
Terjadi sebuah keramaian di pusat kota, Karma yang melewati pusat kota itu merasa penasaran.
Turunlah Karma dan Angelica dengan Robert yang pergi melanjutkan perjalanannya ke penginapan Lyn Familia.
"Kami sedang membuka seleksi untuk menjadi ksatria kerajaan di kota ini, bagi siapa yang berminat maka diperbolehkan untuk mendaftar terlebih dahulu!"
Di tengah keramaian itu terdapat seorang pria yang terlihat cukup tua dengan perlengkapan pakaiannya yang menunjukkan diri bahwa dia adalah seorang ksatria tingkat emas.
Setelah Karma melihat, dia terkejut.
Bukan karena ksatria yang berada di depannya, melainkan seorang pria yang mengenakan jubah putih dengan corak emas itu membuat Karma mengingat tentang Lylia yang diculik dengan oleh seorang dewa itu.
Pakaiannya yang terlihat sangat percis membuat Karma ingin pergi untuk bertanya kepadanya.
Hanya saja, sebelum Karma mendapatkan kesempatan untuk bertanya, seorang dengan jubah putih itu dia, pergi dengan menunggangi seekor monster griffin.
Karma yang tidak mengenal dari mana sosok dengan seragam yang sama seperti pria yang menculik Lylia sebelumnya. Belum sempat Karma ingin mengejarnya, ia ditahan oleh ksatria yang berada disana.
"Permisi, apa kalian mengenal orang itu?" tanya Karma yang penasaran membuat para ksatria tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha!! Bahkan seorang petinggi istana suci kamu pun tidak mengetahuinya, kamu sepertinya hanyalah orang desa yang tidak mengerti apapun." celoteh seorang ksatria yang tidak bisa menahan tawanya.
"Apakah istana suci begitu terkenal? Bagaimana caraku agar dapat pergi ke istana suci?" tanya Karma namun dia dihiraukan oleh banyak ksatria karena pengetahuan Karma yang minim itu.
Karma kesal sedangkan Angelica berusaha membuat agar Karma tidak kesal dan marah kepada para ksatria itu, bagaimana pun mereka kalah jumlah.
"Hei gadis cantik? Sepertinya kau seorang pendekar pedang, maukah kamu mendaftarkan diri untuk menjadi ksatria kerajaan?" tanya seorang ksatria tingkat emas yang baru saja menghampiri Angelica.
"Apa untungnya bagiku? Apakah bisa pergi ke Istana Suci?"
"Tentu, jika kamu memiliki kualifikasi yang sangat baik mungkin kamu akan menjadi salah satu ksatria penjaga Istana Suci." ucapnya.
"Heh, mana mungkin kamu orang desa bisa memiliku kualifikasi yang baik, aku hanya akan mendekatimu karena dirimu sesuai dengan selera wanita yang aku inginkan." batinnya melihat Angelica dengan nafsunya.
"Benar bisa? Aku ingin mendaftar!" seru Karma yang membuat para ksatria itu kebingungan.
Jelas-jelas Karma adalah seorang dari desa, bahkan istana suci pun dia tidak mengetahuinya, dia akan mendaftar menjadi seorang ksatria pasti tidak mengetahui tentang perekrutan sistem ksatria.
Karena sudah ditentukan, akhirnya Karma dan Angelica sudah mendaftarkan diri mereka untuk menjadi seorang ksatria kerajaan.
***
Keesokan harinya di pagi hari, Karma dan Angelica berangkat pergi bersama ke arena latihan ksatria di kota ini.
Selain Karma, masih ada banyak peserta yang berdatangan mulai dari yang lokal hingga sampai banyak yang dari luar kota.
Tibalah di arena latihan para ksatria, Karma mendapati kerumunan orang ini dengan ditotal jumlah keseluruhannya mencapai hingga lima ribu peserta yang ingin menjadi ksatria kerajaan.
Para peserta dipersilahkan untuk maju satu persatu dengan memperlihatkan sihir elemen mereka masing-masing dengan sihir terkuat mereka.
Hingga sampai pada Angelica akan memperlihatkan sihirnya, semua orang terpaku melihat kecantikan Angelica Noir itu.
