Queen Devill

Queen Devill
Markas



Tett.... Tett...tett..


"Eh,masuk yuk,"  ajak si Vivi


"Ayoklah," ucap serempak


"Eh, cabut yuk,mending kita ke markas buat bicarain tentang ini." yang dianggukin semuanya kecuali yang ngomong si boss kejam hehehe a. k. a Ana.


Yang langsung di anggukin oleh sobat-sobatnya. Langsung pada masuk kemobil mereka masing-masing dan langsung tancap gas. Sesampainya di markas, kita semua langsung masuk dengan tanda pengenal karna gak sembarang orang bisa masuk ke markas gua, karna bisa terpotong badannya kalo gak sesuai dengan kode atau jawaban dari pertanyaannya. Walaupun namanya markas tapi ini juga bisa disebut dengan mansion karna gak kek markas yang gedung-gedung bekas atau lain-lainnya.


Setelah bisa masuk, kita semua langsung disambut oleh anggota gua. ( bukan disambut baik yak karna mereka gatau kita semua jadi mereka mengepung kita ).


"Lo ngapain disini. Mau mati lo dan kok lo bisa masuk gimana caranya?" tanya salah satu anggota gua mungkin orang baru jadi mereka gatau kalo gua Big Boss nya mereka.


"Mau gua.." kata gua gantung..


"Adalah ngancurin nih markas. Mana boss lo. Mana?"ujar gua dengan santai kek dipantai.


" Br3ngs3k lo. Lo pada gabisa ketemu sama boss kita, SERANG mereka!!" Seketika semua langsung menyerang dan yah kalian semua tau siapa yang menang ya pasti Viana cs dong.


Dan yap. betul.Viana cs lah yang menang.


Tiba-tiba ada yang berteriak dari depan dan......


Ternyata si Aldi.


"Woy! lo apain anak buah gua..." omongan dia kepotong dan seketika dia melotot kaget karna melihat Big Boss dan Boss yang menatapnya yang ditatap malah cengar cengir.


"Wahhhh, gua kangen lo b3g0k." lanjutnya.


"B3g0k teriak b3g0k." Kata kami serentak. Seketika mereka tertawa bersama yang bikin semua anggota bingung. Karna boss mereka yang dikenal itu gadeket dengan perempuan dan dingin tapi ini malah tertawa bersama dan berpelukkan.


"Itu, siapa bos?" tanya salah satu anak buah gua yang menghentikan acara tertawa dan pelukkan kita.


"Oh iya, lupa. Kumpulin semua anggota di aula." kata Aldi. Yang langsung dianggukkin olehnya dan pergi.


"Yaudah ayo masuk kalian mau langsung ke ruangan atau langsung ke aula," katanya.


"Keruangan dulu aja, kita capek." kata Lala yang dianggukin kita semua.


"Oke. Kalo sudah ntar gua panggil kalo udah ngumpul semu," jawabnya seraya pergi.


Tok.... Tok... Tok...


"Siapa woy?" teriak Della dengan suara toaknya.


Kretttt (pintu dibuka ya)


"Oke-oke. Ayuk," kata Della dengan semangat 45.


Sampainya diaula, semua anggota dibuat bingung pasalnya si boss jarang ngumpulin seluruh anggota buat kumpul.


"Oke semua nya, udah pada kumpul?" Tanyanya tegas.


"Sudah bos." jawab serempak tentu dengan suara tegas.


"Oke, semua bingungkan siapa perempuan cantik disamping gua?" katanya yang dianggukin semua anggota.


"Ok.Gua kenalkan yang disamping gua ini adalah Big Boss kita yang baru balik dari London, pendiri nih gangster yang biasah dipanggil Queen." lanjutnya.


"Bukannya boss Aldi yang jadi pendiri dan boss gengster in?" tanya salah satu anggota gua.


"Memang benar. Tapi lebih tepatnya gua adalah tangan kanannya mereka, oh ya perkenalan dulu girl," jawab aldi.


"Perkenalkan gua, Della Saraswati satwijaya, gua disini bagian sniper." ucapnya dengan suara tegas dan dingin.


"Perkenalkan gua, Vivi Ana Parawira. Sebagai otak rencana." ucapnya dengan dingin.


"Perkenalkan gua, iriana Putri Setiawan. gua sebagai mata-mata dalam misi." ucapnya dengan datar.


"Perkenalkan gua, Olla Lestari Albert. Sebagai hacker." ucapnya dengan dingin.


"Perkenalkan gua, Viana Queen Putri Viviant. Big boss dan yang bangun nih gangster. Kalo diantara kalian ada yang mencoba menjadi mata-mata dari musuh dan berkhianat sudah tau kan konsekuensinya bukan?" ucap gua dengan senyum miring yang mempu bikin semua orang bergedik ngeri.


"Dan panggil kita dengan Queen,kalian mengerti." lanjut gua.


"Mengerti Queen." jawab serempaknya.


Setelah sesi perkenalan, 5cewek itu pulang kembali ke habitatnya maksudnya mansion masing-masing. Karna di markas hanya misi sepele karna kita sudah terbiasa menjalankan misi apalagi ini cuman misi tentang cara gagalin penjualan narkoba dan wanita. Meskipun kita gengster tapi kita cuman menjual senjata legal atau ilegal dan membantu yang membutuhkan kita. Kita juga membunuh bukan tanpa alasan yang jelas dan bukan langsung membunuh itu bukan moto seorang gengster Queen Devil


Motto kita adalah


"MEMBUNUH ATAU DIBUNUH"


"MENGHANCURKAN ATAU DI HANCURKAN"


Gua juga seorang pembunuh bayaran berdarah dingin yang sering disebut BLACK ANGEL yang ditakuti didunia karna cara membunuhnya tanpa diketahui selalu bersih dan mereka atau sekumpulan pembunuh bayaran tidak ada yang tau kalo gua Big Boss dari salah satu gangsters yang ditakuti didunia maupun Mafia, Phsycopath, Cia dll. Karna dikenal dengan kesadisannya melebihi phsycopath atau pembunuh bayaran adalah gua sendiri big boss Queen Devil.


vote and coment 😄 and follow thanks