Re Destruction

Re Destruction
Bab 38 - Re Destruction



Dahulu kala, saat bumi pertama kali mendapatkan sebuah kehidupan dengan makhluk yang berakal. Azazil merupakan sosok yang maha agung, dia dianggap seperti dewa keberadaannya karena kekuatannya yang begitu besar.


Namun pada kenyataannya, Azazil merupakan seorang malaikat yang dibuang ke bumi karena ketidakpatuhan dirinya kepada Sang Pencipta Alam Semesta.


Dia menolak untuk menyembah sosok makhluk baru yang disebut manusia, dia pun diusir oleh malaikat lainnya.


Malaikat terbagi menjadi dua, malaikat suci yang biasa disebut malaikat dan malaikat jahat yang biasa disebut Iblis.


Azazil merupakan malaikat suci sebelumnya, hanya pada saat niatnya ketika akan memusnahkan ras manusia, dia sedikit demi sedikit berubah wujudnya.


Dengan kegelapan yang padat menyelimutinya, akalnya sudah tidak karuan. Yang sebelumnya adalah sosok malaikat yang saat taat beribadah, kini dia menjadi sosok malaikat pembangkang.


Ketika saat dia akan memusnahkan ras manusia, dirinya di khianati oleh pasukannya sendiri, pasukan iblis.


Karena hal itu, Azazil menyembunyikan dirinya dengan jiwa yang ditanamnya di dalam sebuah dunia kecil.


Saat segel dunia itu melemah atas perbuatan dari makhluk yang berada di dunia kecil, dirinya akan segera bangkit kembali.


Tidak bisa diduga, rencananya salah perhitungan. Titik pusat kebangkitannya berada di rumah Karma waktu itu.


Jiwanya memasuki tubuh Karma dan terkurung di dalamnya, dia terus memutar otaknya untuk segera bisa mengendalikan tubuh Karma.


Kini adalah saatnya dia mengendalikan tubuh Karma.


"Iblis!" teriak ketakutan dari sosok musuh di depannya.


Azazil mengangkat tangannya, tanpa merapal ada sembilan bola sihir yang mengelilingi dirinya.


"Pe—penguasa elemen?" ucap musuhnya bertanya karena terkejut, tanpa disadari dirinya langsung menyerah begitu saja saat dirinya menjatuhkan pedangnya ke tanah.


"Namaku Azazil! Apakah Kau mengenalku?" tanya Azazil dengan senyumannya yang menyeramkan, seperti sosok psikopat.


"Aku tidak tahu, Tuan!" katanya lemah.


Baru saja akan melepaskan sihirnya, "Hei! Kembalikan tubuhku!" teriak Karma yang membuat dirinya tidak stabil.


Perebutan antara Karma dan Azazi pun berlangsung, "Hei! Kenapa ? Aku sudah mengendalikan tubuh ini! Kenapa Kau kembali menggangguku!" teriak Azazil terdengar oleh musuhnya maupun didengar oleh Sena.


"Apa yang terjadi?" pikir Sena dan musuh yang pasrah tadi.


Mereka sangat fokus memperhatikan tingkah laku Karma yang sedang berbicara sendiri, hanya saja suaranya berubah-ubah seperti dua orang yang memang benar sedang berdebat.


Menyadari dirinya masih hidup, melihat ke arah Karma yang sedang tidak karuan, perlahan musuhnya itu mengambil pedang dan belatinya, dia dengan segera melarikan diri dari sana dengan sihir bayangannya.


"Ahh!" teriak Karma. Tubuhnya langsung terjatuh saat melayang di udara, dirinya langsung tidak sadarkan diri begitu saja.


Sena langsung berlari menghampiri Karma, dia mencoba membangunkan Karma dengan tamparan kecil di pipi Karma.


"Karma? Apa Kau baik-baik saja?" tanya Sena dan menyapu pandangannya.


Melihat sosok pembunuh tadi yang sudah tiada membuat dirinya sedikit bernafas lega.


Sena langsung mengeluarkan sihir cahaya dan sebuah teriakan, meskipun suara teriakannya tidak terlalu besar tapi karena suara teriakan dan sihir cahaya itu.


Komandan Earl langsung bergegas menuju ke arahnya.


"Karma? Apa yang terjadi padamu? Kamu baru saja membuatku terkejut karena sembilan elemen sihirmu itu! Sebenarnya apa rahasia yang berada di dalam dirimu? Apakah Kamu bisa membantuku untuk mencapai puncak keagungan?" batin Sena memikirkan tentang Karma dan dirinya.