai di langit-langit ruangan.


Ada sekitar dua ratus mayat manusia yang berada dirantai itu, melihat ruangan yang begitu gelap dan sepi. Angelica memutuskan untuk pergi dengan segera, membuka pintu ruangan dan melihat ke kanan dan kiri ternyata situasi aman.


Angelica pun melanjutkan pergi untuk mencari arah keluar. Tiba-tiba, seorang pria memanggil dirinya. Bulu kuduk Angelica langsung merinding, terkejut dengan pasrah.


"Namaku adalah Ajax, aku adalah seorang mata-mata disini dan aku akan membantumu keluar!" seru Ajax dengan suara yang perlahan sambil menutup mulut Angelica yang terlihat seperti akan berteriak.


Setelah selesai perkenalan, Ajax memberitahu caranya agar Angelica bisa keluar dari tempat mengerikan ini dengan selamat. Tidak lupa Ajax memberikan sebuah peringatan kepada Angelica.


"Jangan beritahu kepada siapapun meskipun mereka adalah ksatria, jika kamu memiliki seorang yang dapat di percaya dan memiliki kekuatan, baru beritahu dia untuk segera menghancurkan tempat ini dan organisasi ini, mengerti?"


"Baik, aku mengerti!"


Setelah berterimakasih, Angelica pun pamit dan pergi berjalan dengan tetap hati-hati munuju ke arah yang diberitahukan oleh Ajax kepadanya.


Angelica terkejut, saat dirinya akan keluar. Terdapat sosok monster seperti serigala, hanya saja memiliki tiga kepala.


Itu adalah satu-satunya jalan agar Angelica bisa pergi, hanya saja jalan itu dihalangi oleh serigala berkepala tiga itu.


Ingin dirinya mundur karena takut dengan serigala itu, serigala itu melakukan kontak suara pikiran dengan Angelica.


"Kamu adalah orang baik! Kamu tidak perlu takut kepadaku, namaku Carberus! Aku adalah salah satu monster yang ditahan disini! Apakah kamu ingin pergi keluar?" tanya Carberus dengan suara pikirannya.


Angelica terkejut dengan monster yang bisa berpikir itu, dia menjawab dengan terbata-bata akan pergi karena dirinya ingin bebas.


Carberus juga memberikan peringatan yang sama seperti Ajax kepada Angelica untuk tidak membocorkan rahasia tentang tempat mengerikan ini kepada dunia luar, kecuali kepada orang yang bisa dipercaya.


"Saat kamu pergi ke dunia luar, carilah dewa Hermes! Dia akan membantumu untuk menghilangkan kutukan yang ditanam oleh organisasi ini!"