Re Destruction

Re Destruction
Bab 22 - Re Destruction



Penginapan Lyn Familia pun telah terjadi sebuah kerusuhan, bukan karena suatu masalah melainkan ada seseorang yang memang ingin mengambil alih bangunan yang berlokasi sangat strategis itu.


Baru saja Lyn menyambut kedatangan Karma, dirinya malu karena Karma melihat ada masalah padanya dan tidak dapat melayani Karma dengan pelayanan totalitasnya.


Karma tidak peduli sama sekali, Karma hanya peduli dengan masalah itu. Dia pergi keluar dan juga ingin melihat aksi dari para pembuat kerusuhan itu.


Melihat hal ini, preman yang baru saja mengabdi kepada Karma ingin memperlihatkan performa mereka.


Mereka pun mulai berkumpul, Karma terkejut melihat para preman yang baru saja dia kuasai.


Karena jumlah preman kali ini cukup banyak, ternyata yang Karma lawan barusan hanyal sebagian kecil dari preman-preman itu.


Dengan kehadiran preman-preman itu, geng serigala emas namanya. Para pembuat kerusuhan itu pun lari ketakutan karena tidak sanggup menyaingi jumlah dari geng serigala emas.


Lyn terkejut, karena kabar yang dia dapatkan adalah bahwa Karma seorang petualang yang baru saja datang ke negeri ini.


Tidak disangka dengan hanya sesaat, Karma bisa menaklukkan sebuah geng kecil. Meskipun kecil, tidak mudah bagi seseorang untuk menaklukkannya.


Karma pun pergi memasuki penginapan Lyn Familia, penginapan ini termasuk penginapan yang besar, bukan hanya terdiri dari kamar.


Melainkan ada sebuah bar yang luasnya cukup untuk menampung seratus orang disana.


Lyn berniat ingin mentraktir Karma dan para pengikutnya itu, tapi dia bingung karena harus menghabiskan banyak uang, meski begitu.


Lyn pun menyambut para pengikut Karma dengan ramah, membawa mereka semua masuk ke dalam Lyn Familia.


Para koki pun membuat masakan dengan cepat, mereka harus menghidangkan banyak jenis makanan dengan total seratus porsi untuk setiap jenisnya.


Karma duduk satu meja dengan Lyn, tidak lupa dia memanggil pemimpin geng serigala emas yang bernama Loid.


"Hm, Tuan Karma sebenarnya aku hanya menyisakan satu kamar saja, jadi ini bagaimana?" tanya Lyn dengan gugup.


"Tidak apa, aku—"


Baru saja Karma ingin menjawab, perkataannya dipotong oleh Loid dengan senang.


"Bos! Sebenarnya serigala emas memiliki sebuah villa! Bagaimana jika bos tinggal disana?" sanggah Loid dengan menyatakan sebuah pernyataan dan pertanyaan.


Sebelum menjawab, Karma berpikir terlebih dahulu. Dirinya masih baru disana, jika menjadi pusat perhatian mungkin tidak akan berdampak cukup baik kedepannya.


Jadi, Karma menjawab, "Sebaiknya aku tidak perlu kesana dulu, nanti aku akan melihat-lihat dan aku akan tinggal di kamar yang telah disediakan oleh Tuan Lyn ini."


Loid cukup kecewa, tapi di dalam pikirannya dia membayangkan bahwa sosok Karma adalah sebuah kerahasiaan, jika tinggal di villa itu maka semua akan mengetahui seorang sosok bos.


Dan Karma adalah bos yang tidak ingin menjadi pusat perhatian, bos yang kuat namun rendah hati. Loid semakin mengagumi Karma di dalam hatinya.


Setelah semuanya selesai, para preman itu memberikan hormat kepada Karma.


Bagi mereka yang tidak mengenalnya, mereka hanya menghormati Karma karena menganggap bahwa Karma hanyalah seorang bos dari sebuah penginapan.


Karma tidak ambil pusing, semakin sedikit orang yang mengetahui kekuatannya, maka semakin baik.


***


Di pagi hari, Karma bangun pagi-pagi sekali, dia berpamitan kepada Lyn untuk mencari udara segar diluar dengan cara berjalan-jalan.


Sebelum berpamitan, Lyn bertanya kepada Karma tentang kepulangannya karena Lyn ingin melayani Karma dengan sangat totalitas.