Angelica maju dengan mengeluarkan pedangnya, menari dengan pedangnya yang mulai berubah menjadi cahaya. Dengan rapalan di mulutnya itu, banyak cahaya-cahaya yang membentuk pedang mengelilingi Angelica yang membuat seluruh peserta dan pihak penyelenggara terkejut.
Salah satu pedang cahaya itu dilempar koleh Angelica ke depan seorang ksatria tingkat emas, belum sampai menyentuh hidungnya. Cahaya pedang itu dikendalikan dengan sangat baik oleh Angelica.
Karena kecepatan pedangnya yang tidak biasa, seorang yang hampir mengenai pedangnya itu merasa terkejut.
Dia pun berdiri dari tempat duduknya, "Aku mau kamu masuk ke dalam pasukan Ksatria Pedang Emas!"
Mendengar perkataan itu, semua orang bersorak bukan main, karena Ksatria Pedang Emas merupakan pasukan ksatria terbaik di kerajaan ini.
"Terimalah," ucap Karma yang membuat Angelica menerima bahwa dirinya akan masuk ke pasukan tersebut.
Sedangkan setelahnya, barulah giliran Karma untuk unjuk penampilan.
"Silahkan untuk memperlihatkan apa yang kamu rasa bahwa kamu layak untuk menjadi seorang ksatria kerajaan," ucap seorang yang tadi meminta Angelica untuk bergabung di pasukannya.
"Sepertinya aku tidak bisa, karena jika aku mengeluarkan satu sihir terkuat ku, mungkin banyak peserta yang tewas nantinya!" jawab Karma yang membuat para penyelenggara tidak senang.
Tiba-tiba seorang yang berada di atas bangunan melompat kebawah secara mendadak dan ingin membelah Karma menjadi dua bagian dengan pedangnya.
Tringg
Tentu saja, Karma berhasil menahan serangan mendadak itu.
"Kamu! Bergabunglah dengan pasukanku!" seru pria yang baru saja akan membelah Karma itu.
Karma tidak mengerti dengan jalan pikir pria di depannya itu. Tapi, semua penyelenggara itu tidak ada yang tertarik dengan Karma.
"Tidak ada yang tertarik denganmu, hanya dia. Jadilah pasukannya, daripada tidak bisa bergabung dengan salah satu pasukan Ksatria kerajaan."
Mendengar hal itu, sepertinya orang yang berada di depan Karma dipandang remeh oleh orang-orang lainnya.
Karena tidak ada pilihan, tujuan Karma akan mencari tahu identitas dan keberadaan dari Istana Suci, jadi dia perlu menjadi salah satu ksatria kerajaan.
Akhirnya Karma memutuskan untuk bergabung dengan pasukan pria yang hampir saja membunuhnya.
Angelica bergabung dengan Pasukan Ksatria Pedang Emas dan Karma bergabung dengan Pasukan Ksatria Pedang Hitam.
Pasukan Ksatria Pedang Emas merupakan pasukan yang menduduki posisi pasukan kerajaan terbaik pertama di negeri Arcadia sedangkan Pasukan Ksatria Pedang Hitam merupakan pasukan ksatria dengan reputasinya yang buruk dan berada di tingkat terakhir.
Karma dan Angelica berpisah karena mereka akan pergi ke maskas masing-masing pasukan ksatria kerajaan.
Tibalah Karma di sebuah vila yang sangat besar bersama pria yang akan membunuhnya yang ternyata adalah seorang komandan ksatria di Pasukan Pedang Hitam.
Namanya Earl, dia sangat suka dengan berpedang hingga menjadikan dirinya menjadi sekuat sekarang karena bakat dan kemauan dirinya yang sangat besar hingga dia menjadi seorang ksatria kerajaan termuda pada masanya.
Melihat vila yang sangat besar itu, Karma merasa sedikit ragu. Tapi, dia tetap melangkahkan kakinya untuk memasuki vila itu dengan mengikuti Komandan Earl di belakangnya.
Baru saja masuk tiba-tiba pandangan seluruh anggota pasukan itu menatap Karma dengan sangat tidak menyenangkan, seperti mereka melihat seorang yang jijik dipandangannya.
Tiba-tiba sebuah cahaya yang gelap seukuran jarum mengarah kepada Karma, bayangan jarum itu sangat cepat karena cahaya yang gelap itu merupakan sebuah sihir tingkat atas.