Re Destruction

Re Destruction
Bab 37 - Re Destruction



Sena hanya melihat dari balik semak-semak, sedangkan pertarungan sedang berlangsung.


Karma menghadang serangan sihir bayangan yang dikeluarkan oleh sosok misterius itu, Karma terkejut karena ternyata dia baru pertama kalinya bertemu dengan sosok yang memiliki sihir jenis elemen kegelapan.


Sihir elemen kegelapan berada di tingkat atas setelah petir, hanya saja itu berada di tingkat daya hancurnya. Jika seseorang memiliki bakat dalam mengendalikan elemen jenis kegelapan, dia pasti bisa menjadi yang terkuat.


Sihir elemen kegelapan biasanya mendapatkan pekerjaan sebagai seorang assassin atau bisa dibilang pembunuh. Ada pembunuh bayaran maupun seorang pembunuh yang diutus oleh kerajaan.


Sosok misterius itu terus menerus menghindari serangan pedang Karma dengan sihir kegelapannya, dia sangat lihai mengendalikan sihir jenis itu.


Hingga pada suatu ketika, Karma menyadari ada suatu sebuah kelemahan dari sihir kegelapan musuhnya itu.


Setelah musuhnya melakukan rapalan berpindah, dia memerlukan waktu satu detik untuk berpindah waktu ke dua meter di sekitarnya.


Saat sihir perpindahan bayangan dirapalkan, Karma langsung menebas menggunakan pedangnya dengan disertai sihir api.


Api menyembur dengan sebuah listrik yang mengalir di pedang Karma.


"Hei! Kau? Pengguna dua elemen?" teriak terkejut dari sosok misterius itu.


Karma merasakan suatu perasaan aneh saat mengeluarkan sihirnya barusan, ada sebuah sihir yang tertahan dalam dirinya.


"Perasaan apa ini?" tanya Karma di dalam hatinya.


"Ini merupakan sihir kegelapan yang tersegel di dalam tubuhmu, biarkan saja dia meneyerangmu hingga saat Kau seperti akan sekarat maka sihir kegelapan itu akan segera bisa digunakan olehmu!" seru suara yang berada di dalam diri Karma.


"Aku mendengar suara misterius itu lagi? Sebenarnya darimana suara itu berasal?" tanya Karma kebingungan di dalam pikirannya.


"Saat ini, aku berada di dalam tubuhmu! Nanti saat waktunya telah tiba, aku akan keluar dari dalam tubuhmu! Dan aku adalah sosok yang agung di dunia ini!" seru suara misterius itu lagi.


"Benarkah? Apa benar aku harus membuat diriku sekarat?" tanya Karma kepada sosok yang berada di dalam dirinya.


"Baiklah!" kata Karma, dia langsung berusaha menangkis pedang musuhnya itu.


"Kamu memiliki dua elemen?" teriak sosok musuhnya itu bertanya.


"Itu benar! Tapi—" kata Karma, perkataannya terpotong karena dirinya baru saja ditebas oleh musuhnya.


Tidak terluka berat, itu karena Karma memakai sebuah zirah yang kuat meskipun zirahnya itu tidaklah berat.


Karma terpental jauh hingga menabrak sebuah batu besar dan menyebabkan retak dibantu itu karena kekuatan hantaman dari sosok musuhnya itu begitu kuat.


"Aku benar-benar akan kehilangan kesadaran ini?" lirih Karma yang matanya mulai tertutup.


Satu detik.


Dua detik.


"Rupanya hanya seperti itu kekuatan dua pemilik elemen sihir? Lemah sekali?" tanya sosok misterius itu meremehkan Karma.


"Hanya satu hantaman dari pedang kegelapan ku dia lang—" perkataannya berhenti saat dia melihat Karma.


Tiga detik.


Mata Karma kembali terbuka, yang sebelumnya iris matanya berwarna hijau kini sudah berubah menjadi merah dengan sebuah cincin berwarna emas, rambutnya perlahan memudar dan berubah menjadi putih.


"Ka—Kau Iblis!" teriaknya terkejut.


"HAHAHA! AKU AZAZIL! AKU TELAH KEMBALI KE DUNIA INI! AKU AKAN MELENYAPKAN SELURUH ALAM SEMESTA INI!" teriak Karma, lebih tepatnya sosok yang berada di dalam jiwa Karma telah mengendalikan tubuh Karma.