Tidak ada jawaban yang pasti, Lyn menjadi sedikit kecewa.


Setelah keluar dari pintu penginapan Lyn Familia. Loid sudah berada di depan pintu sendirian menunggu Karma.


Karma sedikit terkejut, ternyata Loid sudah mengerti bahwa Karma ingin berkeliling kota ini.


Dengan besarnya kota, Loid pertama-tama membawanya ke pasar tempat dimana dia bertemu Karma untuk pertama kalinya.


Menjelaskan bahwa pasar itu adalah sumber penghasilannya, Karma menjadi sedikit kecewa tentang pemikiran para preman itu.


Dengan merampok, Karma berpikir bahwa mereka telah melakukan tindakan yang sangat bersalah.


Belum bisa memberikan saran, Karma tetap mengikuti Loid dari belakang.


Banyak sekali pedagang yang hormat kepada Loid, mereka semua tampak sangat baik-baik saja.


Ternyata Loid memiliki temperamen yang cukup baik, meski dia menjadi penagih uang keamanan disana. Tapi, para pedagang tidak merasa risih sama sekali.


Mungkin suatu hari dia harus melihat kinerja Loid yang sebenarnya, tidak ingin menilai dari penampilannya lagi.


Karma dibawalah oleh Loid ke pusat kota, banyak sekali toko dengan perdagangan yang beragam jenisnya.


Saat melihat toko alat perhiasan, Karma masuk dan membuat Loid menjadi sedikit bingung.


Setelah berada di dalam toko itu, Karma langsung bertanya kepada pelayan toko itu.


"Apakah aku bisa bertemu dengan bos kalian?" tanya Karma.


Pelayan itu sedikit bingung, ditambah dengan sosok Loid yang menyeramkan seperti preman itu dia merasa bahwa Karma akan melakukan tindakan yang buruk.


Melihat keadaan ini, membuat Loid merasa bersalah. Loid ingin meminta maaf kepada Karma, tetapi dia malah terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Karma.


"Aku ingin mengambil alih toko ini jika aku tidak bisa bertemu dengan bosmu itu!" seru Karma mengancam pelayan kecil itu.


Karena tidak berani melawan, pelayan itu pun pergi membawa Karma ke ruangan tempat bosnya bekerja dan bersantai.


Tok Tok Tok


Dengan mendengar suara ketukan pintu, bosnya segera menyuruh pelayan itu masuk.


Melihat kehadiran Loid yang menyeramkan, bos itu langsung meranggapan buruk tentang kehadiran Karma dan Loid.


"Aku akan memberikan uang! Jadi, jangan bunuh aku! Jangan bunuh pelayan tokoku juga!" seru bos wanita itu ketakutan.


"Apa yang kamu pikirkan? Aku hanya ingin berbisnis denganmu, itu saja!" jawab Karma yang membuat bos wanita itu tidak bisa mempercayainya.


Kedatangan Karma kali ini kesini karena sebelumnya saat melihat isi dari cincin penyimpanan, Karma menemukan banyak sekali harta di dalamnya.


Tidak memiliki uang, maka Karma akan menjual beberapa perhiasan itu dengan harga yang normal.


Setelah Karma memperlihatkan barangnya, akhirnya bos itu tenang walaupun sedikit terkejut karena jumlah perhiasan yang Karma ingin jual ternyata cukup banyak.


Di tes lah kualitas dari perhiasan-perhiasan yang ingin dijual itu oleh seorang profesional di bidangnya.


Seorang profesional itu terkejut karena kualitas perhiasan yang akan dijual Karma adalah kualitas terbaik, mereka senang karena mendapatkan perhiasan dengan kualitas yang sangat baik itu.


Tapi, mereka juga bingung karena hanya dengan empat perhiasan, Karma dapat membeli toko itu sekaligus.


"Begini saja, aku akan membeli toko itu dengan empat perhiasan ini, sisanya akan dijual kembali disini, kamu tetap menjadi bos disini!" kata Karma dengan spontan.


"Oh iya, jika kamu mengkhianatiku, kamu seharusnya sudah mengerti kekuatan yang melebihi seorang ksatria berliankan?" lanjut Karma mengancam dengan pertanyaannya.


"Lebih kuat dari ksatria berlian? Kamu bercanda? Haha .." tawa seorang pria yang baru saja memasuki ruangan itu dengan nada meremehkan Karma.


Selanjutnya, Rhea De Medicine.