
★★
"Kalo sampai terjadi apa-apa dengan Queen, karena kalian, kalian tidak akan bisa muncul lagi. Ingat itu!"ujar gue dengan tegas.
See, gue adalah Alter Ego Queen. Queen belum sadar.
Setelah ngomong semuanya. Sosok itu menggoreskan tangan Queen dan meminum darahnya. Itu cara menyadarkannya, mungkin menurut kalian seperti Vampir tapi itu kenyataannya begitu.
Eughhh...
"Jam berapa ini?"ujar gue pelan.
Setelah melihat jam, gue mandi dan sudah beres semua,gua memilih turun ke bawah untuk sarapan.
"Pagi."ujar gue.
"Pagi Nona,"ucap mereka serempak.
"Makanlah,"ucap gue.
"Tapi Nona..."ujar mereka yang gue potong.
"Tidak pake tapi-tapian."ucap gue tegas.
"Baik Nona,"jawabnya.
Selesai makan, gue manggil Anis buat ikut gue kebelakang.
"Kau! Ikut gue,"ucap gue dengan Anis.
"Baik Nona."jawabnya pelan.
"Kulihat kau, umurnya sama dengan gue. Apa kau tidak sekolah?"tanya gue.
"Tidak Nona, karna tidak ada biayanya,"jawabnya.
"Baiklah, mulai besok kau ikut sekolah di sekolah milik gue. Tanpa penolakan."ucap gue.
"Baik Nona,"jawabnya.
Tanpa ngucap sepatah kata pun, gue langsung pergi dari mansion. Sebelum pergi gue udah bilang ke penjaga, kalo ada apa-apa jangan sungkan buat ngehubungin gue.
Rasanya, gue ingin menghabisi semua musuh gue. Lebih baik gue ke Club gue aja. Gue langsung putar balik dan langsung ke Club.
"Selamat datang Boss,"ucap penjaga pintu depan, gue jawab dengan anggukan dan masuk ke dalam yang dimana gue langsung disambut dengan bau alkohol, musik disko dan lain-lainnya.
"Siap bos,"jawabnya dan mulai menuangkan Wine yang langsung gua minum sampai habis.
"Duh gimana ini bos udah teler?"ujar Pino pelan.
drtdrtt...
"Keknya handphone si bos?"Tanya kepada diri sendiri dan mulai angkat tuh telvond.
"Hallo, Queen, lo dimana?"tanya si telvond.
"Kek pernah denger suara itu?"ucap pelan.
"Hallo,"ujarnya lagi.
"Hallo bang, ini si boss udah teler,"jawab Pino.
"Eh siapa lo?"tanya Aldi.
Yaps si penelfon adalah Aldi, abang markasnya.
"Pino bang,"jawabnya.
"Oh, bentar jaga dulu Queennya, gue otw kesana."ujar Aldi dan langsung mematikan telvondnya. Mungkin lagi jalan ke sini, maksudnya naik mobil masa iya jalan kaki.
Tak lama Pino melihat sosok cowok tinggi dengan body yang bisa melumpuhkan kaum cewek datang.
"Berapa?"tanya Aldi
"2botol bang."jawab Pino.
"Gue bawa balik dulu nih bocah."ujarnya yang dianggukin Pino.
Aldi melangkah dengan membawa Queen di gendongannya.
"Queen, lo kenapa lagi sih?"tanyanya. Meski tidak ada jawaban karna yang diajak ngobrol dia udah bener-bener seperti pingsan, karna sebelum dia minum Wine dia sudah minum di rumah dengan meracik sendiri.
Yaps, Queen bisa meracik minuman seperti itu. Karna sebelum dia sukses, dulu dia kerja sebagai bartander, kenapa juga dia terkenal, ya karna itu dia orang yang asyik bagi sesama kerjanya tak seperti sekarang.
Boro-boro ada yang mau ngajak ngomong. Mendekat pun mereka gak berani. Mereka segan dengan sendirinya.
Aldi membawa Queen ke Mansion milik mereka bertiga. Tidak mungkin kan, membawa Queen ke Mansion keluarganya, yang ada malah Aldi yang dibunuh sama keluarga Queen.
#Udah ada Versi Ebooknya